21/12/10

Permainan yang melibatkan kata 'GOL'

Futsal menarik perhatianku. Sebelumnya, aku berpikir "Bola? Haha NGGAK NGERTI, makasih!", tapi semenjak menonton aksi tim Indonesia di piala AFF dan Smansa Cup di sekolah, I enjoy this game yang melibatkan seorang wasit, kerja sama, gawang, bola, sejumlah pemain, dan sebuah kata 'GOL'. Well, memang sih aku nggak berjingkrak-jingkrak sambil meneriakkan kata 'GOL' begitu salah satu tim berhasil mencetak gol.

Seharian aku betah nongkrong di depan kelas - menonton pertandingan fustal ditemani salah seorang temanku. Yah, kalau boleh jujur, lebih seru menonton pertandingan futsal cowok daripada futsal cewek, dan lebih asyik menonton langsung. Kalau permainan cowok, mereka saling oper-operan bola dan tiba-tiba aja sebuah tendangan dahsyat berhasil membuat sebuah bola menembus gawangnya tim lawan. Well, aku memang nggak bisa bermain permainan bola gitu dan hanya mengerti dua hal tentang permainan ini: Jaga bola tetap di kakimu sampai kau bisa mencetak sebuah gol untuk tim-mu DAN jaga gawangmu biar nggak dimasuki bola.

Waktu SD, aku pernah menjadi pemain dan hanya satu kali aku mendapatkan bola di kakiku dan hal ter-BRILIAN yang pernah kulakukan adalah: menggiring bola ke gawang tim sendiri (baca: gol bunuh diri). Well, maklum aja, kan waktu itu aku NGGAK NGERTI cara mainnya gimana. Satu hal yang perlu kau tahu: jangan masukkan aku ke dalam tim-mu karena bisa aja tiba-tiba tim lawanmu mendapat satu skor karena aksi gol bunuh diri. Hahaha, becanda. Lupakan aja, oke?

Tapi, setelah dua hari ini menonton pertandingan futsal, lumayan tahu lah mengenai permainan bola kaki ini; bola nggak boleh kena tangan dan kalau kena tangan dinamakan 'Hand Ball' dan kalau mau menendang bola tunggu sampai wasit meniup peluit mungilnya.

Ngomong-ngomong, tim futsal cowok kelasku bermain keren banget dan well, aku jadi salut sama mereka. Mereka nggak mencapai final sih, tapi kan yang penting, YOU ROCKS, GUYS!

p.s. Oh iya, asa gimana gitu waktu ngeliat kedua tim saling berjabat tangan di akhir permainan dan terlepas dari hal-hal di atas, novel Percy Jackson seru banget! Oh, tunggu aku, hey buku kelima!

19/12/10

Seminggu sebelum liburan

Minggu ini Minggu Bebas; di mana kau tidak perlu membawa ransel berisi buku pelajaran dan hanya bolak-balik ke kantin sesukamu dan tentu saja, berkumpul dengan teman-teman sekelasmu. Agenda kegiatan Smansa padat saat Minggu Bebas; drama musikal kelas sebelas, pertandingan futsal cewek dan cowok antar kelas, pertandingan catur, pertandingan basket, donor darah, dan bazaar. Sementara pembagian rapor hari Jumat, dikarenakan jadwal pertandingan futsal. Well, tahun ini ada Smansa Cup. Semua kelas wajib ikut, tentu aja, dan kalau nggak ikut didenda.

Kelasku saat bertanding melawan sepuluh satu menggenggam skor 1-0 (angka 1 untuk kelasku) dan 6-1 saat melawan dua belas IPS dua. Dan karena kekalahan di pertandingan kedua, timku menjadi terpukul. Nggak apa-apa, Kawan, toh kalian udah bermain secara sportif kok! *pernyataan klise*. Sebenarnya sih, di pertandingan pertama aku hanya menonton detik-detik terakhirnya *saat tendangan pinalti*, soalnya setelah apel pagi aku mengikuti seminar bertema “Tata Tertib Berlalu Lintas” yang melibatkan polisi dan salah satu merk ban. Ada untungnya juga sih ikut seminar itu – aku membawa pulang sebungkus snack. Yah, kalau mangkir sih nggak bisa soalnya aku udah ditunjuk oleh ketua kelasku.

Teman-teman sekelasku menjerit histeris sambil jingkrak-jingkrak di lapangan saat timku mencetak gol. Aku bersikap biasa aja dan jangan kau mengira ada kelainan pada diriku. Bersikap biasa aja nggak apa-apa kan? Toh aku juga senang walaupun hanya di dalam hati.

Lila mengikuti kegiatan Persami di sekolahnya dan hanya dua kata yang bisa melukiskan itu: ASYIK BANGET. Nggak adil deh. Waktu aku masih bersekolah di situ nggak ada tuh acara Persami macam begitu. Waktu aku menjenguknya bersama dengan Mawmaw dan Pawpaw, nada bicara si Lila sarkastis banget – kelihatan kalau dia lagi nggak pengen diganggu dengan kedatangan anggota keluarganya. Para kakak kelasnya berkemah di halaman sekolah dengan mendirikan tenda dan itu membuatku amat sangat ENVY.

Ngomong-ngomong, para guru nggak mengadakan remedial. Jadi, tersenyumlah saat melihat nilai-nilai di rapor nanti (kalau begitu, bagaimana dengan nilai Fisika, Kimia, dan Matematika-ku?).

Well, selamat menikmati liburan kalau begitu.

14/12/10

dan akhirnya soal-soal Ulum bentuk essay

Well, sepertinya para guru mengerti keinginanku : seminggu ini soal-soal ulangan umum dibuat dalam bentuk essay. Oh, sepertinya aku tahu mengapa para guru bisa mengerti. Kurasa, blogku berhasil terlacak di server sekolah dan kemudian salah seorang staf membuka lalu membacanya lalu kemudian dia menyampaikan kepada staf lainnya dan kemudian sampai ke para guru dan lalu para guru sepakat untuk bikin soal bentuk essay. Yah, abaikan aja deh. Itu kan hanya satu dari sekian banyak pikiran ala nerd-ku.

Aku mengangkat bendera putih di Kimia dan ada soal yang nggak aku jawab. Tapi, di lembar jawabanku hanya nomor delapan yang jawabannya terpanjang di antara jawaban-jawaban lainnya. Soal nomor delapan itu menghitung massa atom relatif. Semalam aku udah belajar dan dengan percaya diri aku bisa menjawab soal-soalnya besok - tapi, ternyata.... Oh. Oh. Oh. Kau tahulah lanjutannya.

Ada pertanyaan brilian di lembar soal Bahasa Indonesia : Sebutkan 4 novel tetralogi Andrea Hirata. Dan dengan cengiran di muka aku menulis jawabannya di atas lembar jawaban dengan AMAT SANGAT lancar. Awas aja kalau jawabanku disalahkan.

Seperti yang pernah kubilang, soal-soal Math itu lebih baik essay soalnya para guru Math menghargai proses penjawaban muridnya. Semua soal aku jawab walaupun jawabannya rata-rata 'menggantung' semua.

Ngomong-ngomong, proyek Seni Rupa-ku udah dibagikan - angka delapan puluh untuk proyek ke 2 dan ke 3, angka tujuh puluh delapan untuk proyek ke 5, dan angka tujuh puluh tiga untuk proyek ke 6. Well, aksi-silangkan-jarimu-hope-for-the-good-results ternyata berhasil. Alhamdulillah kalau begitu.

p.s. Ulangan Akhir Semester Gasal udah selesai dan sekarang tinggal bersiap-siap untuk menghadapi remedial, dan melahap novel-novel yang sempat tertunda, tentu saja.

p.s.s. Soal bentuk essay itu asyik loh - apalagi buat siswa yang hobi banget nulis en mengarang.

27/11/10

School-free-day post

School-free-day on this Saturday cause of Teachers Day. Wew, seems like a magic when I was on twitter and read timelines that there was no school for Saturday. Waktu pengumuman libur diumumkan, aku udah pulang dan untungnya sepulang sekolah aku langsung log in ke twitter. Kalo nggak, mana aku tahu kalo besok libur. Aku berani bertaruh, setelah pengumuman itu diumumkan, berpasang-pasang kaki menari tap di lapangan – merayakan hari libur walaupun cuma sehari. Well yeah, kan jarang-jarang tuh Smansa memberikan libur walau hanya sehari kepada seluruh warganya *apalagi para peserta didiknya*. Dengar, sekolah lain udah meliburkan peserta didiknya waktu hari Kamis, sementara Smansa nggak. Dan amazingnya, liburnya waktu hari Sabtu uhuy!

Kebetulan, di hari Sabtu my-adorable-sista ikut manasik haji untuk ke-tak-terhitung kalinya. Aku memutuskan untuk ikut, hitung-hitung bernostalgia gitu deh *hasyalala*. Terus, daripada di rumah ngapain coba?

Banyak anak kecil di MDA-nya si Lila yang memakai pakaian ihrom dan sibuk lari-larian di lapangan. Ada Ka’bah juga wahahaha *ya iyalah /plaks*. Tapi, dalam ukuran mini dan ada Hajar Aswadnya juga! Tapi, bukan beneran lah cuma kertas aja gitu dibentuk kayak Hajar Aswad. Ekspresi si Lila dari mulai wukuf sampai tahallul datar aja en nampak…bosan. Well yeah, tentu aja. Dia kan udah ke-tak-terhitung kalinya ikutan manasik haji. Atau mungkin karena dipantau sama kakaknya yang paling culun di kelas ini kali ya terus dia jadi pundung gitu?

Betewe, still remember about my Anyaman Projects? Proyek yang kukumpulkan udah dinilai sama Mr. T dan tebak nilainya berapa coba? Enam puluh lima. Pas. Nggak ada plus nggak ada min. Eh, udah bergetar jemariku memegang kuas, tanganku yang belepotan tinta, dan mukaku yang bersimbah peluh, dikasih nilai enam puluh lima? Oh gosh, mendapatkan nilai delapan puluh dari Mr. T emang susahnya minta ampun (yah, kecuali jika kau seorang calon seniman). Nah, Mr. T memberikan proyek lagi nih. Kali ini, anyamannya bentuk lingkaran gitu. Nah, lingkaran itu kan identik dengan jangka, jadinya menebalkan garisnya itu pake jangka yang udah dibubuhi oleh tinta. Terus, tebal goresan tintanya itu harus 0,8 mm. Bisa dibayangkan gimana rempongnya memutar jangka yang dibubuhi oleh tinta? Alhasil deh, belepotan ke mana-mana terus terancam goresan garisnya ketebelan (baca: lebih dari 0,8 mm).

Dan itu membuatku mikir. Harus cari jangka yang bisa buat drawing pen berukuran 0,8 mm nih. Dengan begitu, nggak usah berkutat ria dengan tinta hahahaha *dilempar sekardus drawing pen oleh Mr. T*.

Oh iya, ngomong-ngomong tentang tugas, Mr. M memberikan tugas nih mengerjakan berlembar-lembar soal Math di workbook. Terus, dikumpulkannya awal Desember gitu. Haha, gampang deh tinggal lihat ke temen yang udah mengerjakan semua soal hahahaha *dilempar buku paket Math versi bahasa Inggris sama Mr. M*.

Ngeh, udah ah. Maaf ya udah berminggu-minggu aku nggak posting. Selamat bermalam minggu.

09/11/10

Arahkan, fokuskan, dan click!

Masih ingat dengan ‘pemujaanku’ dengan DSLR? (oke, ini berlebihan). Maksudku, masih ingat dengan minatku terhadap DSLR? Well, Mr. N, guru fotografi menugaskan kelasku semacam sesi pemotretan yang melibatkan model, director, wardrobe, dan fotografer – tentu saja. Jadi, pertama-tama, kami bikin storyboard-nya dulu. Misalnya, storyboardnya gambar seorang gadis bergaun pink memeluk Teddy Bear sambil tersenyum ceria ke arah kamera. Terus, bikin scenenya. Scene itu deskripsi dari storyboard. Terus, bikin job description. Habis itu, langsung memulai sesi pemotretan deh!

Sesi pemotretan dilakukan di luar kelas en di dalam kelas, tergantung storyboardnya. Nggak pake lampu-lampu-gede-yang-bersinar-terang-langsung-di-mukamu kayak di photo studio. Tapi, cuman pake flash yang dipasang di DSLRnya.

Storyboard kelasku macam-macam. Ada yang tentang ulang tahun, anime, seorang cewek yang ditinggal mati dan blablabla. Storyboard kelompokku tentang seorang siswi SMA yang stress karena belajar (duile, berlebihan bet lah). Jadi, siswi SMA itu duduk di kursi dan di atas meja bertebaran buku (kebanyakan sih buku Math – pis ah Mr. M!). Rambut siswi SMA itu acak-acakan saking stressnya menyelesaikan suatu soal Math. Bukan aku loh yang jadi modelnya hehe. Aku mengajukan diri untuk menjadi FOTOGRAFER. Kau tahu kan maksudku? Jika aku jadi fotografer, itu berarti aku bisa menyentuh DSLR! Brilian banget, kan? #lupakan.

