19/04/14

Sail on, Ariana


Mungkin karena rangkaian kata-katanya atau pengaruh hormon (ya, hormon. Dosen SPH bilang semua karena hormon), “Satu Keping”-nya Sri Izzati berhasil membuatku takjub. Ini novel pertamanya yang bertema galau dan patah hati (dua masalah yang saat ini sedang banyak dialami). Aku belum pernah merasakan galau dan patah hati, terutama terhadap seorang laki-laki (and I don't want to spend my precious time for it *kibas-kibas tangan*). Tapi, ketika halaman demi halaman kulahap dalam waktu dua jam, aku seolah ikut-ikutan galau dan patah hati seperti Ariana, si tokoh utama. Semua gara-gara K, si tokoh misterus yang mengisi hari-hari Ariana (h*llyeah!).

Saat membaca bagian Ariana nostalgia ke warung makan yang (dulu) biasanya dia kunjungi bareng K, aku langsung menyimpulkan, "Wah, kok kayak Begin Again-nya Taylor Swift, ya?" Tapi, ternyata aku sok tahu. Itu bukan Begin Again yang pada akhirnya Taylor Swift berhasil move on dan ketemu cowok lain (tiba-tiba Begin Again mengalun setelah aku mengetik kalimat ini #yaterus).

Memang membutuhkan waktu yang lama bagi Ariana untuk move on, tapi jangan khawatir, Ariana berhasil merelakan K pergi, kok.

Btw, ada bab-bab yang sebelumnya sudah pernah dipost di tumblr penulisnya. Aku selalu membacanya sambil lalu tapi begitu aku membacanya di novel ini, whoa, it brings so many feelings. Dan bab yang kusuka adalah ‘To Wish for The Forbidden’. Kau bisa membaca blog version-nya di sini.

Ini baru novel buat remaja yang tidak ada ‘gue-elu’-nya.