30/11/09

Charlie and the Chocolate Factory


Wohoho, last Friday and Saturday, I watched this movie (hoho, yang lain pada posting 2012, aku malah posting film ini. Hhh... enjoy!).

Udah nonton film ini berkali-kali, tapi tetap saja aku nggak merasa bosan dengan filmnya. Entah kenapa. Mungkin, karena ada Freddie Highmore (waaa, Freddie!!!!), cokelat Wonka yang kelihatan yummy, atau mungkin karena ceritanya yang lucu en seru, atau mungkin karena gabungan dari ketiga alasan itu.

Honestly, selama film berlangsung, aku terus mengagumi cokelat-cokelat yang ada di situ. Hmmm....enak banget. Bahkan waktu awal film. Kan ada tuh proses pembuatan cokelatnya. Terus, waktu Mr. Salt (papanya Veruca) menyuruh pekerja-pekerja di pabrik kacangnya buka-bukain cokelat Wonka buat nemuin tiket emas. Hoaa, cokelatnya banyak yang kebuang percuma deh huh :( mending dimakan aku aja haha :)

Banyak juga yang lucu dari film ini. Malam-malam aja aku ketawa ngakak terus gara-gara inget adegan-adegan lucu di film ini.
(sampe sholat-pun batal terus)
.

26/11/09

Memang aku terlihat aneh ya kalau pakai kacamata?

Aku benci mendengar kata itu. Kata yang membuatku sebal. Kata yang membuatku marah. Kenapa sih mereka tega mengejekku dengan kata itu? Apa tidak ada kata yang lebih sopan?

Berkali-kali aku mengutuk diriku sendiri. Kenapa sih aku harus terlahir dengan menggunakan benda satu ini? Yah, tentu saja. Benda ini sangat berguna buatku. Aku tidak akan bisa apa-apa tanpa benda ini. Tapi, gara-gara benda ini juga mereka mengejekku dengan kata yang satu itu. Kata yang selalu dilontarkan teman-teman ketika benda ini bertengger di hidungku.

Kacamata.

Memangnya aneh ya kalau seseorang memakai kacamata? Aku heran deh dengan orang-orang yang berpendapat, memakai kacamata itu membuat culun. Culun. Yeah, culun. Bagiku tidak. Sekarang kan sudah ada berbagai model kacamata. Terus, kenapa masih ada orang yang menolak jika mereka disuruh memakai kacamata. Apa nantinya wajah mereka akan aneh kalau pakai kacamata? Menjadi nerd?

Mata kodok.

Aku sebal setiap kali teman-teman melontarkan kata itu. Aku sebal setiap kali mereka memanggilku dengan julukan itu. Aku sebal setiap kali orang yang berkacamata dijuluki julukan itu.

Mata kodok?

Memang mata kodok terlihat seperti itu, ya? Atau mungkin karena mata orang yang berkacamata terlihat lebih besar jika mereka pakai kacamata? Ah, aku tidak tahu juga.

Mata empat.

Ini juga kata yang selalu dilontarkan teman-temanku. Mata empat. Hei, mataku kan ada dua, bukan empat. Kalian tidak bisa menghitung ya? Atau mungkin, karena kacamata itu berlensa dua, terus seseorang bermata dua memakainya, lalu kalau kacamata itu sudah terpakai seseorang itu jadi terlihat punya empat mata? Ah, aku tidak tahu juga.

Setiap kali mereka melontarkan kata-kata itu, aku selalu berharap dalam hati. Andai saja semua orang di dunia ini pakai kacamata. Kira-kira, bakal ada nggak ya julukan-julukan itu? Kalau misalnya ada, tentu saja orang-orang akan saling menjuluki mereka dengan julukan-julukan itu.

Tapi, ada sebagian orang yang berpendapat, jika seseorang berkacamata, mungkin saja orang itu pintar. Tentu saja, aku sering mendengar orang berpendapat seperti itu. Haha, padahal kan belum tentu. Bahkan, ada orang-orang yang menganggap berkacamata itu membuat culun. Hei, kata siapa? Well yeah, kadang-kadang aku merasa enjoy berkacamata. Dengan benda satu ini aku bisa melihat dengan jelas. Tapi, kalau benda ini tidak bertengger di hidungku seperti biasanya, wah, aku bisa gelagapan. Benda-benda di sekitarku menjadi buram semua.

Kemudian aku berpikir.

Ah, biarkan saja lah orang-orang yang menjuluki aku dengan julukan-julukan itu. Dengan kacamata aku sudah merasa nyaman kok! Tanpa khawatir dibilang culun, mata kodok, mata empat, bla bla bla… Terserah deh…

23/11/09

Countdown

Barusan aku mendapat informasi UN bakal dilaksanakan bulan MARET! Oh tidaaaaak!