Modelnya udah siap duduk di kursi dan di atas meja buku-buku telah disebarkan dan mulailah Sang Fotografer Amatiran beraksi. Aku langsung mengambil alih kamera sementara Mr. N yang mengarahkan. Ngeng, ternyata kameranya berat. Waktu aku lihat dari viewfinder, si model kelihatan dari situ – #tentusajanorakbangetsihkamuini. Mulutku menggumankan kata “wow” begitu DSLR-nya Mr. N meringkuk di tanganku. Akhirnya seorang-pelajar-berkacamata-kelas-satu-SMA-kelas-sepuluh-sembilan-yang-paling-culun-di-kelas menyentuh, memegang, bahkan memotret dengan DSLR! Hasilnya? Unbelievable deh, beda bet sama hasil dari kamera Dad.

Pengalaman baru berkenalan dengan DSLR.

Oke deh, salam cheese dan click!

05/11/10

Oh. Tidak. Aku. Kena. Remedial.

Kau telah terbebas dari belenggu soal-soal yang memusingkan begitu lembar jawabanmu tertumpuk rapi di meja guru. Setelah itu, kau tinggal menarik napas merdeka dan menunggu hasil kerja kerasmu. Begitu hasil kerja kerasmu dibagikan, mulutmu akan menganga lebar dan bergumam, “Ah, hebat. Aku kena remedial”. Padahal, kau merasa kau sudah mengerjakannya dengan benar dan menurutmu soal-soalnya piece-of-cake. Tapi ternyata, kau kena remedial.

Kau udah belajar sampai larut malam dan besoknya kau menjawab soal-soalnya dengan lancar. Tapi, kok bisa sih kau kena remedial? Hm, kalau begitu, kita senasib, kawan. Hm, bukannya aku sombong. Tapi, memang benar kok soal-soal UTS kemarin asa gampang en lacar dijawab.

Remedial itu nggak enak, tapi perlu. Perlu banget buat nilaimu nanti. Tapi, nggak enaknya kau harus berhadapan dengan soal-soal lagi sementara teman-temanmu yang lain asyik menatapmu dengan mulut menyeringai lebar seraya bersyukur nggak kena remedial.

30/10/10

Hidup soal essay!

Alhamdulillah, UTS akhirnya selesai, selesai, selesai! Bisa menarik napas lega, kening nggak berkerut lagi ketika membaca soal, nggak ada acara debat jawaban lagi di dalam otak, dan… nggak berkutat dengan setumpuk buku lagi hahaha.

Kalau menurutku sih, lebih mendingan soal bentuk essay. Kenapa? Soalnya bisa mengarang bebas. Kalau soalnya bentuk pilihan ganda, kan bikin bingung – apalagi yang menjawab soal-soalnya itu para remaja yang masih labil gitu deh. Kan lebih baik essay. Hm well, walaupun kadang-kadang ada beberapa soal essay yang susah.

Yang paling penting itu, soal Math HARUS essay.

Salah seorang guru Math pernah bilang, “Cara penyelesaiannya itu yang lebih penting, bukan jawabannya”.

Nah, kalau bentuk soalnya essay, kan cara penyelesaian ala kita masih dihargai walaupun jawabannya salah. Kalau bentuk soal pilihan ganda, ada resiko soal-yang-nggak-ada-jawabannya. Hm, emang sih jadi dianulir, tapi kan udah capek-capek menghitung, menghabiskan berlembar-lembar kertas coretan, ternyata jawabannya nggak tertera dalam soal.

Bahasa Inggris en TIK itu enaknya bentuk soal pilihan ganda. Kenapa? Well, lebih enak aja gitu.

21/10/10

Proyek itu berlanjut...

Still remember about the Islamic Project? Well, akhirnya proyek itu digantung juga di ruang 105, ruang Ekonomi. Sepulang sekolah, aku dan tiga anggota kelompok memasang proyek itu bersama-sama. Nggak semua anggota sih ikut memasang. Tapi, biarin deh, habisnya aku udah bosen melihat tugas itu. Setiap hari berkutat dengannya, menjeratku bagai magnet (astaga, berlebihan juga ya - hm, tentu saja nggak gitu juga). Aku nggak tahu atas dasar apa aku menawarkan diri untuk membawa proyek itu ke rumah. Yah, aku kasihan sama salah seorang anggota yang setiap hari membawa proyek itu melulu. Terus, aku berpikir lagi, kalo misalnya tugas itu dibawa olehku, aku kan jadi bisa mendapatkan foto proyek, jadinya bisa di-uplot ke blog, YEAHAHA.

So, this is the pic;


Well, ini foto strukturnya. Proyek ini nggak mengandung DNA atau RNA atau kapsid #ngomongapaansih. Becanda. Yah, struktur proyek ini hanya terdiri dari kertas dan kardus.

Setelah dipajang, aku lihat kok kayak jadi anak TK sih? Habisnya, berwarna-warni gitu, sih.

16/10/10

...dan sekarang siapkan origami paper, kertas asturo, double tape, dan spidol!

Mrs. T, guru agama, memberi tugas kelompok: membuat hiasan bertuliskan 99 Asmaul Husna. Kelompokku (yang beranggotakan 8 orang) memutuskan untuk membuat hiasan dengan origami paper dan kertas asturo. Terus ditempel di selembar kardus. Hm ya, aku setuju aja sih dengan idenya. Yang penting, jadi deh. Tugasnya dikumpulkan hari Senin minggu depan. Jadi, waktu hari Jumat kami berkumpul untuk diskusi
*tapi bohong*, maksudku pembagian tugas masing-masing anggota. Yang menulis Asmaul Husna dalam bahasa Arab dua orang, yang menulis artinya satu orang, dan yang menulis huruf latinnya satu orang. Sisanya? Hm ya, menempelkan kertas ke kardus, beli ini beli itu, memotong-motong kardus, dan mewarnai huruf Arabnya.

Tapi ternyata, pembagian tugas kayak gitu amat sangat salah. Seharusnya, dalam 8 orang itu, masing-masing menulis Asmaul Husna. Bayangkan ini kawan, dua orang menulis huruf Arab, satu orang menulis artinya, dan satu orang lagi menulis latinnya! Tapi, seperti kertas yang udah digunting, kami dikejar deadline dan berjam-jam kami nongkrong di sekolah untuk mengerjakan tugas.

Ngomong-ngomong tentang pembagian tugas, aku dan salah seorang anggota yang lain kebagian memotong-motong kardus menjadi 100 lembar. Aku 50 lembar, dan anggota yang lain 50 lembar. Di sekolah, aku berkutat dengan double tape
*well, panggil aku Miss Double Tape sekarang #apadehlukik*.
Sebenarnya sih, nggak semuanya kerja full time. Ada yang sibuk ngobrol, sibuk SMS-an sama pacarnya, bahkan sibuk ekskul. Astaga, aku sampai izin nggak masuk English Club loh demi mengerjakan tugas! Well, bukannya sombong ya, hanya aku dan salah seorang temanku yang sibuk mengerjakan tugas ini.

Bagaimana dengan nasib tugasnya sekarang? Apakah udah selesai? Hm yeah, sebenarnya BELUM. Masih banyak kertas asturo yang perlu ditulis huruf Arabnya. Jadinya, cara terbijak sekarang adalah menimpakan tugas itu kepada anggota yang belum kerja secara full time. Dengar ini, aku dan salah seorang temanku itu baru pulang jam tiga sore karena sibuk mengerjakan tugas itu. Sekolah udah sepi. Tapi, ada seorang anggota yang bersedia membantu dan jadinya, tugas itu sedang ada di rumahnya sekarang.

p.s Aku tidak bisa menyertakan gambarnya dikarenakan tugasnya lagi ada di rumah salah seorang anggota kelompok.

26/09/10

Siapkan kertas krep, kuas, dan tinta hitam - kita akan mewarnai!

Minggu ini aku sibuk. Sibuk sekali. Pada malam-malam minggu ini, aku nggak pernah absen untuk mengerjakan proyek Seni Rupa. Yeah, kau kira proyek ini amat sangat mudah dan…menyenangkan. Tapi kau salah, teman. Proyek Seni Rupa kali ini adalah membuat ornament geometri anyaman. Jadi, Mr. T memberikan satu orang murid selembar kertas berisi contoh gambar ornamentnya. Kami harus menggambarnya di kertas khusus. Pernah dengar tentang selembar kertas yang bagian depannya halus dan bagian belakangnya kasar? Tidak? Oh, kalau begitu kertas itu hanya ada di sekolahku. Hebat banget kan? Oke, lanjut.

Sebenarnya, proyek ini udah kelar bahkan SEBELUM liburan. Tapi, kehidupan berkehendak lain, teman. Mr. T adalah tipikal guru yang menginginkan pekerjaan muridnya perfect se-perfect-perfectnya. Kalau ada bagian yang ‘salah’ menurut kamusnya – walaupun hanya sedikit, nilaimu akan dikurangi minus sekian, dan tertawalah karena kau akan disuruh mengulang lagi pekerjaan yang sudah susah-payah kau kerjakan. Jadi, setelah dibikin sketsa ornamentnya, diwarnain pakai kertas krep yang udah dilarutkan dalam air dan tinta gambar (bersiaplah menjadi hitam), setelah diwarnai, garis-garisnya ditebalkan pakai drawing pen berukuran 0, 8 mm. Jangan bilang deh mewarnainya gampang. Aku tidak bakat mewarnai pakai kuas. Hasilnya…acak-acakan. Keluar garis. Nggak rapi.

Setelah bikin susah payah, ternyata aku salah bikin ornamentnya. Penempatannya itu loh. Makanya, aku udah ulang pekerjaanku BERULANG kali – sampai lima kali bikin. Pertama, aku mewarnai keluar garis (percaya deh, aku nggak bakat mewarnai pakai kuas). Kedua, aku salah membuat anyamannya (namanya anyaman, pasti ada anyaman yang keluar, dan yang masuk). Ketiga, aku salah mewarnai. Keempat, aku mewarnai keluar garis (terutama bagian ornament yang diberi tinta hitam. Percaya deh sama aku, mewarnai dengan kuas plus tinta hitam itu SUSAH dan harus SABAR). Kelima, ornamentnya udah jadi, tinggal diwarnain.


Penasaran dengan proyek itu? Cekidot.


Tada! Proyek telah selesai! Gimana? Bagus ya, bagus ya!

Belum juga proyek itu selesai, Mr. T memberikan lagi proyek bikin-ornament-part-kedua. Oh menakjubkan. Sepulang sekolah, aku langsung membuat sketsanya. Tapi, karena aku memprediksi bakal ada tugas tambahan sebelum hari Rabu, aku langsung mewarnainya – plus mewarnai proyek pertama juga.

Eh iya, selingan dulu ya. Karena udah frustasi, salah seorang temanku malah mewarnai proyeknya dengan krayon, terus ditimpa dengan air. Jadi, kesannya tuh kayak diwarnai pakai kertas krep. Dan anehnya, waktu Mr. T melihat proyeknya, Mr. T biasa aja tuh, nggak ngomel-ngomel. Hmm, jadi intinya, situasi darurat kadang membuatmu melakukan hal-hal di luar dugaan.

Untung saja minggu ini nggak ada tugas yang meribetkan. Tahu nggak, padahal minggu ini minggu yang bebas loh. Pada hari Senin, sekolahku merayakan ulang tahunnya yang jatuh pada tanggal 16 September kemarin, hari Kamis sekolahku ikut merayakan ulang tahun kota-kecilku-yang-agak-mirip-sama-kota-Forks, Karawang. Terus, hari Sabtu ada acara penyampaian-visi-misi-dan-pendapat bagi kakak-kakak kelas calon ketua OSIS, seperti adu pendapat gitu deh, tapi jujur deh, nggak seru.

Oh iya, sekadar FYI, aku udah baca “Diary of a Wimpy Kid” dan gara-gara buku itu aku mengetik sebuah jurnal di laptop. Dengan begitu, catatan harian di sekolah terekam dengan sempurna di jurnal itu. Hehe, padahal niatnya kalau udah jadi murid SMA beneran, aku mau menulis buku loh tentang kehidupanku di SMA. Nanti bukunya dipisah-pisah. Kelas 10 itu buku satu, kelas 11 itu buku dua, dan kelas 12 itu buku tiga. Tapi, itu hanya niat, nggak dilaksanakan.

Hmm, oke dah sekian. Salam kertas krep, kuas, dan tinta hitam!

***

p.s. HAI, terima kasih sudah membaca postingan ini. Sekadar FYI, postingan ini adalah postingan yang paling banyak dilihat, sudah 1318 (terima kasih fitur 'Stats' di Blogger!). Aku juga melakukan hal yang sama ketika mendapat tugas ini--googling mengenai motif anyaman. Daaan, karena begitu banyak siswa dari SMA X (tahu sama tahu aja deh, kamu juga murid dari SMA X, kan?) yang bingung ketika pertama kali Mr. T menugaskan proyek ini, dan karena aku juga pernah mengalami hal ini, aku akan memberikan beberapa tips.

