27/11/10

School-free-day post

School-free-day on this Saturday cause of Teachers Day. Wew, seems like a magic when I was on twitter and read timelines that there was no school for Saturday. Waktu pengumuman libur diumumkan, aku udah pulang dan untungnya sepulang sekolah aku langsung log in ke twitter. Kalo nggak, mana aku tahu kalo besok libur. Aku berani bertaruh, setelah pengumuman itu diumumkan, berpasang-pasang kaki menari tap di lapangan – merayakan hari libur walaupun cuma sehari. Well yeah, kan jarang-jarang tuh Smansa memberikan libur walau hanya sehari kepada seluruh warganya *apalagi para peserta didiknya*. Dengar, sekolah lain udah meliburkan peserta didiknya waktu hari Kamis, sementara Smansa nggak. Dan amazingnya, liburnya waktu hari Sabtu uhuy!

Kebetulan, di hari Sabtu my-adorable-sista ikut manasik haji untuk ke-tak-terhitung kalinya. Aku memutuskan untuk ikut, hitung-hitung bernostalgia gitu deh *hasyalala*. Terus, daripada di rumah ngapain coba?

Banyak anak kecil di MDA-nya si Lila yang memakai pakaian ihrom dan sibuk lari-larian di lapangan. Ada Ka’bah juga wahahaha *ya iyalah /plaks*. Tapi, dalam ukuran mini dan ada Hajar Aswadnya juga! Tapi, bukan beneran lah cuma kertas aja gitu dibentuk kayak Hajar Aswad. Ekspresi si Lila dari mulai wukuf sampai tahallul datar aja en nampak…bosan. Well yeah, tentu aja. Dia kan udah ke-tak-terhitung kalinya ikutan manasik haji. Atau mungkin karena dipantau sama kakaknya yang paling culun di kelas ini kali ya terus dia jadi pundung gitu?

Betewe, still remember about my Anyaman Projects? Proyek yang kukumpulkan udah dinilai sama Mr. T dan tebak nilainya berapa coba? Enam puluh lima. Pas. Nggak ada plus nggak ada min. Eh, udah bergetar jemariku memegang kuas, tanganku yang belepotan tinta, dan mukaku yang bersimbah peluh, dikasih nilai enam puluh lima? Oh gosh, mendapatkan nilai delapan puluh dari Mr. T emang susahnya minta ampun (yah, kecuali jika kau seorang calon seniman). Nah, Mr. T memberikan proyek lagi nih. Kali ini, anyamannya bentuk lingkaran gitu. Nah, lingkaran itu kan identik dengan jangka, jadinya menebalkan garisnya itu pake jangka yang udah dibubuhi oleh tinta. Terus, tebal goresan tintanya itu harus 0,8 mm. Bisa dibayangkan gimana rempongnya memutar jangka yang dibubuhi oleh tinta? Alhasil deh, belepotan ke mana-mana terus terancam goresan garisnya ketebelan (baca: lebih dari 0,8 mm).

Dan itu membuatku mikir. Harus cari jangka yang bisa buat drawing pen berukuran 0,8 mm nih. Dengan begitu, nggak usah berkutat ria dengan tinta hahahaha *dilempar sekardus drawing pen oleh Mr. T*.

Oh iya, ngomong-ngomong tentang tugas, Mr. M memberikan tugas nih mengerjakan berlembar-lembar soal Math di workbook. Terus, dikumpulkannya awal Desember gitu. Haha, gampang deh tinggal lihat ke temen yang udah mengerjakan semua soal hahahaha *dilempar buku paket Math versi bahasa Inggris sama Mr. M*.

Ngeh, udah ah. Maaf ya udah berminggu-minggu aku nggak posting. Selamat bermalam minggu.

09/11/10

Arahkan, fokuskan, dan click!

Masih ingat dengan ‘pemujaanku’ dengan DSLR? (oke, ini berlebihan). Maksudku, masih ingat dengan minatku terhadap DSLR? Well, Mr. N, guru fotografi menugaskan kelasku semacam sesi pemotretan yang melibatkan model, director, wardrobe, dan fotografer – tentu saja. Jadi, pertama-tama, kami bikin storyboard-nya dulu. Misalnya, storyboardnya gambar seorang gadis bergaun pink memeluk Teddy Bear sambil tersenyum ceria ke arah kamera. Terus, bikin scenenya. Scene itu deskripsi dari storyboard. Terus, bikin job description. Habis itu, langsung memulai sesi pemotretan deh!

Sesi pemotretan dilakukan di luar kelas en di dalam kelas, tergantung storyboardnya. Nggak pake lampu-lampu-gede-yang-bersinar-terang-langsung-di-mukamu kayak di photo studio. Tapi, cuman pake flash yang dipasang di DSLRnya.

Storyboard kelasku macam-macam. Ada yang tentang ulang tahun, anime, seorang cewek yang ditinggal mati dan blablabla. Storyboard kelompokku tentang seorang siswi SMA yang stress karena belajar (duile, berlebihan bet lah). Jadi, siswi SMA itu duduk di kursi dan di atas meja bertebaran buku (kebanyakan sih buku Math – pis ah Mr. M!). Rambut siswi SMA itu acak-acakan saking stressnya menyelesaikan suatu soal Math. Bukan aku loh yang jadi modelnya hehe. Aku mengajukan diri untuk menjadi FOTOGRAFER. Kau tahu kan maksudku? Jika aku jadi fotografer, itu berarti aku bisa menyentuh DSLR! Brilian banget, kan? #lupakan.

Modelnya udah siap duduk di kursi dan di atas meja buku-buku telah disebarkan dan mulailah Sang Fotografer Amatiran beraksi. Aku langsung mengambil alih kamera sementara Mr. N yang mengarahkan. Ngeng, ternyata kameranya berat. Waktu aku lihat dari viewfinder, si model kelihatan dari situ – #tentusajanorakbangetsihkamuini. Mulutku menggumankan kata “wow” begitu DSLR-nya Mr. N meringkuk di tanganku. Akhirnya seorang-pelajar-berkacamata-kelas-satu-SMA-kelas-sepuluh-sembilan-yang-paling-culun-di-kelas menyentuh, memegang, bahkan memotret dengan DSLR! Hasilnya? Unbelievable deh, beda bet sama hasil dari kamera Dad.

Pengalaman baru berkenalan dengan DSLR.

Oke deh, salam cheese dan click!

05/11/10

Oh. Tidak. Aku. Kena. Remedial.

Kau telah terbebas dari belenggu soal-soal yang memusingkan begitu lembar jawabanmu tertumpuk rapi di meja guru. Setelah itu, kau tinggal menarik napas merdeka dan menunggu hasil kerja kerasmu. Begitu hasil kerja kerasmu dibagikan, mulutmu akan menganga lebar dan bergumam, “Ah, hebat. Aku kena remedial”. Padahal, kau merasa kau sudah mengerjakannya dengan benar dan menurutmu soal-soalnya piece-of-cake. Tapi ternyata, kau kena remedial.

Kau udah belajar sampai larut malam dan besoknya kau menjawab soal-soalnya dengan lancar. Tapi, kok bisa sih kau kena remedial? Hm, kalau begitu, kita senasib, kawan. Hm, bukannya aku sombong. Tapi, memang benar kok soal-soal UTS kemarin asa gampang en lacar dijawab.

Remedial itu nggak enak, tapi perlu. Perlu banget buat nilaimu nanti. Tapi, nggak enaknya kau harus berhadapan dengan soal-soal lagi sementara teman-temanmu yang lain asyik menatapmu dengan mulut menyeringai lebar seraya bersyukur nggak kena remedial.