Tentu saja. Aku nggak boleh teriak-teriak kayak orang gila aja, aku juga HARUS lebih giat belajar. Yea yea, beberapa bulan lagi. Belum juga bersantai setelah ulangan semester, eeh mesti prepare buat UN.

Tiap malam, aku usahakan buat belajar. Pelajaran UN yang aku takutkan : IPA.

Fisika.

Yeah, aku takut nggak bisa ngerjain soal-soal fisika. Rumus-rumus. Listrik. Hukum Couloumb. Magnet. Yeah, jujur aku lebih berminat mempelajari tata surya. Nggak tahu kenapa. Setelah film 2012 rame dibicarakan.

Oh, mudah-mudahan aku bisa mengerjakan soal-soal UN.

21/11/09

Change template again...

I changed my template again. Kembali lagi ke template ini. Kenapa?? Soalnya, aku pikir template ini lumayan nice, headernya itu loh! Oke, setelah puas bereksperimen dengan template minima dari blog. Dari mulai bikin header animasi, banner, nambahin background (tapi aku pikir lebih bagus tanpa background tuh!), bikin menu bar, bahkan sedikit jadi alay (hohoho).

Tiba-tiba, terbesit keinginan pengen ganti template dengan template ini lagi. Yeah, aku download template ini dari btemplates dan voila, aku uplot.

p.s :

Ada pelajaran musikalisasi puisi, yaitu puisi dilagukan. Aransemen puisinya dengan nada yang nggak aku mengerti. Jadinya, aku memainkan nada itu di pianikaku dengan nada asal.

Aku bertahan tanpa maen fesbuk, twitter, dan plurk. Lumayan enjoy, meskipun kadang-kadang aku kangen nge-baca status temen-temen yang lumayan ajaib. Ada yang menyindir, bikin semangat, bikin sebel, ah macam-macam.

Aku belum menyelesaikan baca Perahu Kertas. Kayaknya tuh lamaaa banget selesainya. Aku yang malas baca atau emang bukunya tebel?

16/11/09

Bubye Social Network!

Well, I’ve deleted my facebook account, plurk account, twitter account, and friendster account. Seperti Dini, aku memilih keluar dari social network (waa Dini, kita samaan!)

Aku bosan dengan social network. Lebih asyik bergaul sama temen-temen di dunia nyata. Dan, di social network rawan banget. Rawan apa? Tentu saja udah pernah baca kan ‘nggak enaknya’ bergaul di dunia maya itu. Aku bersyukur, masih punya temen-temen yang baik di dunia nyata.

Di facebook, aku sering kedapetan orang yang nge-add orang-orang asing. Ah bodo amat deh perasaan mereka apa. Aku ignore semua. Selain itu, buat apa punya temen banyak-banyak kalo akhirnya kita nggak kenal mereka semua (dan satu hal lagi, he didn’t have facebook account yet :( He siapa? Cowok yang aku suka ehem)

Di plurk, aku hampir nggak pernah ‘direspon’ orang. Jadi, kesannya tuh aku kayak ngomong sendiri. Selain itu, aku nggak akan pernah eksis di plurk (aku udah tau dari dulu).

Di twitter juga sama kayak plurk. Nggak ada orang yang berminat nge-follow aku.

Di friendster apa lagi. Udah nggak keurus.

Selain alasan-alasan di atas, ikut social network kayak gitu nggak penting lagi buatku. Honestly, dulu aku cuma ikut-ikutan doang ngedaftar di social network.

Daripada maen-maen di social network, mending aku menghabiskan waktuku untuk mengurus blog, baca novel favoritku, atau prepare buat UN.

Tapi, tentu saja. Aku nggak akan pernah delete my blogger account. Soalnya, aku udah enjoy nge-blog.

Yah well, bubye facebookie, plurkie, tweety, and friendsterie (haha, maksa amat).
p.s : sekarang aku lagi baca Perahu Kertas (ah nggak nyambung)

12/11/09

Book keeping

I’ve finished my book keeping task. Yeah, tugas tata buku emang bikin aku jengkel, sebel, marah-marah, ah pokoknya bikin sensi gitu deh. Selain itu, menguras tenaga en duit. Iya, kan harus beli bahan-bahannya.

Mrs. L menyuruh tugas ini harus diselesaikan minggu berikutnya. Gila aja, baru kemaren Kamis dikasih, eh Kamis minggu ini harus dikumpulkan.

So, emang dikasih tugas apa sih?

Kliping.



Yeah. Kami disuruh mengumpulkan lembar faktur, nota, kas bon, en kwitansi. Disertai juga sama kata pengantar, daftar isi, en penutup. Kami harus beli lembaran-lembaran faktur, nota, kas bon, dan bla bla itu ke koperasi sekolah. Kalo udah selesai, harus dijilid. Ugh, sungguh pekerjaan yang mengesalkan.