1. Tips mewarnai
Warnai pakai kertas krep sesuai dengan perintah Mr. T. Ya nggak apa-apa sih kalau kamu mau melakukan cara lain, asal pintar mengaturnya saja. Kalau pakai kertas krep, jangan banyak menambahkan air. Nanti hasilnya bakal jelek, warnanya membuyar ke mana-mana. Ambil kertas krep lalu taruh di palet, tambahkan sedikiiiiit air (maksudnya hanya beberapa tetes), lalu peras kertas krep itu. Untuk mewarnai bidang gambar biar tidak berantakan, gunting bulu kuasnya sampai rata. Kuas yang bulunya rata lebih enak dipakai. Jangan bereksperimen dulu dengan drawing pen sebelum diwarnai. Kamu nggak mau, kan, tinta drawing pennya luntur dan mengotori bidang gambar?

2. Sabar, sabar, sabar, sabar, sabar, sabar...
Iya, aku tau kok tugas ini bikin frustasi dan amat sangat menyita waktu. Kamu nggak sendirian, teman-temanmu yang lain juga merasakan hal yang sama. Butuh beberapa kali gagal sebelum kamu berhasil. Iya, aku tau ini menghabiskan uang gara-gara beli kertas lagi. Jangan ragu untuk nanya ke teman yang mengerti dan jago akan tugas ini. Biasanya sih, ada satu-dua orang yang jago dan sering dimintai tolong (minta dibikinin, maksudnya). Mereka nggak akan segan bantuin kamu dan pasti hepi-hepi aja. Setidaknya, jadikan tugas ini sebagai pelarian dari ulangan Math, Kimia, atau Ekonomi.

3. Tenang, tugas ini hanya ada di kelas satu
Kamu nggak akan menghadapinya lagi di kelas dua (kecuali kebijakannya sudah berubah). Jadi, tenang saja. Tapi, begitu kamu di kelas tiga... Ah, sudahlah. Biar kamu tahu sendiri nanti.

Semoga tips-nya berguna. Daaan, selamat menekuri Senrup lagi! MUAHAHAHA.

22/09/10

Meet Pow-Pow, peeps!

Mbah Kung Karanganyar ternyata memelihara seekor-kucing-putih-yang-lucu-dan-suka-dielus. Aku baru tahu kemarin, waktu lebaran. Aku nggak tahu siapa namanya. Tapi, aku en Lila memanggilnya “Pow-Pow.” Kadang dipanggil “Billy”. Tapi seringnya “Pow-Pow”. Kenapa dipanggil Pow-Pow? Nggak tahu ya, jangan tanya aku.

Baru sekali ini loh aku bergaul dengan kucing. Yeah, aku suka kucing. Soalnya, mereka itu lucu, menggemaskan, walaupun suka main cakar (tapi kalo kitanya baik nggak bakalan diapa-apain kok).

Aku pernah baca di majalah GIRLS. Di situ dibahas tentang boneka anjing en kucing yang lagi tidur, tapi bisa bernapas. Aaaah, boneka kucingnya lucu beuttt! Jadi pengen deh, krauk! Beli di mana ya? -,-

Di jalan juga sering ketemu kok sama para kucing jalanan. Ada kucing yang jelek, yang dekil, yang galak, yang lucu juga ada: anak kucing! Waktu di perjalanan sepulang sekolah, aku ketemu sama dua anak kucing, yang satu belang-belang orange, yang satu lagi belang-belang abu. Kayaknya adik-kakak gitu. Lucu! Pengen dibawa pulang jadinya. Tapi, kuurungkan niatku.

Di rumah nggak ada kucing, adanya ikan (tapi ikannya udah mati semua)… dan boneka kucing. Ugh, padahal aku pengen loh memelihara kucing. Terus, kenapa nggak pelihara aja? Hm, nggak tahu.

Si Pow-Pow dipakaikan kalung warna merah sama Mbah Kung. Setiap berkunjung ke Karanganyar, aku en Lila pasti main bareng sama Pow-Pow. Suaranya Pow-Pow cempreng gitu. Tapi mukanya imut, apalagi waktu lagi tidur.

Waktu pertama kali pegang Pow-Pow, dia agak kaget. Terus, lama-lama dia nurut en langsung tiduran deh!

Penasaran sama Pow-Pow?


Ini dia! Siapa fotografernya? Si Lila, huahuahua. Waktu si Pow-Pow tidur, si Lila langsung mengeluarkan hapenya dan JEPRET!



Nah, kalo ini aku yang memotret. Si Pow-Pow lagi tidur di bawah kursi. Biar lebih 'ngena' moment tidur si Pow-Pow, aku JEPRET aja hahahaha.



Me with Pow-Pow! Taken by Lila.
p.s Nggak seru deh ah, Pow-Pow-nya lagi nggak liat ke kamera :p

Eh iya, di rumah Mbah Karanganyar juga ada ayam en kelinci. Tapi, kelincinya nggak bisa dielus-elus soalnya ada-di-dalam-kandang. FYI, aku nggak tega makan daging kelinci. Kenapa? Soalnya kelinci kan hewan yang imut, masa hewan se-imut itu dimakan sih? Kan kasihan huhuhuhu.

Pow-Pow kayaknya rada suka sama si Lila. Soalnya, ke mana-mana si Lila diikutin si Pow-Pow terus.

Aku heran deh, kenapa ada orang yang takut sama kucing? Kucing itu kan lucu, imut!

p.s. karena nggak ada kucing 'beneran' di rumah, aku cari aja wallpaper kucing dari flickr huahuahuahua.

19/09/10

Dari belajar mbatik sampai uji mental di Lawang Sewu

Alhamdulillah akhirnya liburan Lebaran datang. Yipiii, nggak sekolah. Yipiii, nggak menghadapi tugas-tugas yang banyak (dan kebanyakan tugas Power Point). Dan seperti biasa, hal yang sangat klise, liburan di rumah Nenek. Hebat. Kalau nanti waktu masuk sekolah en Mr. U menugaskan bikin karangan liburan, aku akan menggunakan judul itu.

Seperti biasa deh, ritual setiap tahun, mudik ke Solo lewat jalur Pantura. Eh, tapi waktu berangkat ke Solonya lewat jalur Selatan. Kalo jalur Selatan pemandangannya gunung en sawah semua, terus jalannya berkelok-kelok. Tapi, lumayan cakep juga sih pemandangannya.

Di Solo itu jalan-jalan terus. Sekalian ke Jogja en Semarang juga hehe. Di Jogja belanja batik melulu. Aku suka jalan-jalan. That’s why I want to be a traveler. Sekalian bisa motret sana-sini hihi.

Di Kampung Batik Laweyan Solo belajar mbatik. Haha, asyik bet deh. Ternyata gampang loh, mbatik tuh. Cuma harus sabar aja.


Terus, sebelum balik ke Karawang, berkunjung dulu ke ibukota Jawa Tengah : Semarang. Di sana shalat di Masjid Agung. Eh, ternyata di Masjid Agung ada payung mirip di Masjid Nabawi. Jadi terkenang sama umroh kemarin (cielah!). Abis itu, ke Lawang Sewu. Aku kira ada 1000 pintu, tapi ternyata ada 1800 pintu. Oh iya, FYI, di sana juga pernah dijadikan lokasi syuting Ayat-ayat Cinta loh. Tapi, Lawang Sewunya lagi direnovasi.


p.s. Ugh, time to go back to school. Tomorrow. Oke, harus minum Mizone nih sebelum berangkat biar badan dan pikiran semangat #apadehlukik

30/08/10

Metamorfosis

Halo readers. Lama yo udah nggak updet. Rasanya udah berminggu-minggu, gitu. Oh iya, sekarang kasus nggak nyebelin amat kok. Pelajaran moral nomor dua: nikmati aja hidup ini ntar lama-lama nggak kerasa nyebelin lagi kok. Yah, sekarang aku udah merasa 'anggota' dari kasus. Sekarang udah mulai becanda, ketawa-ketawa, ngobrol, sama anggota kasus yang lain. Walaupun belum semuanya sih. Dan aku sedang dalam tahap metamorfosis, maksudnya sedang dalam keadaan 'gaul' sama semuanya #apadeh. Ngek. Krik.

Eh iya, kemarin hari Jumat tanggal 27 Agustus buka bareng sama alumni 9G tahun 2010. Tapi, sayang sekali, nggak semuanya datang. Bahkan, si Desi, my-so-extraordinary-and-the-funniest-bestie nggak datang! Huahuahua, padahal udah kangen berat rat rat sama dia! Aku nggak pernah ketemu dia lagi. Aku masuk sekolah pagi, dia masuk sekolah siang.

Dan sayangnya, I didn't take any pictures. Hmmm, ya sudahlah *gaya Bondan Prakoso*. Momen kemarin walaupun tidak terekam secara digital, tapi akan tetap terekam di hati. An everlasting moment.

Eh iya, seperti yang aku ceritakan dalam tumblr-ku yang ter-unyu, aku bawa laptop ke sekolah. Eh, ada kepuasan tersendiri loh bawa laptop ke sekolah walaupun bawaanmu jadi berat dan lama-lama punggungmu seperti paus bungkuk (?) karena keberatan ransel. Kalau pelajaran kosong atau gurunya yang telat datang ke kelas, bisa online sebentar HAHAHAHA. Iya sih, walaupun sinyalnya minta ditonjok tapi kalo pake Opera Browser nggak bakalan lola deh! #promosi. Ngek. Krik.

Dan membawa laptop sebagai ajang show-off blog buatku HUAHUAHUAHUA. Sengaja buka Opera Browser waktu udah konek, terus ketikkan alamat k i k a says di address bar dan tekan enter. Dan voila! K i k a says muncul di layar laptop. Hm, daripada fesbukan gitu - nge-cek notifications, mendingan nge-cek ChatBox en blogrolls kan?

p.s Besok ada ulangan math! AAAAAAAA tidak tidak tidak! (katanya mau masuk IPA, kok males belajar math sih? Ngek. Krik).

22/08/10

Lima tingkatan

Hari Jumat dan Sabtu aku ikut pesantren kilat di sekolah. Pesantrennya full loh, maksudnya dari jam 8 pagi sampai jam 2 siang pesantren kilat terus - gak belajar. Jadi, pesantrennya bergiliran sama kelas lain. Misalnya hari Senin en Selasa itu kelas X-1, X-2, en X-3. Terus, hari Rabu en Kamis kelas X-4, X-5, X-6. Nah, hari Jumat en Sabtu giliran kelas X-7, X-8, en X-9 deh!

Materi pertama itu tahfiz, baca surat-surat Juz Amma. Terus, materi kedua itu tentang fikih, en yang terakhir tentang akhlak. Nah, yang paling seru itu materi tentang akhlak. Soalnya, gurunya juga menerangkannya sampai ke detail-detailnya, pakai contoh pula. Jadinya kan ngerti hihi.

Ada tuh salah satu materi tentang tingkatan orang Islam.

Tingkat pertama itu Muslim, yaitu orang Islam yang mengucapkan dua kalimat syahadat, tapi belum melakukan yang namanya shalat, ngaji, zakat, dll. Tingkat kedua itu Mukmin, yaitu orang beriman. Tingkat ketiga Muhsin, yaitu orang yang selalu merasa diawasi sama Allah dalam kehidupannya. Tingkat keempat Mukhlis, yaitu orang yang ikhlas. Menjadi orang yang ikhlas itu beraaaaat banget, kata Pak S, guru yang menerangkan materi ini. Apapun yang dilakukan hanyalah karena Allah, bukan karena apa-apa. (satu hal yang sekarang aku tahu: Kalo misalnya nih kau ditanya sama orang: “Ikhlas gak nih?” terus, kau jawab: “Ikhlas”, berarti kau nggak ikhlas – ngerti tak?). Jadi, kalo misalnya seseorang yang ikhlas habis menolong orang lain, dia nggak mengingat-ingat lagi apa yang tadi dilakukannya. Soalnya kan, dia menolong orang lain hanya karena Allah. Kata Pak S: penjelasan tentang Mukhlis masih panjaaaaaang #lebay. Tingkat kelima Muttaqin, yang kata Pak S: orang surga yang hidup di dunia. Jadi maksudnya, gak peduli lah sama urusan duniawi. Muttaqin itu pembawaanya tenang, gak mudah stress, gak mudah panik.

