25/01/10

"Kika fesbuk-nya apa?"

Demi troll gunung, ternyata virus main febuk masih mewabah di sekolahku yang tercinta. Well, ternyata belum pada mati semua ya virusnya? Kukira orang-orang pada twitter-an, eh, ternyata masih asyik pada fesbuk-an.

I dunno why I deleted my fesbuk account. Mungkin, karena aku kurang bisa beradaptasi di dunia fesbuk. Jika orang-orang pada saling nulis di wall, wall-ku sepi-hanya berisi status-ku yang nggak jelas. Jika orang-orang pada nge-like status seseorang, status-ku jaraaaaang banget di-like orang *gah emang selera orang-orang apa sih?*. Oh, sungguh malang -,-.

Selain itu, karena aku suka nggak tahan *geregetan* setiap membaca status yang isinya mengeluh, mengeluh, dan mengeluh. Apalagi ditulis dalam tulisan dan bahasa alay. Gah, makin sebel bacanya. Bikin mata berkunang-kunang pula. Keterangan lebih lanjut, silahkan baca postinganku ini.

Kukira temen sebangkuku yang nggak-terlalu-peduli dengan dunia maya nggak bakal bergaul di fesbuk. Eh, ternyata tadi pagi dia bilang dia baru aja bikin fesbuk. Omegah, what a good news, dear!

"Kika fesbuknya apa?" dia bertanya lugu.

"Nggak punya. Udah aku hapus," jawabku.

"Kenapa?" dia bertanya lagi.

"Private reason, sorry," jawabku sok penting. Terus aku melanjutkan, "Yah, males aja fesbukan."

Dia malah manggut-manggut.

"Siapa aja yang udah kamu add?" tanyaku balik.

"Banyak sih. Temenku baru dikit. Aku belum nge-add sekelas," jawabnya. FYI, di kelasku hampir semuanya pada punya fesbuk. Dan nggak ada yang nge-blog sama sekali >,<. Oh dear, jangan fesbukan doang dong kawan-kawanku yang baik!

Ada sih beberapa yang "perhatian" dengan nanya, "Kika fesbuknya dihapus ya?"

Ck, baguslah masih ada yang nyadar saya sudah menghilang dari fesbuk.

Tapi, ada juga yang bertanya lugu, "Emang fesbuk bisa dihapus ya?"

Omegah, demi troll gunung dan demi janggut goblin! Ternyata dia punya fesbuk! awskasdajhdjheh!

Kukira dia nggak punya. Dia kan terlihat kalem dan nggak-ada-minat-sama-sekali-sama-fesbuk. Sebelum aku menghapus akun fesbukku, aku iseng sengaja nyari fesbuknya dia. Tapi, nama-nya nggak ada. Eh eh, suatu hari aku iseng sengaja cari lagi, ternyata ada! Jika aku boleh jujur, fotonya nggak banget! Temennya juga lumayan banyak sih. Dan nama yang ia pakai ada embel-embel gengnya. Gah, ilfil? Saya pikir sedikit. *penampilan bisa menipu rupanya*.

Oh yeah. Terserah mereka sih mau main apa kalo udah connect ke internet. Saya hanya bisa sarankan, guru-guru kalo ngasih PR lewat blog aja *jadinya kan pada ngeblog*, twitter-an *oh I change my mind*, atau YM-an *jadi bisa chatting bareng*, dan e-mail! Oh yeah. Kasihan e-mail hanya untuk tempat e-mail2 dari fesbuk doang -,-

PS. Waaa, this is my 100th post! Omegah, udah lama banget ye saya nge-blog?

22/01/10

I like this poem

Sometimes when I don't want to go
To visit someone I don’t know
They never stop ask me why
She’s shy
They say
She’s shy
Or if we’re leaving someone’s house
They say I’m quiet as a mouse
When I forget to say good bye
She’s shy
They say
She’s shy
Cat’s got her tounge, they always say
She often does clam up this way
She’s silent as a stone today
She’s shy
They say
She’s shy
I’m not shy or if I am
I’m not a mouse or stone clam
I like to look and listen to
What other people say and do
If I can’t think of things to say
Why should I say things anyway?
I don’t see why
That makes me shy


Mary Ann Hoberman

I used to be shy, but now nggak lagi *alhamdulillah*. Sejak kelas satu SMP sampai sekarang *dan aku berharap sampai seterusnya*, aku nggak menjadi a shy girl. I was reading this poem di buku bahasa Inggris. Waktu aku baca, puisi ini bener-bener ngena di hati. Yeah, I used to be shy, but now not again :-3

21/01/10

Being busy

UN tinggal menghitung di kalender, UN hampir dekat, UN bentar lagi, UN tinggal beberapa bulan lagi, semuanya panik. Gezz, so, makin rajin belajar, bukan?