Selain contoh lembaran faktur, nota, en saudara-saudara sebangsa en setanah airnya, kami juga disuruh mengumpulkan contoh pengisian lembar-lembar itu. Oke lah, book keeping lesson jadi Bahasa lesson.

Gara-gara nggak ada contoh pengisiannya, aku en Desi ngarang bebas (tugas ini dikerjakan dua orang). Kami mengarang isi nota, faktur, kas bon, en kwitansi-nya. Kami isi pake nama palsu (hey, aku juga menyertakan nama my adorable sist di kwitansi), belanjaan di nota en faktur, bahkan tanda tangan palsu! Hahaha…so silly.

Fiuhhhh…akhirnya selesai juga tadi pagi. Kira-kira nilainya berapa ya?

09/11/09

Create-your-own-story lesson

Aku paling benci di pelajaran bahasa Indonesia : Create-your-own-story lesson!

Do you know why?

Because, it's make me stuck. Otak langsung nge-hang rasanya. Nggak ada ide. Tahu kan pelajaran mengarang cerita ini sama gurunya ditentukan tema, jenis ceritanya, bla bla dan itu yang membuatku sebal.Tadi aja, sama Mrs. Tn *aku nggak yakin inisial namanya ini* ditentukan alurnya. Ah sebel! Harus terus 'keikat' sama alurnya! Huh, kalo begini otak langsung nge-hang seketika. Ide nggak muncul. Butuh proses.Udah deh, kalo ngarang ya ngarang aja. Huh sebel! *menggerutu di blog*

Untung saja ide-nya cepat datang. Soalnya, tugas dari Mrs. Tn harus udah dikumpulkan hari itu juga.

Can you guess what my story tell about?

It was tell about an indigo's child. Haha, it sounds silly, huh? Biarin lah, namanya juga ngarang.

Konyolnya lagi, I added my friend name in my story.Waktu dia baca ceritaku, dia langsung bilang,

"Waaaa jahat! Kok namaku ada di situ? Sebel sebel!"

Hey, harusnya kau seneng dong namamu udah aku cantumkan di ceritaku! Kira-kira berapa ya nilaiku nanti?

B- , I guess.

08/11/09

Awalnya iseng, jadi keterusan deh!

Nah nah, sekarang aku lagi baca buku “Negeri 5 Menara”. Bukunya bagus. Mirip-mirip Laskar Pelangi en Harry Potter gitu deh. Aku baca dari hari Sabtu kemaren. Waktu di ruang tamu, aku liat buku “Negeri 5 Menara” lagi nganggur di atas meja *nggak ada yang baca*. So, aku buka aja bab pertama di buku itu.

Aku iseng-iseng baca. Terus, lanjut ke halaman berikutnya, halaman berikutnya lagi, lanjut ke bab dua, bab tiga, seterusnya. Wooo wooo, bagus juga ceritanya! Aku lanjut aja terus. *Abis, aku penasaran sama ceritanya. Katanya bagus en emang bener!!!*

Aku jadi inget Laskar Pelangi. Soalnya, ada enam orang tuh bersahabat. Terus, ada juga bagian waktu belanja perlengkapan buat di pondok en aku jadi inget Harry Potter. Di Harry Potter kan juga ada bagian ‘shopping day’ kayak gitu.

Di novel ini juga, aku dapet kosakata baru. Aku jadi tau bahasa arabnya ‘Selamat Pagi’, 'mata-mata', 'saudara' en bahasa Minangnya ‘Nggak apa-apa’. Hohoho… *bagus deh, bisa pamer ke temen ntar di sekolah*.

Oiya, di novel ini juga ada tokoh yang *menurutku* mirip sama Mahar Laskar Pelangi. Namanya Raja. Hey hey, ini menurutku loh!

Ahh…udah ah. Aku mau ngelanjutin baca lagi.

03/11/09

It's about your besties

Punya temen baek?

Pernah ditinggal temen baek?

Sedih..., temen baekku pindah *namanya Wati*. Padahal belum juga kelas 3 sekelas lagi, dia udah pindah, hiks :'(

Dia baeeeek banget banget banget. Aku jadi nyesel pernah ngambek sama dia gara-gara hal sepele. Sekarang, aku kangeeeen banget banget banget sama dia. Aku suka inget masa-masa bareng sama dia. Waktu kelas 1 dulu, aku en dia duduk sebangku sebelahan. Asyik deh!

Tiap hari, becanda sama dia terus. Kalo ada pelajaran yang nggak ngerti, aku en dia suka saling mengajari. Kalo pelajaran mengemukakan pendapat *biasanya sih bahasa Indonesia* suka saling tukar pendapat. Sering maen ke rumahnya kalo pulang sekolah.

Hiks, kenapa sih kamu pindah?

Kapan kita bisa ketemuan lagi?