Tapi kemarin hari Sabtu nggak sampai full ikut sanlat-nya. Soalnya, aku ikut ICAS sih. Dan FYI, soal-soal ICAS English susyaaaaaaaah-lalala deh. Banyaaaaak banget vocab yang aku nggak tahu. Terus, gaya bahasanya pakai gaya bahasa Australian, bukan American – makanya rada beda, begitulah kata Kang U. (FYI: sehari sebelum ICAS, temen-temen di kelas pada ‘berkonsultasi’ sama Kang U, akang yang kemarin baru pulang dari Amerika). Haha heran sama diri sendiri, kenapa malah pilih English ya bukannya pilih Math -______-“

‘Ke, semoga saja nilai ICAS-ku lumayan #terekjes.

p.s tanggal 27 Ags nanti kelas 9G mau buka bareng, yeaaah! Can’t wait lalala~

18/08/10

Translate Prancis

Le saviez-vous (bahasa Prancis), dalam bahasa Inggris artinya “Did you know” (berdasarkan Google Translate loh, ya). Dan aku menjadikan kata “Le saviez-vous” ini sebagai judul artikel untuk mading. Jadi gini loh, aku bikin artikel untuk mading pake bahasa Prancis. Ujeet, sejak kapan si Kika bisa bahasa Prancis? Uuu, sejak Kika membuka Google Translate (haha, apadeh *krik krik*).

Mari Kawan, kujelaskan terlebih dahulu.

Setiap kelas harus mengisi mading. Setiap kelas kebagian tema yang berbeda-beda. Nah, kelasku kebagian tema “Bahasa Asing”. Maksudnya, kelasku harus bikin artikel pake bahasa asing, nggak boleh pake bahasa Inggris (huhuhu pelit deh...). Kenapa aku memilih pakai bahasa Prancis untuk artikelku? Soalnya, aku menderita obsesif-kompulsif terhadap bahasa Prancis (ih, nggak ding, boong!). Ralat, soalnya aku tertarik sama bahasa Prancis. Aku pengen bisa cas-cis-cus pake bahasa Prancis. Dan aku belajar sedikit dari “Edensor”. Setiap kata berbahasa Prancis berakhiran huruf ‘n’, dibaca ‘ng’. Kataku: “Belajar bahasa Prancis itu susah” - dan kata orang bijak: “Nggak ada yang susah kalau kita mau berusaha”. Maklumlah, di otakku kan belum ter-‘install’ bahasa Prancis.

Teman-temanku ada yang pakai bahasa Spanyol, bahasa Jepang, bahasa Jerman, bahasa Korea, dan bahasa-bahasa lainnya deh. Dan tentu saja mereka menggunakan jasa Tuan-Baik-Hati-Si-Google-Translate. *Eh iya, bisa pake bahasa daerah juga loh!*

Artikel tentang apa, nih? Hoho, tentang fakta-fakta mencengangkan gitu deh! (Ketahuan deh, terinspirasi sama rubrik “Boleh Tahu” di majalah Bobo :p). Contoh: “The tongue of a blue whale is as long as an elephant”. Hm, itu juga aku dapat dari browsing di internet. Fakta-faktanya lumayan banyak loh! Ada fakta-fakta tentang hewan, tubuh manusia, dan film dan televisi. Dari puluhan fakta itu, aku eleminasi yang menurutku menarik. Terus, setelah terkumpul sepuluh fakta, aku translate deh! (Tips: biar translate-tan-nya nyambung, sebaiknya ‘bahasa awal’-nya pake bahasa Inggris. Jadinya, kalo di-translate ke bahasa asing jadi nyambung deh! Hihihihi).

p.s. Artikelnya udah di-translate, udah di-print, udah digambarin ilustrasi juga. Tinggal di-publish deh! Semoga para pembaca mading terhibur (?)

04/08/10

Photography lesson

Di Smansa ada pelajaran fotografi loh! Aku kira tuh ekskul, ternyata mata pelajaran. Haa, coba fotografi itu ekskul, pasti ikutan deh! Oke oke, lupakan. Balik lagi ke topik utama.

Nah, jadi waktu pertama kali KBM tuh, langsung teori fotografi gitu. Terus, pertemuan kedua mulai membahas hal-hal tentang fotografi di buku "Black and White Photography" yang ditulis sama Henry Horenstein. Sebenernya, buku dalam format pdf gitu, jadinya pake proyektor deh. Aku udah minta buku pdf-nya di temen hehe (soalnya kan proyektornya disambungkan ke laptop salah seorang temenku, terus buku pdf-nya dicopy deh di laptopnya).

Terus, setelah membahas blabla, Pak N ngasih tugas; buat foto bertema 'dream', 'senja hari', dan foto terbaik yang kita punya (fotonya diambil sebelum hari-diberinya-tugas-fotografi-tersebut).

Nah, kalo foto terbaik itu, aku pilih foto dari-atas-pesawat-itu-loh. Soalnya, aku suka sama foto itu (walaupun jepretan sendiri). Eh, aku jadikan wallpaper di desktop juga loh *terus kenapa gitu?*.

Eh iya, Pak N bilang 'masuk sampah keluar juga sampah'. Maksudnya tuh, jadi foto yang kelihatan jelek, kalo di-edit nggak bakal bisa bagus. Kalo awalnya jelek, walaupun di-edit tetep aja jelek. Begitulah, prinsipnya para fotografer profesional. Mereka berusaha untuk menghasilkan foto yang bagus. Do you get it? Kalo masih nggak ngerti juga, pikirkan deh (halah!).

Nah terus, ada nih kalimat di "Black and White Photography" yang aku temukan; "Good pictures are made by photographers, not cameras, so don’t worry if a complicated camera doesn’t suit your budget or your creative goals. You don’t need the most expensive model or fancy features; many wonderful pictures are made with simple, even primitive equipment."

Eh iya, waktu awal pertemuan, Pak N menunjukkan beberapa foto. Aku kira tuh foto-fotonya bukan hasil jepretan Pak N, soalnya kan kelihatan profesional, detiiiiil banget. Ada foto seekor capung di daun, terus foto motor Harley Davidson. Ternyata eh ternyata, foto-fotonya jepretan Pak N! Huaaaaa keren!

ps. Minggu depan pelajaran fotografi bawa kamera, soalnya buat foto-foto gitu. Asyeeeeek!

31/07/10

Almamatar baru!

Haha, seru juga loh jadi anak SMA. Yaah, walaupun masih dalam tahap adaptasi (baca: dalam tahap 'peng-akrab-an' sama temen-temen di X-9). Jujur ya, di X-9 tuh kadang-kadang menyebalkan, kadang-kadang menyenangkan. Kalo menyenangkan tuh saat ketawa bareng. Habisnya, banyak pelawak di X-9. Kalo menyebalkan tuh saat... yah gitu deh.

Banyak tugas diberikan oleh guru-guru Smansa. Tugas beda loh sama pe-er. Tugas-tugasnya menyebalkan deh. Semuanya tugas kelompok! Kalo tugas individu sih tugas fotografi. Aku nggak suka sama tugas kelompok. Aku kan nggak bisa bekerja secara kelompok, bisanya kerja sendiri. Tapi, aku nggak mau dicap sebagai anggota yang pasif. Makanya, diam-diam di rumah aku nyari materi buat tugasnya (yaah, kebanyakan tugas bikin persentasi di power point sih). Eh ternyata, tugasnya udah dibikin sama salah satu anggota. Yasud, materi yang aku cari nggak jadi deh! Haha, biarlah...

Di X-9 kan ada 31 siswa tuh, cowoknya ada 10, ceweknya ada 21. Jadi, kalo pembagian kelompok gitu, aku-lah sisanya. Kadang, aku nggak dapet kelompoknya, jadi aku gabung sama kelompok lain yang bersedia menerimaku yang sebenernya anggotanya udah cukup. Yaaah, di X-9 tuh kebanyakan pada berkelompok semua. Ada Kelompok A, Kelompok B, blablabla.

Moving class asyik juga loh. Waktu tuh jadi nggak kerasa. Tau-tau udah jam 4 terus pulang. Yah walaupun kadang dapet kelas ber-AC, kadang dapet kelas biasa. Tapi, mendingan moving class loh daripada 'kelas yang diam'.

Eh iya, asyik nih ada tugas fotografi. Uhuy, aku banget itu mah hehe. Tugasnya tuh; bikin foto tentang 'mimpi', foto di senja hari, dan foto terbaik yang kita punya. Nah, kalo foto tentang 'mimpi' itu yaaa terserah kita menerjemahkan-nya gimana. Kalo misalnya kita menerjemahkan arti 'mimpi' itu foto orang lagi tidur, ya udah bikin aja fotonya. Sama juga halnya dengan foto di senja hari. Aku udah bikin semua fotonya kecuali foto terbaik. Kalo untuk itu mah, aku pilih foto ini. Walaupun jepretan sendiri, tapi ini adalah foto yang aku suka banget.

Ngomong-ngomong, aku iseng bikin ini nih;

Image and video hosting by TinyPic

Oh iya, aku tertarik ikut pertukaran pelajar. Aku ingin menunjukkan pada dunia bahwa aku bisa belajar di luar negeri (halah!). Hehe, semoga aja ya bisa. Tapi, kalo nggak mendapatkan kesempatan belajar di luar negeri juga nggak apa-apa kok.

24/07/10

So I choose...

Seminggu telah lewat nih sejak MOS. Hahaha, asyik juga jadi anak SMA. Walaupun pulangnya sore dari hari Senin sampai Kamis, tapi nggak apa-apa lah hehe. Eh, ternyata moving class itu asyik loh. Seru aja gitu. Iya sih, pertamanya capek karena wara-wiri kesana kemari. Tapi, lama-lama nggak kerasa. Waktu juga nggak kerasa. Tau-tau udah jam setengah empat trus pulang deh!

Oh iya, di Smansa kan tiap hari Sabtu tuh ekskul. Tapi, hari Sabtu minggu kemarin nggak ekskul, soalnya kan para juniornya belum pada tau ekskul apa aja. Jadi, hari Sabtu minggu kemarin hanya ada demo ekskul.

Eh readers, ternyata aku masih labil loh! (haha, trus kenapa?). Milih ekskul aja susahnya minta ampun. Banyak godaan. Niatnya sih pengen ikut...., ah niatnya ganti-ganti mulu. Ada tiga ekskul nih yang penasaran banget kayak gimana; ICT (which is Information Communication Technology a.k.a TIK a.k.a Computer, English Club, en Angklung. Eh hey, beneran loh sejak SMP pengeeeen banget ikutan Angklung. You know what, I've never 'nyentuh' Angklung yet - sedikitpun! Aku hanya bisa mendengar alunannya yang indah. Siapa sih pencipta Angklung? Pinter banget, cuma bambu aja bisa menghasilkan suara baguuuus banget.

Terus, hari Jumat kemarin, para junior berkumpul sesuai ekskulnya yang dipilihnya masing-masing. Naaaah, karena saking bingungnya memilih ekskul apa, jadinya aku ikut ICT. Ternyata eh ternyata..... Jengjengjeng! ICT termasuk 'personil' ekskul Olimpiade! Ohkaaaaaaaay langsung menelan ludah aku waktu mendengarnya. Aku kira, ICT itu bukan termasuk Olimpiade. Ehhh taunya....astagaaaa.

Tapi, para senior di Olimpiade bilang kalo 95% becanda, 5%-nya belajar. Yah, emang bener sih. Waktu 'perkenalan', para seniornya bercanda mulu. Tapi, siapa sangka di balik candaan mereka tersimpan otak yang encer (haha, apadeh).

Katanya juga, di ICT tuh ntar belajar Pascal dan kebanyakan matematikanya. Astagaaa...saya kan lemah di MTK. Aku browsing di google kalo Pascal itu bahasa pemograman yang dipakai waktu zaman dulu atau apalah haha, aku juga cuma sekilas bacanya.

Lagipula, kebanyakan sih yang ikutan Olimpiade Biologi. Idk why. Maybe, Biology is much more interesting than the other lessons?

Oke, jadi, tadi waktu pulang sekolah, aku harus memantapkan niat - mau ikut ekskul apa. Omaygat, I can't make up my mind, mind, mind, mind. Aku berdebat dalam hati; Angklung, English Club, Angklung, English Club...

Daaaan....

Kuputuskan untuk memilih....






English Club.

Sekian.

----------------------------------------------------

In English Club, we were introducing 'who-am-i' to the others, and then we were goofing around 'gajelas', and then we were singing 'Kepala Pundak Lutut Kaki' in English, and then playing 'BINGO', and then the seniors asked to the juniors to expressing opinions like; Why did you choose English Club, What do you think about Moving Class, and mention 5 names of seniors in English Club you know.

Okay, and here are my opinions;
- Why did I choose English Club? Cause I like English and I want to improve my English and I hope I can speak English fluently and I will be more confident to speak in English.
- What do you think about Moving Class? In my opinion, moving class is good. Because of moving class, time goes so fast. And blabla *i forgot it*.
- 5 names of seniors I know are; you won’t be know cause you don’t know them if I tell you those 5 names.

The seniors said that activities in English Club are; watching ‘film barat’, listening to the story from the exchange-student yang baru pulang dari Amerika, learning grammars, and making a synopsis about movie that we have been watched.

