17/07/16

Escapade: Bangkok & Pattaya

Berkesempatan mengunjungi Bangkok-Pattaya lagi setelah 4 tahun lalu. Tidak banyak berubah seperti yang bisa kuingat, kecuali di wilayah MBK dan Siam Paragon. Keinginan untuk mengunjungi Museum Madame Tussauds terpendam sejak mengetahui Bapak Presiden RI pertama dibuat patung lilinnya di situ, dan mengunjungi De Arca Jokjes belum bisa meredakan rasa penasaran. Jadi, sebenarnya tujuan ke Bangkok hanya untuk ke Madame Tussauds sih mueheheh.

Kali ini tidak mendarat di Suvarnabhumi, tapi di Don Mueang. Hari pertama belum lan jalan keliling kota karena sampai di Bangkok maghrib dan langsung tidur di hotel--setelah berkeliling mall dekat hotel untuk mencari makanan halal. Besoknya, langsung bertolak ke Pattaya dengan bus. Tempat pertama yang dikunjungi adalah Big Bee Farm--peternakan lebah yang memproduksi madu murni dan olahannya yang didistribusi ke seluruh wilayah Thailand. Oke, liburanku tidak pernah seedukatif ini sebelumnya karena sebelum berbelanja, seluruh tamu dijelaskan mengenai proses pengolahan, manfaat, cara mengonsumsi, cara menyimpan, keunggulan produk, dan mitos atau fakta mengenai madu. Aku pernah membaca salah satu ayat di Al-quran mengenai sungai madu, dan um, ini bisa menjadi opini yang tidak populer--adakah sungai cokelat di sana karena aku tidak menyukai mengonsumsi madu secara langsung. Tapi, aku cukup senang karena di sana ada makanan olahan madu seperti cokelat (yassss!!!) dan bisa icip-icip sedikit.

Setelah itu mengunjungi Silverlake--perkebunan anggur dengan pemandangan yang lumayan untuk memperindah feeds dan mendulang likes Instagram.


Makan siang di Nong Nooch Gardens dan lanjut nonton Thai Cultural Show dan Elephant Show. Tempatnya luas dengan taman-taman yang bagus dan patung-patung hewan lucu. Sayang, waktu di sini dihabiskan hanya untuk nonton pertunjukan. Kau bisa menyaksikan tarian Thailand dan Thai boxing, dan tentu saja, keahlian para gajah bermain bola, melempar panah, bermain sepeda, melukis kaos yang nantinya bisa kau beli, dan keahlian para gajah untuk membedakan mana uang dan makanan dari penonton. Oke, itu bagian yang paling menarik dari pertunjukan ini.

Lanjut lan jalan ke Floating Market yang hanya dihabiskan dengan duduk sambil makan ketan mangga dan durian. Tempat yang lumayan untuk cuci mata melihat barang-barang lucu.

Tenaga masih harus disisakan untuk mengunjugi Art in Paradise--museum lukisan 4D seperti De Mata Jokjes. Tapi, ini lebih bagus dan lukisannya lebih besar.


Makan malam sambil foto-foto di pinggir pantai dan melihat kehidupan malam di kota Pattaya.

Besoknya bertolak ke Bangkok lagi dengan bus yang sama. Tempat pertama yang dikunjungi setelah sampai adalah Golden Buddha. Setelah itu naik perahu melalui Sungai Chao Phraya untuk menuju Wat Arun. Ini seperti napak tilas pengalaman 4 tahun lalu sih, tapi perjalanan naik perahunya sebentar karena ternyata hanya menyebrang. Bagian yang membuatku senang adalah berhasil menemukan kucing Siam di tempat ini.

Di Golden Buddha


Di Wat Arun

Teman baru
Tempat yang ditunggu-tunggu semua orang dalam satu bus adalah MBK (tentu saja!!!) dan bagiku adalah Museum Madame Tussauds (yeah!!!). MBK dan Siam Paragon adalah dua tempat yang recommended untuk menghabiskan Baht dan cuci mata melihat barang-barang lucu. Hal yang membuatku kesal dan menjerit tertahan seperti seorang penggemar bertemu idolanya adalah bagaimana pengaturan display toko di Siam Paragon--minimalist dan aesthetic, hal-hal yang bisa kau temukan di tumblr dan feeds Instagram masa kini--dan BB8 Sphero dan statue Darth Vader beserta Stormtroopers hampir setinggiku!!!

Museum Madame Tussauds berada di lantai 4 Siam Paragon. Kau bisa menemukan Bapak Presiden kita yang pertama, Lady Diana, Oprah Winfrey, Barack Obama dan Michelle Obama, Mahatma Gandhi, Daniel Craig (yang bikin Ma gembira), Justin Bieber, One Direction (ini bagian terbaiknya terutama untuk fangirls seperti akyu), Albert Einstein, dll dst dsb. Rasa penasaranku terobati sudah mueheheh. Ada sinema 4D tentang Ice Age dan statue Sid, Manny, dan Scrat mencoba menangkap acorn. Well yeah, tentu saja museum ini lebih bagus.



Okay, semoga bisa ke Bangkok lagi mueheheh I just love the vibe--bagaimana orang-orang lalu lalang di trotoar (hal yang tidak lazim kau temukan di Indonesia), toko-toko dan warung makan pinggir jalan yang ramai, rasa makanan yang asam, KETAN MANGGA OH YEAH, dan barang-barang lucu murah meriah.

Kbye

A short getaway to Gembira Loka

Setelah ujian berakhir--dan kolega-kolega yang lain sibuk mempersiapkan diri untuk KKN--aku menghabiskan sisa bulan Ramadan di Solo, bertemu dengan Lil dan Ma. Lumayan. Subsidi makan, jajan, lan jalan, dan ketemu dua adik (baca: Titi dan Greyson si dua kucing). Di Solo pergi ke tempat biasa: Gramed, Luwes, Solo Square, dll dst dsb. Setelah itu, balik lagi ke Jokjes. Karena tiga-tiganya sama-sama sedang tidak puasa, akhirnya Gembira Loka menjadi salah satu tempat yang dikunjungi. Tempatnya sedang sepi, dan hewan-hewan juga sedang bermalas-malasan di kandang masing-masing.

Sebenarnya ini sudah menjadi wacana sejak Desember 2015 lalu, dan akhirnya terwujud juga (karena penguin!!!). Setelah melewati jembatan kemudian bertemu dengan kandang gajah dan seekor orang utan yang sedang duduk termangu. Aku mencoba untuk melambai kepadanya tapi dia tidak melambai balik. Well, oke.

Selanjutnya menuju area burung dan area reptil, harimau, rusa, unta, kuda nil, dll dst dsb. Kandang penguin tidak sesuai ekspektasi seperti di film Madagascar--tapi cukup untuk membuat dua orang gadis menjerit-jerit seperti anak umur 8 tahun (ya, karena lucu sekali astaga). Kandangnya tertutup, kecil, CCTV berdiri di depannya, berada di area burung, dan saat aku dan Lil mendekat, seorang penjaga tengah bersih-bersih seraya dikelilingi empat atau lima ekor penguin. Mereka penguin Afrika, alias penguin yang tinggal di daerah tropis. Sebenarnya itu bagian terbaik dari kunjungan ini.


Papahare