Powered by Blogger.

Finally we met Voldy at Malioboro!

Saat menunggu kereta menuju Jogja, otakku sibuk membayangkan keadaan di dalam kereta yang sesak oleh orang, bau—maksudku bau asap rokok, dan tidak ada tempat duduk sama sekali bahkan benda untuk pegangan tangan—seperti yang ada di busway. Tapi ternyata imajinasi-ku terlampau jauh. Oke, berdesak-desakkan memang terjadi, soalnya orang-orang yang pergi ke Jogja naik kereta nggak sedikit. Begitu kereta berhenti dan pintu-pintu gerbong terbuka, semua orang langsung rebutan tempat duduk dan malang sekali bagi para penumpang yang mendapatkan nasib berdiri-selama-perjalanan. Dan di dalam kereta ternyata nggak bau asap rokok dan tempat duduk tersedia di sisi kiri-kanan dan… kereta lumayan bersih—di dalam gerbongku, sih.


Begitulah keadaan di dalam kereta Prameks (baca: Prambanan Ekspress), menuju Jogja—dan ini salah satu kesempatanku merasakan naik kereta lagi. Well, naik kereta lumayan seru (well, aku nggak tahu harus memberikan komentar positif lainnya), apalagi jenis kereta kayak begini: bisa mencicipi rasanya berdiri karena nggak kebagian tempat duduk, bertemu macam-macam orang dan saling tatap-menatap, dari mulai BlackBerry’s users sampai Nokia Jadul’s users, dari mulai pemakai Crocs sampai pemakai sandal jepit biasa, dari para muda-mudi gahoelz yang liburan bareng-bareng sampai muda-mudi culun yang nggak liburan bareng teman-teman (salah satunya aku) juga turut naik kereta Prameks—dan ini pemandangan yang baru pertama kali kusaksikan.

Saat turun dari kereta dan menelesuri jalan keluar dari stasiun, aku bertemu dengan seorang makhluk paling fantastis dan fenomenal (oke, ini berlebihan), Tom Marvolo Riddle alias Lord Voldemort alias Voldy atau Dementor (?). Dia berdiri di tengah-tengah stasiun Tugu Jogja, menyelubungi tubuhnya dengan jubah panjang, dan oh, ini dia yang membuatku terkejut: kedua jari telunjuk dan jempol-nya melingkar membentuk huruf O. Well, aku tidak tahu apa maksudnya itu dan siapa orang brilian yang memutuskan untuk membuat patung macam begitu. Tapi sayangnya, Voldy berwujud transparan (dibuat dari jalinan kawat).

Begitu sampai di Jogja, langsung meluncur ke Malioboro, dan orang-orang yang jalan-jalan nggak sebanyak waktu libur Lebaran. Lalu, aku bertemu dua makhluk berjubah lagi, tepat di depan papan jalan Malioboro, dan jari-jarinya juga melingkar membentuk huruf O. Apakah mereka maskot barunya Jogja, ngomong-ngomong?

Kami (aku, my little sista, dan Ma) hanya sebentar di Jogja, nggak belanja banyak. Pulang ke Solo naik Prameks lagi dan kali ini kereta lebih penuh (seperempat perjalanan, kami mesti berdiri sambil menahan keseimbangan dan kesabaran, lalu akhirnya kami mendapat tempat duduk.

P.s. Gerbong khusus wanita memang beneran ada tapi hanya ada satu-dua gerbong, tapi sayang sekali nggak ada Voldy atau Dementor di dalam kereta (hah siapa juga yang mau ketemu mereka???)

1 comment

  1. Wuih patungnya nakutin ya..
    tuh yang pakek kacamata patung juga bukan? hehe
    salam kenal ya..

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya, Kawan. Maaf dimoderasi dulu (ᵔᴥᵔ)