Eh, ada dua orang loh ternyata yang pergi ke Amerika dari English Club. Yang satu baru pulang dari Amerika, yang satu lagi mau berangkat ke Amerika. Cool maaan, jebolan English Club semua HAHA. Terus, ternyata ketua English Club itu dari kelas dua belas IPS. Wuehehehe, hebat yo?

----------------------------------------------------

p.s Aku pengennya masuk jurusan IPA. Nggak tau alasannya kenapa, aku nggak bisa menjelaskan. Jadi, jangan tanya yo.

17/07/10

X-9

Wohoooo, akhirnya resmi jadi murid SMA. Akhirnya, pake seragam putih-abu deh. Akhirnya, belajar di SMA deh. Huahahaha, hasyeeek!

Aku menempati kelas X RSBI 9, kelas terakhir. Kan ada 9 kelas tuh. Sebelum ditentukan kelasnya, aku nebak-nebak sendiri, pasti aku di kelas X RSBI 6. Eh, taunya di X RSBI 9. Huahaha yasud lah, kan angka 6-nya tinggal dibalik, gampang kan?

Ternyata, Bangsa 2 pada di kelas X-4 semua, kecuali aku en ada tuh seorang lagi dari Bangsa 2. Aku sedih (halah!) soalnya nggak sekelas sama Bangsa 2. Tapi, nggak apa-apa lah aku di kelas X-9. Adaptasi dong, kan murid baru.

Di X-9 seru banget! Ketawaaaa mulu, soalnya ada yang suka nge-lawak sih. Yah, walaupun belum kenal semuanya. Tapi yaaa namanya adaptasi.

Hoiya, Smansa kan udah menerapkan sistem Moving Class, jadinya tuh bareng-bareng ke kelas yang dituju. Nggak enaknya Moving Class tuh nggak punya ruangan kelas tetap.

Eh iya, di Smansa kan ada tes ICAS gitu. Pelajaran yang diuji; Matematika, Science, Bahasa Inggris, sama TIK. Aku pilih Bahasa Inggris en TIK soalnya emang dua pelajaran itu yang aku bisa (haha, mau masuk IPA kok milih Bahasa Inggris en TIK sih?). ICAS tuh bertujuan untuk mendapatkan sertifikat internasional (begitulah yang kudengar). Yea yea, namanya juga RSBI kawan.

Tadi, ada demo ekskul gitu di Smansa. Jadi, masing-masing ekskul menampilkan apa-yang-bisa-ditampilkan. Ada yang membosankan, ada yang lucu, ada yang serem, ada yang menarik. Jadi bingung milih ekskul apa. Lucunya ye, ekskul futsal diiringi sama lagu 'Baby' by Justin Bieber, en ekskul olimpiade diiringi sama lagu 'Eenie Meenie' by Justin Bieber juga. Ajib dah, pada kenal sama Jusbieb.

ps. ada pelajaran Fotografi di Smansa, yeeey!

14/07/10

MOS is selesai

Selesai, selesai, se-le-sai! Horeeeee, jingkrak-jingkrak deh! MOS udah selesai doooong haha. Selama 3 hari + 1 hari pra-MOS berusaha tegar menghadapi tantangan *halah*, berusaha untuk 'lebih menghargai waktu', dan blablabla, akhirnya merdeka deh! HAHAHAHA...

Jadinya, besok pake seragam SMA yeaaah! Tapi, katanya sih kalo misalnya belum punya seragam SMA, yasud pake seragam SMP juga nggak apa-apa. Tapi, hari Senin harus pake seragam SMA. Dan besok udah mulai belajar. Sekarang, Smansa menerapkan sistem belajar 'moving class.' Huahaha, cool kayak Hogwarts deh.

Aku di gugus 'Bangsa 2.' Bener deh, tadi aku en temen-temen dari Bangsa 2 nangis-nangisan terus salam-salaman sama Akang en Teteh. Huhuhu, sedih juga berpisah sama Bangsa 2. Beneran deh, Bangsa 2 anak-anaknya gokil semua haha :D

Gara-gara MOS, aku jadi terbayang-bayang suara para Akang dan Teteh.

ps. Seorang Akang berkata, "Pengalaman MOS ini nggak akan pernah terlupakan oleh kalian. Pengalaman MOS ini akan selalu ada di hati kalian."

12/07/10

Yes, I'm a freshman now

*done making upin-ipin name tag and hunting some things for tomorrow

Yeah yeah, I'm...
a freshmananak SMA now. And, I must to ikut MOS; tapi sekarang udah ganti jadi MOPD (atau Masa Orientasi Peserta Didik). Nah, jadi tuh hari Jumat pra-MOS-nya, eh, pra-MOPD-nya. Aku deg-degan banget, udah stress duluan, udah sakit perut duluan, udah pusing duluan (buset, lebay amat sih!). Haha, nggak, pokoknya udah stress duluan deh. Udah cemas banget ntar kayak gimana *sepertinya aku mempunyai sifat posesif deh*.

Oke, ternyata tuh MOPD di SMA 180 derajat beda sama yang di SMP. Hari Jumat tuh pembagian gugus gitu sama perkenalan. Aku di Gugus Bangsa 2. Dan aku sekelas sama tiga temen SD (tapi temen SMP juga sih). Lainnya dari SMP-ku en dari SMP selain SMP-ku. Oke, jadi masih saling nggak kenal gitu.Align Left
Waktu hari Jumat, kakak kelas yang nge-MOS membacakan daftar barang-barang yang harus dibawa hari Senin nanti. Eh, tapi masih berupa teka-teki dan mesti ditebak. Kakak kelasnya juga membacakannya cepet banget. Waktu aku mendengar kalimat pertamanya aja aku udah keheranan. Maksudnya apa sih? Yasud, setelah pra-MOPD, aku SMS-an sama temen-temenku. Yeah, saling mendiskusikan 'daftar' itu.

Penasaran sama 'daftar' itu? Check this *toktok*

Aku langsung bikin papan nama - kardus bergambar tuyul itu (baca: Upin-Ipin). Aku bentuk jadi persegi, ditulisin namaku pake spidol, digambarin tuyul di kanan kirinya, terus dikasih tali deh di atas kardus itu. Taraaaaaa!


Kakak kelas dipanggil 'Akang' buat laki-laki en 'Teteh' buat perempuan. Sementara, si anak baru dipanggil 'Ai' atau adik. Tapi, ada juga tuh salah seorang temenku mem-plesetkan 'Ai' jadi 'Anak Ingusan.' Wuahahahaha...parah.

Cara menyebut si anak baru mengingatkanku sama 'Negeri 5 Menara' en nada menyebut si anak baru mengingatkanku sama para ashkar di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi meneriakkan, "Hajj! Hajj!"

Karena banyaknya barang yang dibawa buat MOPD, aku jadi memanggul ransel dan merasa seperti kulkas berjalan.

Jadi anak baru tuh rasanya seperti seekor monyet di kebun binatang; para kakak kelas menatapmu saat kau berjalan di tengah-tengah mereka.

Pa sibuk mencelotehkan, "Udah lah biasa aja. Nggak usah tegang. Mereka kan cuma pura-pura galak. Ntar setelah MOS juga bakal kembali normal kok!" dan kebanyakan sih menasihatiku,"Biasa aja, nggak usah tegang!"

ps. MOPD-nya tiga hari.

***

p.s. Helloooo, there, anak baru! Selamat datang di sekolah baru kalian MUAHAHAHA. Nikmati selagi kamu bisa karena siapa tau kamu ga bakal menemukan teman-teman yang asyik seperti sekarang di kehidupan selanjutnya. (?)

Oke, karena postingan ini merupakan postingan yang paling banyak dilihat (terima kasih kepada fitur 'Stats' di Blogger!), aku akan memberikan sedikit tips menghadapi masa orientasi, alias MOS. Aku juga bakal mengikuti ospek bulan September 2013 nanti (iya, aku tahu ini postingan tahun 2010, tapi aku sengaja menambahkan catatan ini untuk menyambut kalian, anak baru).

1. Bangun pagi
Jangan sampai telat di hari pertama MOS, karena siapa sih yang ingin mendapatkan amarah para senior di pagi hari? Bikin perjanjian dengan teman sekelompok kira-kira kumpul jam berapa di suatu tempat. Para senior sepertinya amat sangat gembira ketika anak-anak baru yang rombongan datang terlambat, jadi biar sekalian ngehukumnya, gitu.

2. Masuk telinga kiri, keluar telinga kanan
Lakukan ini jika dan hanya jika para senior marah-marah. Biarin aja mereka capek, ntar juga diem sendiri (kalo udah selesai MOS, maksudnya). Ketika kamu lewat di depan senior dan harus bilang, "Permisi, Kak," ga usah takut. Karena pada akhirnya salah satu senior bakal jadi pacarmu, atau gebetan, setidaknya.

3. Teriak dan nangis sepuasnya, terus tidur
Jangan lakukan ini di depan senior, karena pasti bakalan nambah hukumannya. Ketika kamu sudah sampai rumah dengan badan yang capeknya luar biasa, jangan malu dan ragu untuk teriak sekencang-kencangnya. Ambil kaleng terus teriaklah, biar teredam suaranya, kalau tidak mau menganggu orang serumah. Air mata juga jangan ditahan, menangislah! Iya, aku tahu kok MOS enggak akan langsung selesai begitu kamu nangis dan teriak, tapi setidaknya perasaanmu lega. Setelah itu, lanjut tidur. Dengan tidur, kamu bisa sejenak melupakan MOS dan begitu bangun, perasaanmu ga secampur-aduk perasaan semalam.

MOS nggak akan selamanya terjadi. Paling lama seminggu, setelah itu senior kembali ke habitatnya masing-masing. So yea, jangan khawatir *sekaligus menenangkan diri sendiri*.

Oh, btw, jika kamu mencari jawaban untuk teka-teki makanan (iya, aku tahu itu ngeselin, tapi mau bagaimana lagi?), barangkali daftar ini bisa membantu. Silahkan cek halaman Kompas Forum.

11/07/10

I adore bokeh effect

Aku suka suka suka banget sama bokeh effect. Menurut aku, effect ini baguuuuus banget. Indah banget dilihatnya. Ada kesan tersendiri deh begitu melihatnya. Aku pernah denger gitu istilahnya di manaaaa gitu. Terus, aku suka lihat foto-foto dengan bokeh effect di blog favoritku, hehe. Bokeh effect itu istilah Jepang. Bokeh itu maksudnya fotonya kayak nge-blur gitu. Biasanya sih, orang-orang menggunakan bokeh effect waktu memotret lampu. Kan dilihatnya jadi bagus hoho.

Nah, waktu perjalanan Bandung-Karawang kemarin, aku nyoba-nyoba membuat bokeh effect. Kebetulan aja waktu maghrib terus banyak lampu mobil.

Image and video hosting by TinyPic

failed bokeh effect. Kameranya goyang nih. Jadinya gini deh (kan lagi di jalan tol)



Image and video hosting by TinyPic


Image and video hosting by TinyPic

Menurutku, ini yang 'sempurna' HAHA


Gampang loh ternyata bikin bokeh effect. Kalo caraku sih; ZOOM-in aja terus, terus aktifkan "Macro". Kalo di kamera Canon tombol gambar bunga gitu deh. Lalu, shutter-button-nya ditekan agak lama (atau sampai gambarnya agak nge-blur). Dan, jadi deh bokeh effectnya! Yaa, itu sih caraku loh ya. Tapi, silahkan tanya Mr. Google untuk lebih jelasnya.

Yup, I adore bokeh effect! Wohooooo!

29/06/10

Pertama kali ke luar negeri, euy!

Maaf yo udah lama nggak postingan. Soalnya, selama sepuluh hari aku nggak main-main di dunia maya. Loh, kenapa? Ehem begini. Aku nggak online sepuluh hari karena I went umroh with my family! Hohohoho...

Aku nggak nyangka bisa pergi umroh bareng sama Lila, my sista, Ma en Pa. Selain itu, ini pertama kalinya aku pergi ke luar negeri! Huahahaha, pertama kali ke luar negeri langsung ke Arab ye ckck.

Aku en my pamili mengunjungi 3 kota di Kingdom of Saudia Arabia. Pertama ke Jeddah, pesawatnya juga mendarat di sini. Di Jeddah hanya semalam. Terus, lanjut ke Mekkah. Terakhir, ke Madinah deh. Sampai di Jeddah tuh sekitar jam 11 malam gitu deh. Eh, ternyata kota Jeddah tuh indaaaaaaah banget kalo dilihat dari atas pesawat. Bercahaya. Gemerlapan. Bagus bagus bagus banget. Eh iya, di Jeddah tuh nggak ada motor loh! Di mana-mana mobil. Bahkan, harga mobil di Jeddah tuh murah banget. Makanya, kadang mobil yang udah nggak-bisa-dipake-lagi dibiarkan begitu aja teronggok di sudut jalan
(eh, di Jeddah ada toko yang menjual Porsche dan Lamborghini loh! :p)

Terus, kami ke Mekkah. Nah, kota Mekkah ini disebutnya Kota Haram. Kok bisa? Iyo, maksudnya hanya Muslim aja yang boleh masuk ke dalam kota ini. Madinah juga Kota Haram loh! Tapi, ada juga sih batas-batas wilayah Kota Haram. Hotel tempatku menginap lumayan deket sama Masjidil Haram. Eh iya, setiap satu kali shalat di masjid ini diberi pahala 100.000 loh! Wohohohow, tapi bukan karena itu loh kami selalu shalat di sini. Tapi, karena shalat di sini nikmat banget. Di sepanjang jalan menuju ke masjid ada banyaaaak banget toko en pedagang yang menjual macam-macam barang. Kalo misalnya setelah bubaran shalat, para pedagang saling teriak-teriak menawarkan barang, "10 Riyal! 10 Riyal!" atau "5 Riyal! 5 Riyal!"