So, I don't know now saya harus menghentikan kegiatan berinternet ria ini (untung speedy di rumah gak diputus, kalo diputus gimana orang-orang serumah bisa pesbukan?).

Aku sibuk sekarang *cielah, gak juga!*. Sibuk les, sibuk belajar, sibuk ngerjain tugas yang tiap hari numpuk, sibuk memikirkan tugas presentasi pake power point, sibuk memikirkan UN, sibuk memikirkan dia *ah nggak!*.

Maaf aku jadi jarang posting akhir-akhir ini. Bukan karena sibuk sih sebenernya, cuman nggak ada yang bisa ditulis aja buat postingan. Nggak ada ide maksudku. Ntar aja ya kalo ada ide muncul postingan lagi ok?

PS. *ntar aja lah break internetannya, kalo UN lol*

08/01/10

Novel biasa dan Teenlit

Antara novel biasa dan teenlit, mana yang lebih kau suka? Novel biasa misalnya seperti novel non-fiksi, novel fiksi, novel fantasi, novel buat anak-anak (tapi buat kita juga cocok kok!). Teenlit misalnya, ah, udah pada tahu kan teenlit? Novel remaja yang isinya remaja banget dan kebanyakan isinya tentang pacaran, pacaran, pacaran! Dan biasanya dibaca cewek. Cowok baca teenlit? Have you ever seen? lol.

Actually, aku lebih suka baca novel biasa, apalagi novel fantasi. Hoho, I really love it! Aku lebih suka berkhayal, berimajinasi, membentuk sebuah pertunjukkan fantasi di pikiranku. Kadang-kadang, aku merasa aku berada di dunia lain. Dunia seperti yang diceritakan di buku. Kalau lagi sebal, aku suka menggumam, "Kalo sekali lagi ngeledek aku, aku akan melancarkan kutukan padamu!" Silly. Padahal kan, nggak mungkin banget.

Kalo di toko buku, aku pasti langsung bergegas menuju rak novel-novel fiksi, daripada ke rak teenlit. Aku lebih suka baca novel fantasi dan buat anak-anak atau mungkin buat semua umur. Aku lebih suka membaca kakak-beradik yang memelihara seekor naga kecil di kamar, membaca seekor tikus kastil yang jatuh cinta pada seorang manusia, membaca seorang anak yang membantu para hantu mencarikan rumah, membaca seorang penyihir yang berumur tujuh ratus tahun tapi umur segitu masih muda, dan banyak lagi deh!

Well, lihatlah. Itu kan buku buat anak-anak, right? But, I really enjoy reading them!

Kurasa, aku kurang suka sama teenlit. Do you know why? As you know, cerita di teenlit kan pasti tentang cinta dan pacaran dan persahabatan. Remaja banget deh! I know, I'm a teen now, but I don't like teenlit.

Perhaps, karena aku suka berkhayal, makanya lebih suka baca novel-novel fantasi.

Hey, tapi nggak selamanya aku suka baca novel fantasi. Aku juga lumayan suka baca novel non-fiksi. Misalnya "Laskar Pelangi" en "Negeri 5 Menara." Well, aku baru baca setengahnya "Sang Pemimpi" dan aku masih punya beberapa novel fantasi yang belum sempat kubaca.

"Negeri 5 Menara" benar-benar menginspirasiku. Ceritanya keren! Selain "Negeri 5 Menara", ada "Harry Potter." I really sure, you know it.

Gara-gara "Harry Potter" aku sampai ingin punya tongkat sihir dan sapu terbang. Well, aku pernah kok berkhayal penggaris tigapuluh senti-ku dijadiin tongkat sihir dan aku lambai-lambaikan, layaknya tongkat sihir beneran (hh, aku pasti sudah gila!).

