16/08/11

Another social network, another status

Orang-orang di sekolah sedang sibuk mempromosikan akun terbaru mereka di suatu situs jejaring sosial yang sedang mendunia dan menjadi trending topic di Twitter, Heello. Well, hal yang mereka lakukan untuk mempromosikan diri hanyalah mengirim suatu pesan ke dalam telepon genggam semua teman—mengetik nama akun Heello mereka yang telah sukses aktif dalam sepersekian detik lalu. Aku tak habis pikir mengapa orang-orang dalam sekejap berbondong-bondong mendaftarkan diri ke Heello setelah mendapati bahwa seseorang mengumumkan dirinya telah terdaftar di sana. Heello dan Twitter hampir kembaran, ngomong-ngomong. Di peradaban Twitter, kau menyebutnya ‘tweet’, sedangkan di peradaban Heello kau menyebutkan ‘ping.’ Di peradaban Twitter, kau menyebutnya ‘follow’, ‘followers’, dan ‘following’, sedangkan di peradaban Heello kau menyebutnya ‘listen’, ‘listeners’, dan ‘listening.’

Astaga. Kegiatan apa lagi sih yang dapat kau lakukan di dunia jejaring sosial selain updet status dan foto profil, hmm?

Lagipula, mempunyai segunung akun jejaring sosial itu lumayan menantang—kau harus memikirkan berbagai kalimat yang mesti ditulis di kolom status. Well yeah, yang dapat menimbulkan sensasi, tentu saja. Maksudku, mengundang sekumpulan orang untuk setuju dengan status-mu sampai me-retweet-nya atau melancarkan aksi angkat jempol kepadamu. Jujur saja, aku sering menemukan berbagai macam status berbahasa ala orang-orang bijaksana. Dan wow, tak sedikit juga pengguna akun yang bersedia untuk mengangkat jempol mereka tinggi-tinggi. Jika kau mempunyai segunung akun jejaring sosial, suatu hari kau akan mendapati suatu keadaan di mana kau kehabisan ide untuk updet status dan jalan pintas yang dapat kau gunakan adalah copy-paste.

Mungkin mempunyai beberapa akun jejaring sosial itu gaul, sama gaul-nya jika seseorang menggenggam sebuah telepon genggam pintar berjumlah 40 tombol, atau jika seseorang telah membaca novel terbaru @Poconggg atau menonton Harry Potter 7 part 2.

Nope. I don’t have Heello account. Punya Twitter saja aku udah bangga.

15/08/11

Sekelumit humor

Lila mengetik ini di laptopnya;

Mr. Fox has a face just like a ratty.

Mrs. Giraffe has a body just like an elephant.

…dan aku tertawa ketika membaca kalimat kedua.


(Di-copy-paste dari sini)

p.s. Kejadian ini telah terjadi beberapa bulan yang lalu. Aku tidak tahu dari mana si Lila mendapatkan suatu inspirasi untuk menulis kedua kalimat di atas.

13/08/11

Jawab saja jika kau memang mau

1. “Kau bisa melihat gugusan bintang di arah Barat sana? Dapatkah kau memberitahukan kepadaku berapa nilai sudut sinus, cosinus, dan tangent dari gugusan bintang itu?” tanya salah seorang teman yang satu tenda denganmu ketika kau sedang mengikuti sebuah perkemahan.

2. “Aku butuh bantuanmu, tolong. Bisakah kau memberitahuku berapa dioptri kekuatan lensa kacamataku ini?” jerit seorang wanita separuh baya ketika kau sedang berada di sebuah klinik dokter mata.

3. “Hei, Nak. Kau lihat jamur ini? Aku bertanya-tanya bagaimana dia melakukan pembuahan. Maukah kau menjelaskannya kepadaku, please?” tanya seorang tukang kebun sambil membawa sebungkus plastik berisi Amanita sp dan Pteridophyta ketika kau sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah.

4. “Aku tidak mengerti dengan ini. Apakah senyawa ini bisa disebut senyawa redoks?” bisik seorang bapak sambil memberikan selembar kertas berisi berbagai macam senyawa ketika kau sedang berbelanja di sebuah supermarket.

Kadang-kadang aku membayangkan ini. Hal-hal yang kau pelajari di sekolah akhirnya ditanyakan oleh sekelumit orang yang begitu penasaran. Apa yang akan kau jawab kepada mereka? Apa yang akan kau lakukan selanjutnya?

(Di-copy-paste dari sini)

p.s. Kau tahu bagaimana rasanya saat suatu hari kau iseng membaca-baca jurnal lama dan menemukan berbagai hal menarik yang telah kau tulis dan nyaris tak dapat percaya bahwa kau-lah orang yang menulis jurnal menarik itu.