Di Masjidil Haram kita nggak diperbolehkan bawa kamera. Kalo mau bawa, sembunyi-sembunyi aja hahaha :p. Di Masjid Nabawi apalagi.

Para penjual di Arab juga bikin ngakak. Kita nanya harga pake bahasa Inggris, eh si penjual menjawab pake bahasa Indonesia. Hahahaha, bisa bahasa Indonesia rupanya. Yasud, transaksi jadi pake bahasa Indonesia, deh! Kadang, kalo lewat di sebuah toko, penjualnya bilang, "Lihat dulu! Lihat dulu!" Lucu, bisa bahasa Indonesia :p

Eh, aku kira Ka'bah tuh letaknya di tempat lain. Ternyata, ada di dalam Masjidil Haram. Ka'bah gede banget ternyata, sementara banyak orang yang mengelilinginya. Eh, ada banyak anak kecil yang cakep-cakep loh di sana, huahahaha. Setelah tawaf, nikmat banget rasanya minum air zam-zam.

Eh iya, kan Arab tuh udaranya panas, terus di mana-mana gurun. Tapi, beneran deh kan pernah aku tawaf siang-siang sebelum dzuhur. Tapi, panasnya tuh nggak kerasa loh. Subhanallah...

Di Mekah en Madinah belanja mulu. Ada banyak toko serba 1 riyal di sana.

Di Madinah, kami shalat di Masjid Nabawi. Hotelnya juga deket banget sama masjidnya. Nah, kalo di Madinah tuh kotanya lebih rapi. Kami ziarah ke makam Rasul, ke kebun kurma, ke medan magnet, ke pemakaman Al-Baqi, en ke Masjid Quba (masjid ini adalah masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah SAW). Eh iya, terus ke percetakan Al-Quran juga loh! Percetakan ini adalah percetakan Al-Quran terbesar di dunia. Aku cuma melihat-lihat Al-Quran yang dipamerkan. Ada Al-Quran terjemahan bahasa Korea juga loh! Terus, dapat Al-Quran gratis pula huhuw :D

Memang sih, waktu di Jeddah, belum apa-apa aku udah pengen balik ke Indonesia. Tapi, setelah sudah sampai di rumah, aku jadi kangen sama kota Madinah en kota Mekkah. Semoga aja suatu hari nanti aku bisa ke Madinah en Mekkah lagi.

Show-off photos! *as usual*

Di Mekkah;







Di depan Ka'bah. Taken by Mama :p



Ini waktu Sa'i. Berfoto bareng Lilaaaa!



Ini di jalan dekat Masjidil Haram. Banyak burung merpati loh!





Ini di Jabal Nur, di belakangnya ada Gua Hiro


Di Madinah;


Masjid Nabawi





Ini waktu di medan magnet. Lucu, ada yang jualan es krim di sana :p





'Little Ben' nih, bukannya 'Big Ben'





Menara Masjid Quba



Oke deh, segitu aja yo foto-fotonya.


19/06/10

Just update

Hola readers, long time no postingan. Soalnya kenapa? Bukannya sibuk sih, tapi karena nggak ide mau posting apaan. Eh, tau-tau kemarin malem ide muncul gitu aja mau nulis postingan.

Aku sebenarnya mau updet aja sih, nggak cerita macam-macam. Tapi, blog di http://playingwords.tumblr.com/ dan http://diatrinari.wordpress.com/ tetap udpet dong! (masa tiga-tiganya nggak updet sih? -,-). Yang paling updet mah blog kecil-kecilan di twitter. Hahahaha.

Aku cuma mau pamer foto kok (halah!). Kemarin malam barusan di uplot ke flickr. So, here are;




Kalo mau lihat foto-foto lainnya, check my flickr page! xD

Maaf yo kalau foto-fotonya nggak menarik. Yeah, sekarang aku lagi mencoba untuk menjepret sebanyak mungkin objek yang lumayan menarik. Yeah, I still an amateur photographer. Oh iya, aku udah nyoba loh menghasilkan foto dengan bokeh effect. Beneran deh, aku jatuh cinta sama foto-foto dengan bokeh effect. Baguuuuus banget dilihatnya. Ternyata gampang. Tapi, fotonya dihapus tuh jadi ga bisa di-uplot.

Oh iya, selama sepuluh hari juga aku offline dari dunia maya (oh bye bye dunia maya!). Kenapa? Huahaha, ntar tak kasih tau deh. Yang jelas, tadi malam aku sibuk packing.

Eh iya, urusan daftar ulang juga udah beres, alhamdulillah. Tinggal menunggu ijazah keluar deh. Daaan, aku tinggal liburaaaan huahahaha *devil's laugh*.

Oke dah, itu aja deh updetannya. Aku hanya ingin menunjukkan pada dunia maya bahwa k i k a says belum menghembuskan nafas terakhirnya.

04/06/10

Bukan Percy Weasley, kakaknya Ronald Weasley

Yuhuwww, dua buku Percy Jackson udah habis dilahap olehku. Udah lama sih, tapi postingnya baru sekarang. Kurasa aku naksir sama Percy deh. Habis, barusan aku baca ulang buku pertamanya.

Awalnya sih, waktu lihat poster filmnya gitu di majalah. Aku jadi penasaran en pengen nonton. Tapi kan, nggak ada 21 di Karawang (oh, menyedihkan sekali). Terus, waktu di toko buku aku lihat ada novelnya. Eh, tapi bahasa inggris, rek. Doh, berapa lama coba bacanya? Trus, harganya mahal pula.

Suatu hari, kebeli juga akhirnya buku pertamanya - Percy Jackson and The Lightning Thief. Tapi, bacanya di-delay dulu, kan harus belajar buat test Smansa. Tapi, di tengah-tengah belajar baca Percy Jackson juga sih hehe. Cuma ngintip-ngintip doang nggak dibaca bener-bener.

Gara-gara baca Percy Jackson jadi tahu nama-nama dewa. Ada Poseidon, Hades, Athena, Zeus... Taunya sih Zeus dan Athena (maksudnya yang akrab di telinga). Poseidon juga pernah denger, di manaa gitu dengernya. Aku kira apaan ternyata nama papanya Percy.

So yea, Percy itu ternyata blasteran (julukan untuk anak setengah dewa setengah manusia). Poseidon kan Dewa Laut, jadinya Percy bisa bernapas di dalam air. Oya, Percy juga mengidap disleksia dan gangguan pemusatan perhatian. Berkali-kali dia dikeluarkan dari sekolah. Nah, dia punya sahabat namanya Grover. Grover ini satir, tugasnya mencari anak blasteran terus membawanya ke Perkemahan Musim Panas. Tempat ini tempat berkumpulnya anak-anak blasteran. Jadi tuh, kayak semacam Hogwats-nya. Sosok Grover mengingatkan aku sama Mr. Tumnus di Narnia. Grover juga berkaki kambing, punya janggut, en pinter main suling. Dia pelindung Percy loh! Uhuy, I wish Grover was my best friend :p

Eh iya, di Percy Jackson juga ada centaurus en pegasus. Dan ada berbagai macam monster.

Abis baca bukunya jadi pengen nonton filmnya. Huuu, nunggu VCD-nya keluar aja deh.

31/05/10

Finger crossed

Seminggu nggak nge-posting kayak udah sebulan aja nggak nge-posting (hey, padahal seminggu loh! S-e-m-i-n-g-g-u!). Oke, jadi diriku ini nggak nge-posting selama seminggu karena harus bercengkrama dengan test seleksi di Smansa. Ahahaha, akhirnya setelah sekian lama menunggu, kau datang juga, wahai test seleksi!

Sehari sebelumnya, aku stay di rumah. Walaupun orang-orang serumah pergi ke Jakarta. Pengen ikut sih sebenarnya tapi kan besok... Oke, demi Smansa, demi laptop! Aku meneriakkan kata-kata itu di dalam hati. Maksudnya buat menyemangati gitu loh.

Hari pertama disuguhkan Bahasa Indonesia dan IPA. B.Indo gampang loh, hahaha. Ada soal yang menanyakan arti kronologis, pemilihan kata itu disebutnya frasa atau diksi, terus.... aku lupa. Kalo IPA, yeah, fisikanya lumayan lah bisa dihitung-hitung. Lah, ini biologinya JAUH dari yang aku pelajari kemarin! Pertanyaannya tuh bikin aku berdebat sama diri sendiri. Makanya, pas udah selesai aku baca lagi soal-soalnya berulang-ulang. Jawabannya hampir mirip, makanya harus teliti menjawab.

Terus, hari kedua disuguhkan Bahasa Inggris dan Matematika. Olalala, ketemu lagi deh sama Matematika (halo Matematika!). Bahasa Inggris nggak segampang B.Indo. Soal-soalnya tuh kebanyakan fill in the blank. Dan...., matematika. Jangan tanya deh, aku udah angkat bendera putih. Pengawasnya datang telat dan belum juga sepuluh soal terselesaikan, waktunya tiga puluh menit lagi.

Hari ketiga IPS. Kalo boleh jujur, soal-soalnya lebih membingungkan daripada biologi. Aku jawab aja berdasarkan feeling dan menurut pengetahuanku.

Soal-soalnya kebanyakan nggak sesuai sama yang dipelajari. Terus, seolah menguji sampai di mana kemampuan en pengetahuan kita.

Waktu sepulang test, rasanya otakku masih ada di dalam ruang test. Berkali-kali aku menyilangkan jari-jariku saat mengerjakan.

Terus, tibalah psikotes. Yeah, begitulah psikotes. Mengerjakan soal tapi pake waktu dan waktunya harus digunakan baik-baik. Ada tuh soal-soal matematika dan waktunya cuma berapa ya? Kalau nggak salah 7 atau 8 menit gitu. Sederhana sih soal-soalnya tapi kan ngitungnya itu loh.

Yeah, semoga aja diterima deh. Soalnya, kalo misalnya diterima aku punya beberapa misi yang harus dikerjakan (halah!). Yeah, aku sudah memberikan yang terbaik, udah berusaha. Semoga ya Allah, diterima.

PS. oh iya, pengumuman seleksinya tanggal 8 Juni. Ha, masih seminggu lagi.

19/05/10

Selalu ada buku yang bisa dibaca


Akhirnya Breaking Dawn habis juga dilahap olehku. Aku melahapnya dari hari Kamis minggu kemarin sampai hari Selasa kemarin. Nah nah, berapa hari tuh? Lima hari, yeah. Waktu di tengah-tengahnya aku sempat bosan, pengen ganti buku aja, pengen cepet-cepet selesai. Terus, aku baca aja terus. Lama-lama nggak bosan lagi deh.

Breaking Dawn dibagi jadi tiga buku (maksudnya kayak tiga part gitu deh). Buku kesatu itu dari sudut pandang Bella. Wuhuiiii, Bella nikah sama Edward. Tentu saja, Bella mau. Kan Edward mengajukan syarat ke Bella - kalo Bella ingin Edward yang mengubahnya jadi vampir, berarti Bella harus nikah sama Edward. Yeah, tentu saja waktu Bella memberitahukannya ke orang tuanya, mereka langsung kaget, tapi nggak marah si Bella kawin muda :p malahan mereka bahagia.

Terus, buku kedua dari sudut pandang Jacob. Hahah, kebanyakan sih percakapannya dalam wujud serigala. Tapi, lumayan seru juga diikuti. Apalagi Seth Clearwater! Wuhuiiiii, saya suka sama dia. Dia satu-satunya werewolf yang berteman baik sama vampir, apalagi sama Edward.

Buku ketiga dari sudut pandang Bella lagi. Kali ini, si Bella udah melahirkan dan punya anak perempuan. Namanya Renesmee Carlie Cullen. Matanya mirip sama Bella - warna cokelat, wajahnya rupawan mirip Edward, en rambutnya ikal seperti Charlie, papanya Bella. Renesmee ini setengah vampir setengah manusia. Makanya, waktu Renesmee masih ada dalam kandungan Bella, si Bella harus minum darah (padahal waktu mengandung, Bella masih manusia). Nama Renesmee gabungan dari Renee (mamanya Bella) dan Esme (mamanya Edward). Terus, Carlie gabungan dari Carlisle (papanya Edward) en Charlie. Nama panggilannya Renesmee itu Nessie (Jacob yang memberi nama panggilan itu). HAHAHAHAHAHA, hampir ngakak waktu baca nama panggilan Renesmee.

