18/04/11

Pilihan


Aku sedang menekuri televisi -- mencari tahu apa yang sedang terjadi dengan dunia akhir-akhir ini, di suatu hari libur yang membosankan. Kemudian, aku tertidur dan aku bermimpi.

Aku makan bubuk bom.

Ada dua bungkusan berisi bubuk berwarna cokelat tanah di dalam ranselku, salah seorang teman memberiku kedua benda itu. Dan tentu saja, aku baru tahu ada bom dalam bentuk bubuk. Tertulis angka 6 dan 8 di kedua bungkusan itu. Reaksi bom dari bungkus nomor 8 lebih keras daripada bungkus nomor 6, teman itu memberitahuku, jadi kupilih pilihan kedua, entah karena pengaruh apa.

Kuambil secukupnya karena aku lumayan khawatir akan reaksi yang bakal ditimbulkannya dan kukulum bubuk cokelat itu. Rasanya pahit dan dalam sepersekian detik, bubuk itu melumer di dalam mulutku. Kemudian, aku merasa sangat lelah dan dadaku menjadi sesak.

Kupejamkan mataku, menunggu bom itu meledak di dalam tubuhku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya, Kawan. Maaf komennya dimoderasi. ^,^