16/11/11

Siapa bilang bahasa Indonesia itu mudah?

Kalau boleh jujur, bahasa Indonesia bukan pelajaran favoritku. Bahkan waktu SD aku tidak berani bilang bahwa aku menyukai pelajaran bahasa Indonesia. Kenapa? Entahlah, aku juga tidak tahu. Hal yang kudapat di kelas bahasa Indonesia di sekolah, baik murid-muridnya dan sang guru hanya bertumpu pada buku paket—murid-murid mengerjakan berbagai pelatihan dan sang guru menerangkan materi. Atau murid-murid menerangkan materi dan sang guru duduk diam mendengarkan, berkomentar ketika murid-muridnya selesai menerangkan. Tugas terberat yang pernah kudapat sampai saat ini hanya menulis karya ilmiah, dan itu dijadikan tugas akhir di kelas 3—well, kecuali jika kau adalah seseorang yang brilian dalam dunia tulis-menulis, tugas itu bakal terasa mudah. Topik yang kupilih adalah tumbuhan di lingkungan sekolah. Sumber informasi hanya dari angket yang disebarkan di semua kelas dan internet. Well, ya, aku tidak menggunakan sumber buku (karena aku kelewat malas untuk mencarinya).

Ketika di SMA, entah mengapa aku menganggap mudah pelajaran bahasa Indonesia (jangan mengernyit begitu, tolong). Ya, memang mudah dalam materi mengarang cerita—jika kau seseorang yang mempunyai daya imajinasi tinggi—tapi tidak dalam meneliti jenis-jenis paragraf, jenis-jenis kalimat, bahkan membuat karya tulis ilmiah ala mahasiswa sebagai tugas akhir. Di SMA (maksudku almamater-ku saat ini), karya tulis yang telah kau ketik mesti diperiksa dulu sebelum diprint. Well, oke, itu cara yang bagus untuk mengetahui tingkat kepayahan dalam hal EyD dan keefektifan kalimat seseorang. Ironis, ternyata di luar sana masih banyak orang-orang yang belum bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Maksudku, kenapa bahasa alay masih eksis?

Para guru bahasa Indonesia seharusnya mengadakan seminar mengenai bagaimana cara menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebelum menyuruh murid-muridnya untuk membuat karya tulis. Ya, aku tahu semua WNI lancar berbahasa Indonesia, tapi berapa banyak orang yang mampu menggunakan EyD, diksi, dan frasa secara benar? Kalau bisa, para guru bahasa Indonesia juga mengadakan seminar bagaimana cara mengetik yang benar—kerjasama dengan guru komputer juga, kurasa. Maksudku, dalam hal pengaturan paragraf, jenis dan ukuran font, line spacing, ukuran kertas, dst dsb dll. Ya, aku tahu semua orang pintar dalam mengetik, tapi berapa banyak orang yang mampu merapihkan hasil ketikannya?

Mengapa di luar sana banyak yang menawarkan kursus bahasa Inggris dan bahasa-bahasa negara lain sedangkan bahasa negara sendiri cukup diajarkan di sekolah?

Aku tidak bilang bahwa bahasa Indonesia itu suatu pelajaran yang mudah.

1 komentar:

  1. Aku suka Bahasa Indonesia. Setidaknya ini satu dari beberapa mata pelajaran yang menjadi andalanku untuk nilai rapor (fyi, nilai mapelku sebagai siswa jurusan IPA sangat menyedihkan. Aku berterimakasih masih ada mapel bahasa). Memang Bahasa Indonesia sulit, tapi itu yang membuatnya semakin menarik.

    Setuju, ka. Sepertinya harus ada kursus Bahasa Indonesia. Mereka kira Bahasa Indonesia itu mudah....

    BalasHapus

Terima kasih atas komentarnya, Kawan. Maaf komennya dimoderasi. ^,^