Maaf deh, aku kelewat malas untuk menceritakannya sampai habis. Kalau berminat, silahkan baca! Atau nggak baca aja artikel di situs Twilight Wikia.

-----------------

Tau nggak, hari-hariku jadi amat sangat bosan tanpa buku bacaan (apalagi dengan status saya sekarang yang udah jadi pelajar-mau-naik-ke-kelas-sepuluh-sebentar-lagi). Nyaris nggak ada yang bisa dilakukan waktu siang bolong - hanya online, baca, tidur siang (yang nggak disengaja), dan melakukan kebiasaan seperti manusia lainnya. Jadi, waktu siang hari tiba, aku habiskan aja waktuku buat baca. Dan sekarang Breaking Dawn udah habis, aku baca aja deh buku-buku lama. Aku baca Because of Winn-Dixie yang udah habis semalam, terus sekarang lagi baca Matilda.

Oh tolong deh percepat waktu. Panggil Doraemon. Aku pengen cepat-cepat meninggalkan statusku yang sekarang dan menjadi pelajar-yang-udah-kelas-sepuluh dan mengerjakan setumpuk PR lagi - bukannya membaca buku-buku pelajaran persiapan ujian.

ps. MINGGU DEPAN UJIAN SMANSA, YEAAAAAH!!!!

17/05/10

6 days...

Aku belum sepenuhnya bebas. Kenapa? Soalnya masih harus berkutat dengan soal-soal test seleksi di Smansa. Apa itu Smansa? Smansa itu SMAN 1 (atau kau bisa menyebutnya salah satu RSBI di Karawang). Yeah, aku tahu aku tahu. Karawang kota kecil sih. Jadinya, cuman ada satu RSBI en SMA favorit lainnya selain Smansa (SMA 5, SMA 3, en SMKN 1 - ini juga RSBI sama-sama test).

Testnya dimulai hari Senin nanti tanggal 24 sampai 27 Mei. Terus, dilanjut wawancara bahasa Inggris tanggal 29 Mei. Pengumumannya tanggal 8 Juni. Abuset, nunggu seminggu deh. Tapi, ga pa-pa lah, kan ntar sesudah test bebas lagi yuhuy!

Gimana kalo misalnya gak lulus test?

Dih, gamau gamau! Pokoknya harus lulus. Itu satu-satunya penentu masa depanku. Kalo misalnya aku gagal, hancur sudah semua impianku, sia-sia deh perjuanganku, sia-sia juga bermimpi macam-macam. Yeah, semoga oh semoga, diterima di Smansa amin.

PS. semoga test-nya gak susah!

07/05/10

Akhirnya!

Pengumuman lulus nggaknya seorang pelajar kelas 3 SMP - hari ini. Hari Jumat jam satu siang dan itu udah waktu yang amat sangat telat. Pelajar kelas 3 SMP lainnya (maksudku selain SMP-ku) udah mengetahui nasib mereka. Sedangkan, SMP-ku baru diumumkan jam satu. Shit school..

Hari Jumat paginya aku sengaja nggak dateng ke sekolah (soalnya buat apa coba?). Aku malah menghabiskan waktu baca "The Lost Symbol". Gila, ini buku udah setebal batu bata, penuh sejarah pula. Aku paling malas membaca di saat tokoh bernama Katherine dengan Peter bercakap-cakap tentang sejarah mengenai hal-hal zaman dulu yang dikaitkan dengan penelitian Katherine nantinya (tuh kan, aku juga nggak tau lagi ngoceh apaan). Tapi, emang bener sih pembaca seolah-olah nggak pengen berhenti baca sampai tuntas. "The Lost Symbol" juga banyak vocabulary baru *dalam bahasa Indonesia* - tentu saja. Kalau ada kata-kata yang nggak aku ngerti aku skip aja. Baru sampai adegan di mana si Katherine en Peter ngoceh tentang sejarah, aku langsung nyerah dan mengembalikan bukunya ke rak. Lagipula, aku kan cuman iseng *en sedikit tergoda* buat baca bukunya.

Oke, lanjut.

Selama menunggu jarum panjang menunjuk angka dua belas dan jarum pendek menunjuk angka satu, aku lumayan deg-degan. Gimana nasibku? Ntar aku ikut UN ulangan gak? (kalau begitu harus melahap buku pelajaran lagi deh) Rata-rata nilaiku berapa? Lulus atau nggak?

Kalo misalnya aku nggak lulus, no problem sih sebenarnya. Ntar kalo misalnya gak lulus, aku bertekad untuk mengubah rata-rata yang jumlahnya kecil itu jadi 40 (ha! puas!). Nggak bakal bunuh diri deh. Duileee, nggak lulus aja sampe bunuh diri begitu. Ingat kata d'Masiv, "Hidup adalah anugerah". *tuing*

Sementara anaknya temen Mama udah tau nasibnya dan dia LULUS. Parah, aku kan makin worried.

Akhirnya, aku menerima kertas pengumumannya (yang tampak seperti kertas HVS biasa) dan di situ ada namaku dan nomor peserta ujianku dan tulisan TIDAK LULUS dicoret dan di sebelahnya tulisan LULUS tampak berkilau menyilaukan *di mataku*. Di bawahnya ada angka 32.70 ditulis pake spidol.

ALHAMDULILLAH.

Biarin deh NEM-nya nggak gede-gede amat *bukan 40 maksudku*. Yang penting lulus en hasil jerih payah sendiri, yeah!

03/05/10

Ketika Edward meninggalkan Bella

Yahoo! Dalam waktu seminggu "New Moon" habis dilahap olehku. Aku menyelesaikan 'memakan' buku ini hari Jumat lalu.

Memang sih, saat di tengah-tengah cerita, aku bosan dan pengen baca buku yang lain. Terus, aku berhenti baca sebentar sebelum melanjutkan lagi. Waktu aku melanjutkan baca, aku jadi makin terbenam sama ceritanya. Saat bacanya udah sampai akhir, aku jadi ingin baca kelanjutannya.

Oke, di "New Moon" tuh, Bella dan Edward udah resmi pacaran gitu deh. Terus, keluarganya Edward merencanakan sesuatu buat ultahnya Bella tanggal 13 September. Umur Bella bertambah jadi 18 tahun. Sedangkan Edward - dia kan vampir dan Stephenie Meyer menceritakan kalo vampir hidup selamanya dan bisa memilih umur (maksudnya, jika kau memilih berumur 17 tahun, maka kau akan hidup selamanya menjadi seorang vampir berumur 17 tahun). Tentu saja, masalah umur ini membuat Bella gelisah. Dia kan nggak mau dirinya jadi tua sementara Edward *selamanya* berumur 17 tahun.

Oke, lanjut. Jadi, keluarga Edward memberi banyak banget hadiah. Ada yang kasih kado stereo buat truknya Bella, tiket pesawat buat ke Florida. Terus, waktu Bella mau buka kado selanjutnya, tangannya berdarah kena ujung kertas kado. Dan tentu saja, saudara laki-laki Edward, Jasper (yang belum terlalu membiasakan diri menjadi vegetarian) nggak bisa mengendalikan dirinya saat melihat darah. Keadaan jadi kacau balau deh.

Singkat cerita, akhirnya Edward en keluarganya pergi meninggalkan Bella. Sejak itu, Bella jadi amat sangat menderita dan merasa seolah-olah ada luka menganga di dadanya. Tapi, untung deh ada Jacob Black (yang ternyata seorang werewolf - mungkin bukan seorang ya? Seekor, mungkin). Jacob membuat Bella tertawa dan menjadikan Bella seperti 'manusia' lagi. Jacob mengajari Bella naik motor dan mengajak Bella terjun bebas dari tebing.

Suatu hari, Bella tergoda buat terjun bebas dari tebing. Dia langsung melakukannya tanpa menunggu Jacob. Dan, saudara cewek Edward, Alice (yang bisa melihat sesuatu lewat pikirannya) menduga kalau Bella mau bunuh diri. Padahal kan, Bella cuma iseng. Timbul deh masalahnya. Edward jadi merasa bersalah begitu tahu kalau Bella bunuh diri dan segera pergi ke Volterra. Itu tempat di mana keluarga vampir paling tua tinggal. PS. kalau mau cari mati, aku rekomendasikan: pergilah ke keluarga vampir itu.

Alice segera menemui Bella dan berdua deh mereka pergi menyusul Edward. Akhirnya, Edward nggak jadi 'mati' dan tinggal bersama Bella.

Kadang-kadang di Twilight Saga ada adegan yang lucu juga. Misalnya di "New Moon". Aku ketawa waktu baca:

"Bukan Jacob namanya kalau tidak bisa mengakali perintah," gumam Emily. Ia memandangiku, dan tak satu pun dari dua bagian wajah yang dulu cantik itu terlihat ramah. "Jadi, kau ini si cewek vampir."


Aku mengejang. "Ya. Kalau kau cewek serigala?"

Emily itu tunangannya Sam, pemimpin para werewolf - kalau bisa dibilang begitu. Makanya, Bella bilang, "Kalau kau cewek serigala?" Hahaha, I love Bella Swan, yeah!

Tertarik untuk nonton filmnya? Ah, biasa aja. Bagiku cukup baca novelnya aja dan melihat foto-foto dari filmnya (setelah baca novelnya, tentu saja - biar bisa membayangkan).

29/04/10

Brother Bear


I watched this movie yesterday and I do love it! This movie is really really awesome. I love the soundtracks, and of course, Koda!

Gambarnya juga keren, bagus. Aku suka loh. Apalagi saat adegan di mana 'cahaya menyentuh Bumi' dan aurora! (settingnya memang di Kutub, waktu masih ada mammoth).

Padahal nih film udah lama, tapi aku baru 'membuka mata' sekarang kalo film ini amat sangat keren dan bagus dan indah dan menarik dan lucu. Aku ketawa waktu lihat ekspresi Kenai (yang udah berubah jadi beruang) cemberut gara-gara menghadapi ulah Koda.

Aku udah download soundtracks-nya. Baru tiga sih. Tapi, emang tiga lagu itu yang paling aku suka. Aku download "Look Through My Eyes" (bagus bagus bagus lagunya!), "Welcome", dan "On My Way." Hey, ada nggak sih CD soundtrack-nya di toko? Pengen beli -.-

Ceritanya tuh, ada tiga bersaudara; Sitka, Denahi, dan Kenai. Terus, ada upacara menuju-proses-dewasa gitu deh buat si Kenai (Kenai emang anak yang paling bungsu). Nanti, di upacara itu mendapatkan sebuah totem (benda sebagai petunjuk hidup gitu deh). Dan Kenai mendapatkan totem beruang yang melambangkan kasih sayang. Kenai nggak suka sama totemnya dan Denahi terus ngeledek si Kenai.

Yeah, sebelumnya sih tiga bersaudara itu menangkap ikan sebelum pergi ke upacara. Terus, ikan-ikan itu dimasukkan ke keranjang dan diikat ke pohon. Masalahnya, Kenai nggak mengikat talinya dengan kencang dan keranjang jatuh *dimakan beruang deh*. Kenai jadi marah terus mengejar beruang itu. Dia nggak peduli sama totem-nya.

Dan, akhirnya Kenai diubah sama Sitka, kakaknya (yang mati karena jatuh dari gletser *terus berubah jadi roh*) menjadi beruang. Dan begitulah, Kenai melihat dunia lewat mata beruangnya dan bertemu dengan Koda.

*Maaf deh, aku kelewat malas untuk menuliskan ceritanya di sini.

Tapi, akhirnya Kenai lebih memilih untuk jadi beruang.

24/04/10

We got bored and we didn't open our school books

Seminggu tanpa belajar amat sangat membosankan. Yeah, tentu saja nggak ada kegiatan belajar-mengajar lagi buat kelas 3. Mau belajar apa coba? Buku-buku yang dipinjamkan sama perpus udah dibalikin semua. Ya udah deh, kelas 3 melewatkan hari dengan bosan, bosan, dan bosan. Nggak ada lagi yang bisa dilakukan. Hanya saling menatap muka teman, mengobrol, bergosip, ketawa, main laptop, foto-foto, main hape, baca (maksudku baca novel atau majalah), dan mendapatkan bosan.

Sebenarnya, kelas 3 bebas kok keluar-masuk gerbang. Kelas 3 boleh pulang kapan aja. Kalo nggak masuk sekolah? Hahahahah, boleh banget. Tapi, kelas 3 lainnya pada meliburkan diri waktu akhir-akhir minggu gitu deh. Termasuk aku - oke, aku memang pemalas.

