15/06/16

Sonder

Satu hal yang membuatku takjub adalah ketika aku berada di tempat umum, bertemu orang-orang yang lalu lalang dengan kegiatan masing-masing—menelepon seseorang, menunduk menatap layar hape, menyusupkan tangan ke saku jaket sambil mendengarkan musik, menyebrangi jalan—dan apa yang kutahu tentang apa yang ada di benak mereka? Masalah apa yang sedang mereka hadapi? Hal apa yang mengisi benak mereka sepanjang hari? Pengalaman-pengalaman apa saja yang sudah mereka alami? Dan saat aku duduk memandangi wajah-wajah mereka dan memikirkan satu masalah yang sedang mengisi seluruh ruang kosong di benakku, aku meyakinkan diri sendiri bahwa masalahku tidak ada apa-apanya. Saat kau berbaur di antara mereka, mereka tidak tahu dan bahkan tidak peduli masalah yang sedang kau hadapi di kampus, kantor, atau rumah, gelar apa yang kau peroleh di bangku kuliah, berapa nilai ujian dari kelas yang kau benci, apa yang sedang sibuk kau kerjakan, gunung yang sudah kau daki, negara yang pernah kau kunjungi, dll dst dsb. Entah mengapa, itu membuatku tenang, bahwa pada akhirnya aku akan baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena salah satu dari mereka juga mungkin pernah mengalami apa yang pernah kualami.

Setelah itu kuketahui bahwa ada istilah untuk ini, sonder.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentarnya, Kawan. Maaf komennya dimoderasi. ^,^