Tapi, ada satu kok teenlit yang lumayan aku suka. Trilogi D'Angel. Um, ada yang tahu? Karangannya Luna Torashyngu. Lebih banyak petualangannya daripada kisah percintaannya. Um ya, tapi kadang suka di akhir-akhir sih!

Zaman waktu masih SD, banyak banget novel-novel fiksi fantasi di toko buku. Tapi, sekarang udah jarang-jarang. Aku hanya mendapatkan beberapa novel yang menarik minatku. Dulu tuh, lengkap banget koleksi buku Eva Ibbotson di toko dan Goosebumps. Oh, demi jenggot Merlin! Aku sangat sangat sangat ingin punya Goosebumps lagi! Aku hanya punya sedikit seri Goosebumps. But yeah, sekarang udah nggak bisa ditemui lagi. Huaaaaa!

Oh yeah, aku sangat berharap Goosebumps dicetak ulang lagi. Terus, novel-novel karangan Roald Dahl. Waaa, ini dia yang aku suka juga.

Saat ini, beberapa orang temanku lagi gencar-gencarnya nulis novel. Dan oh, membawa novel ke sekolah dan saling meminjam. Well, that's good. Pada minat baca.

03/01/10

Be Trendy Kika!

Bisakah kalian bayangkan jika tidak ada tren fashion di dunia ini? Bisakah kalian bayangkan jika orang-orang tidak dianggap culun atau ketinggalan zaman kalau tidak mengikuti tren? Bisakah kalian bayangkan orang-orang boleh bergaya semau mereka tanpa diikuti tren? Aku rasa tidak mungkin ada hal-hal seperti itu. Tiap tahun, pasti ada tren. Dan oh, akulah salah satu orang yang tidak akan mungkin bisa mengikuti tren. Misalnya, tren memakai skinny jeans telah dimulai sebulan lalu, aku baru mengikutinya dua bulan kemudian. Aku benar-benar menyedihkan, dan culun, kalau kalian boleh mengatakanku begitu.

Aku juga ingin bergaya seperti teman-temanku. Mereka terlihat pas dengan style yang mereka pakai. Mereka terlihat keren, terlihat cantik. Sedangkan aku? Belum tentu kan aku bisa sekeren mereka jika aku memakai style mereka? Mukaku pasti akan terlihat aneh.

Jujur saja. Aku lebih nyaman jika memakai kaus dan jeans serta sepasang sandal yang biasa saja. Tapi, jika aku memakai itu semua dan aku berjalan-jalan di mal dengan dipenuhi orang-orang yang stylish, aku pasti yang terculun di antara mereka. Lagipula, aku kan orang yang tidak pede-an.

Lalu, aku mulai berpikir. Bagaimana kalau dari sekarang aku membeli baju-baju yang stylish? Jika aku memakainya, pasti aku akan terlihat nggak culun. Sesuai gayaku, tentunya. Aku lebih suka bergaya biasa saja. Aku juga tidak suka memakai aksesoris seperti kalung, gelang, dan cincin. Jam tangan aja udah cukup (tuh kan aku culun banget!).

Aku juga ingin banget sekali-kali pakai sneakers kalau lagi jalan-jalan. Tapi, sayangnya, aku nggak pede. Aku paling sebal kalau orang-orang menatapku aneh ketika aku sedang memilih-milih baju di toko. Ya sudah, aku kan jadi tidak ingin beli baju.

Oh ya, kemarin waktu aku di Bandung, aku menemukan dress yang lumayan nice, dan aku pingin! Aku membayangkan bagaimana kalau aku memakai dress ini? Apakah aku akan terlihat semakin aneh? Apakah dress ini tidak cocok denganku? Apakah aku bakal ditertawakan? Aku tidak pernah memakai dress sebelumnya. Aku lebih suka memakai jeans.
Tren apa yang tidak akan pernah ketinggalan zaman? Tren memakai seragam sekolah, tren memakai kaus, tren memakai jeans, dan tren memakai sandal. Lihat saja di sekelilingmu. Tren itu masih tetap ada kan? lol.