Hari Jumat aku sengaja meliburkan diri. Mau ngapain ke sekolah? Yang ada aku nanti malah mengeluh dan bosan dan bengong dan menatap ke arah lapangan *ngeliatin orang-orang yang sibuk lalu-lalang*. Tapi, siangnya aku datang ke sekolah. Tujuannya sih janjian sama temen ke SC bareng-bareng. Yeah, SC mengadakan bimbingan khusus buat yang pengen melanjutkan ke RSBI.

Sekolah sepi, tentu saja. Kecuali anak-anak kelas 1 yang diwajibkan ikut Pramuka dan anak-anak anggota ekskul Angklung yang latihan. Aku menunggu di halaman depan sekolah. Adem, loh! Banyak pohon dan anginnya seger. Terus, karena lagi sepi, aku iseng aja foto-foto. Liat foto-foto yang aku jepret dengan kamera hapeku di sini.

Apa yang aku lakukan selama di sekolah? Well, untuk mengatasi kebosanan (karena aku udah memprediksikan kalau aku bakalan amat sangat bosan), aku sengaja membawa novel. Yeah, bukan novel baru. Tapi, novel yang sebelumnya udah aku baca. Aku bawa Spiderwick, The Boy Who Eat Stars, dan Ways To Live Forever, dan buku grammar saku-ku. Jadi, pagi-pagi sebelum temen-temenku datang, aku baca aja. Kurasa aku mengganti prinsip-ku; "Selalu ada buku yang bisa dibaca."

Siangnya sepulang sekolah, aku masih saja bosan. Dan aku mengatasinya dengan nonton parade film di komputer (I tell ya, nonton film di komputer lebih seru. Tapi, kalo suara sih seruan di DVD player). Bosan nonton film, dengerin musik aja. Eh, bosan lagi. Yasud, baca buku. Bosan lagi, malah ketiduran. Hahahahah, hidupku yang membosankan -.-

Malamnya, aku mencoba untuk membuka-buka kembali buku pelajaran. Aku sengaja nggak mengerjakan paket-paket soal di buku latihan UN semuanya. Kan buat cadangan nanti test RSBI. Dan, belajar IPA lebih asyik daripada MTK.

22/04/10

The Spiderwick Chronicles


Yeah, sebenarnya dari sebelum filmnya ada, aku udah baca semua bukunya. Tapi, waktu itu aku masih SD dan bacanya masih main-main (maksudku nggak benar-benar diresapi gitu deh, makanya nggak ada satu pun adegan di buku itu yang kuingat).

Suatu hari di siang hari yang panas dan membosankan, aku melihat-lihat koleksi buku. Yeah, sekadar untuk mengagumi saja dan berpikir, kenapa banyak sekali buku yang kumiliki. Tatapanku tertumbuk pada lima buku berjudul Spiderwick Chronicles yang berjejer rapi. Aku mengambil buku seri kesatu dan kubaca. Tiba-tiba terbesit di pikiranku untuk membaca ulang semua bukunya.

Oke, jadi siang itu aku lewatkan dengan membaca semua bukunya, meringkuk di sofa, dan berjam-jam membaca. Sehari itu abis empat setengah buku, loh! So, besoknya aku bawa buku keempat ke sekolah.

Aku suka suka suka banget memandangi gambar-gambarnya. Oh, I wish I could draw those pictures. Aku suka suka suka banget tokoh Jared Grace. Dia keren, oh ya ampun! Setiap berpetualang, dia selalu bawa-bawa ranselnya dan memakai jaket. Huaaaa, keren keren keren banget! Hahaha, ntar kalo berpetualang, bergaya kayak Jared juga, ah!

Aku pengen nonton filmnya, tapi nggak punya VCD-nya. Yasud deh, trailer-nya kutonton berulang-ulang. And guess what? Aku download wallpaper Spiderwick dan kujadikan gambar desktop.

Oh ya, satu hal yang kutahu. Jika ada kucing atau anjing hilang di daerahmu, berarti ada segerombolan goblin di daerahmu. Goblin suka memanggang kucing, terus dimakan. Makanya, mereka suka menangkap anjing dan kucing. Versi goblin di Spiderwick lebih mengerikan, nggak kayak yang aku baca di buku lain.

Dan sekarang, aku sedang membaca ulang lagi buku pertamanya. Oh ya, aku sudah menyelesaikan membaca kelima bukunya hari Rabu kemarin.

19/04/10

My friends made a blog cause of tugas

Aku pernah kan menceritakannya pada kau, hey, pembaca, kalau kelasku punya tugas bikin blog? Well yeah, aku minta alamat blog ke temen-temenku. Nggak semuanya sih. Ada yang search di google pake nama lengkap mereka, ada yang sengaja ngintip-ngintip waktu mereka menuliskan alamat blog. Oh yeah, aku check blog mereka, terus aku komen, hahahah.

Honestly, postingannya masih dikit, dan template-nya masih pada simple (maksudku masih template dari blogger-nya). Dan, ashwygsdaygdyw! They made their blog on Blogger.com! Semuanya! Oke, good, nggak pada ce-es ya bikin di WordPress. But, never mind. WordPress oke juga kok. Salah satu alasan kenapa nggak pada bikin di WordPress adalah soalnya di Blogger lebih gampang. Yeah, terserah kalian deh.

Tapi, beberapa yang aku baca blog mereka, postingannya kayak search di google. Memang sih. Kata Mr. D, postingannya itu harus artikel bebas. Tapi, belum tentu kan artikel bebas macam gitu? Artikel bebas bisa apa yang ada dalam pikiran, pendapat, dan kebanyakan mereka mengulas tentang berita.

Oke, ogah deh aku posting tentang berita gitu di blog. Aku lebih suka bikin postingan tentang kehidupanku yang aneh bin ajaib dan pendapat-pendapatku. Kadang-kadang, cerita fiksi juga sih!

Lihat aja WordPress-ku. Nggak ada artikel tentang berita gitu. Menyedihkan deh. But hey, daripada nggak ada postingan sama sekali, kan? Kebanyakan aku menulis postingan tentang kehidupanku yang aneh.


Yeah, mudah-mudahan blog-blog mereka nggak dicampakkan begitu aja kayak permen karet. Dan, mudah-mudahan mereka terus updet deh (ps. terus mereka mengganti template blog mereka).

17/04/10

That vampire is Edward and his girlfriend is Bella


I finished read this book this afternoon. Kubawa buku ini ke sekolah selama beberapa hari. Aku beri tahu ya, waktu yang tepat untuk membaca buku di sekolah adalah saat pagi-pagi, saat belum semua orang datang. Di situ sepi. Nggak ada yang berisik, atau lari-larian di kelas, atau nyanyi-nyanyi, atau teriak-teriak di kelas. Dan, ternyata tadi pagi buruk. Sekolahku jadi tuan rumah dalam sebuah acara olahraga gitu deh (se-kabupaten) dan pagi tadi kulewatkan dengan mendengarkan musik yang disetel keras-keras di lapangan (mungkin maksudnya untuk mengisi pagi yang indah, haha). 


Aku berkonsentrasi untuk membacanya dan tebak deh. Aku nggak tahan sama suara musik yang keras itu. Tahu nggak, seolah-olah musik itu mencoba mengalahkanku, dan musik itu menang. Aku menyerah karena nggak bisa konsen sama buku.


Kalau suasananya nggak kayak di perpustakaan gitu, mana bisa aku baca buku dengan damai dan tenang? Tapi, lalu salah seorang temanku datang *sambil bawa buku juga*. Dia cuma baca sebentar novel yang dia bawa, terus berhenti.


Balik ke topik.


Aku suka sama tokoh-tokoh di novel ini. Aku suka sama Bella dan Alice. Tapi, aku nggak terlalu naksir sama si Edward. Aku juga suka sama gaya bahasa yang dipakai. Lebih asyik bacanya. Aku jadi terlarut dalam kehidupan Isabella Swan (tapi mendingan aku panggil Bella aja deh, soalnya Bella lebih suka namanya dipanggil Bella).


Bella itu hampir sama denganku. Dia itu kalem di sekolah dan merasa orang-paling-asing di sekolahnya soalnya dia baru aja pindahan. Dia merasakan tatapan teman-temannya ketika dia berjalan melewati mereka (tentu saja dengan tatapan aneh). Yeah, aku juga pernah merasakan itu.


Dia nggak minta kenalan ke orang duluan. Sama deh kayak aku. Kurasa nanti akan ada orang yang kenalan denganku akhirnya.


Dan tentu saja. Gara-gara baca novel ini, aku jadi beranggapan tiap orang yang berwajah pucat itu vampir. Mungkinkah vampir itu beneran ada? Tapi, Edward bukan vampir kebanyakan yang bisa kau bilang kalo vampir itu berubah jadi kelelawar, tidur di peti mati, keluar hanya di malam hari. Edward nggak gitu kok! Dia emang minum darah, tapi dia berusaha untuk 'lebih bersahabat' dengan manusia dan bisa kusebut Edward-Vampir-Baik. Asal kau tahu saja, Edward memburu binatang, bukan manusia.


Aku nggak pengen menonton filmnya. Baca bukunya aja deh. Dan aku pengen baca kelanjutannya: New Moon.

PS. aku beli yang cover film.

14/04/10

Stuck in the moment with UAS

Has done! Aku langsung berderap dari sekolah untuk cepat-cepat mengetik postingan ini. Oh yeah! Akhirnya aku telah menyelesaikan semua ujian sekolah yang super duper menyebalkan, mengerikan, menyeramkan, dan menjengkelkan itu. Faktanya sih iya, aku nggak perlu datang ke SMPN 1 Karawang lagi untuk ikut ujian. Tapi, ntar akhir bulan Mei aku harus ikut ujian seleksi di Smansa. Hope I can continue my study in Smansa :) *oh, study hard again!*

Kurasa lebih mendingan deh Ujian Nasional daripada Ujian Praktek dan Ujian Sekolah. Pelajaran-pelajaran di Ujian Sekolah itu pelajaran yang kurang aku suka: Agama, PKn, IPS, TIK, Seni Budaya, dan Bahasa Sunda. Really, aku malah nyantai-nyantai aja sepertinya menghadapi si Ujian Sekolah. Tapi, kalo Ujian Nasional kayaknya lebih siap.

Aku membayangkan gimana kalo seandainya pelajaran Bahasa Sunda diganti selamanya jadi pelajaran Bahasa Spanyol atau Bahasa Prancis, ah, pokoknya pelajaran bahasa luar negeri deh! Kan asyik tuh.

Dan, I miss doing homework. Udah cukup deh menghadapi ujian. Aku pengen mengerjakan PR aja. Lebih asyik dan bisa lihat buku.

Oh yeah, aku jadi tertarik lagi bisa memainkan One Time di gitar. Chords-nya sih OK, tinggal search di internet dan tada, tinggal dihapalin deh! Tapi, masalahnya sekarang, gimana cara nge-genjreng senarnya?

10/04/10

Hasta la vista, Ujian Praktek!

Haha, senang sekali rasanya udah melalui si Ujian Praktek yang mengerikan, menyebalkan, mengesalkan, menjengkelkan, dan menyiksa itu. Oh yeah, bener kata temen aku, lebih serem Ujian Praktek daripada ujian tertulis. Soalnya, aku nggak terlalu jago sama yang namanya 'praktek.'

Hari pertama udah disuguhi oleh Agama dan IPA (ini nih si IPA yang super duper menyebalkan!). Agama mah masih mending, hafalan surat-surat pendek, doa-doa shalat jenazah, dan shalat fardhu. Eh, taunya malah praktek shalat fardhu Subuh. Mana pake doa Qunut-nya lagi! Mana aku hapal! Makanya, aku sebisanya aja (padahal mah nggak hapal sama-sekali hahah!). IPA apalagi, praktek menyusun rangkaian listrik.

Praktek Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda, dan Bahasa Inggris lumayan gampang. Ngarang cerita. Bahasa Indonesia menceritakan kembali cerita Malin Kundang yang didengar dari radio, Bahasa Sunda menceritakan dari gambar, dan Bahasa Inggris menceritakan pengalaman (aku menceritakan waktu hilang di sebuah mal).

Dan, ini dia puncaknya.

Praktek olahraga lari keliling stadion 400 meter dan Seni Budaya itu drama. Okay, penyiksaan ini namanya. Lari 400 meter muterin stadion aja capeknya minta ampun. Hampir pingsan di tempat, dan aku hampir aja sampai di finish urutan terakhir!

Seni Budaya apalagi. Don't ask me that tapi lumayan sukses. Ha, I don't care, yang penting dapat nilai dan Ujian Praktek berakhir.

-----------------------------------------------

Oh, and I'm saving the best for the last.

I've bought new JB's album!


Hahahahahah, puasnya diriku! Setelah drama selesai, aku langsung berderap menuju toko CD dan GOTCHA! Si JB's new album udah bersandar manis di rak. Sampai di rumah, langsung aku copy lagu-lagunya ke my lovely computer. Lagu yang aku sukai dari album barunya : Never Let You Go, Stuck In The Moment, Eenie Meenie, That Should Be Me, dan Up.