21/05/14

Sherlocked

Let me scream like a fangirl first. Why, you would ask. Because—yes, I know it’s a little bit late… and clique—but, I already watched Sherlock!!!!1!!!!

Kosan.
Ini adalah Sherlock di abad 21 dan kapan lagi sih kau bisa melihat Sherlock berkutat dengan smartphone dan laptopnya mencari-cari informasi? Dan tentu saja, hashtag Twitter #SherlockHolmesAlive!, #SherlockIsNotDead, dan #SherlockLives. Well yeah, that’s the 21st century.

Di abad 18, John Watson menulis pengalamannya dengan Sherlock Holmes di buku, sementara Sherlock Holmes bikin jurnal tentang deduksi. Kalau di abad 21 ini, John Watson dan Sherlock Holmes menulisnya di blog. Percaya nggak percaya, ini blog mereka: http://www.johnwatsonblog.co.uk/ dan http://www.thescienceofdeduction.co.uk/. (dan tunggu sampai kau berkomentar: "Wow, aku suka post A Study in Pink dan tentang kruk alumuniumnya.")

Di Season 1 dan 2 kau bisa melihat Sherlock yang tengil dengan poker face-nya. Tapi, di Season 3 kau akan melihat Sherlock yang lebih emosional, terutama hubungannya dengan John Watson (oh tunggu, ini bukan seperti yang kau bayangkan!) dan orang-orang terdekatnya.

Ini pasti karena hormon (seperti yang dosen SPH bilang), tapi kurasa that was the sweet of Sherlock.

***


Season 4 tak enteni.

17/05/14

Nonton kabaret

Seolah terbang naik Hippogriff lagi karena sudah responsi Paleontologi. Oh, wow. Kau harus merasakan sendiri rasanya praktikum Paleontologi, dengan begitu kau bisa merasakan rasanya selesai semua acara praktikum.

Tanggal 15 kemarin, Ma ke JOG, dengan Pa, tapi Pa lanjut ke Banyuwangi. Enaknya dikunjungi orang tua itu diajak jalan-jalan. Selama dua minggu ini aku merasa under pressure: belajar buat pretest, garap laporan, berusaha untuk dapet acc laporan, dst dsb dll etc. Ditambah sambil mendengarkan Fix You-nya Coldplay. Makin under pressure dah. So yea, setelah minggu kemarin acara praktikum Paleontologi dan SPH selesai (akhirnya!), rasanya no longer under pressure, lah (dan aku merayakannya dengan maraton film YAY).

Dan setelah itu jalan-jalan ke Malioboro bareng Ma. Karena kepo semata, kami memutuskan untuk nonton kabaret di Mirota Batik Malioboro. Kata Ma mirip kabaret yang ada di Bangkok. Pertunjukkan diadakan setiap Jumat dan Sabtu jam 7 malem. Kalau mau nonton, pastikan datang lebih awal biar nggak kehabisan tiket dan dapat tempat duduk. Harga tiketnya 30K. Expectation is just an expectation. Jangan bayangkan tempatnya macam auditorium yang ada tribunnya gitu. Kuberitahu kau ya. Tempatnya itu di lantai 3 Mirota Batik Malioboro, tepatnya di kafenya. Suasananya remang-remang, dan panggungnya berada di tengah. Paling enak sih duduk di lantai atas, tapi karena lantai atas sudah dibooking, aku dan Ma duduk di lantai bawah. Oke, ini bahkan lebih buruk daripada kau dapat tempat duduk paling depan di bioskop. Aku dan Ma harus mendongakkan kepala selama dua jam.

Nih tak kasih sneak peek. Kabaret ini mempertunjukkan para ladyboy nyanyi lip sync. Dan jangan kaget kalau ada ladyboy yang jahil deket-deketin penonton atau mempertontonkan aksi yang... well, oke, sebaiknya aku membiarkanmu menebaknya. Dan itulah yang bikin para penonton ketawa.

Ini salah satu ladyboy yang lip sync Irreplaceable-nya Beyonce, ditambah interaksinya dengan penonton yang bikin ngakak.

Kalau kau tanya pendapatku: tempatnya nggak recommended. Tapi, kalau hanya untuk alasan kepo semata, silahkan nonton.