09/11/10

Arahkan, fokuskan, dan click!

Masih ingat dengan ‘pemujaanku’ dengan DSLR? (oke, ini berlebihan). Maksudku, masih ingat dengan minatku terhadap DSLR? Well, Mr. N, guru fotografi menugaskan kelasku semacam sesi pemotretan yang melibatkan model, director, wardrobe, dan fotografer – tentu saja. Jadi, pertama-tama, kami bikin storyboard-nya dulu. Misalnya, storyboardnya gambar seorang gadis bergaun pink memeluk Teddy Bear sambil tersenyum ceria ke arah kamera. Terus, bikin scenenya. Scene itu deskripsi dari storyboard. Terus, bikin job description. Habis itu, langsung memulai sesi pemotretan deh!

Sesi pemotretan dilakukan di luar kelas en di dalam kelas, tergantung storyboardnya. Nggak pake lampu-lampu-gede-yang-bersinar-terang-langsung-di-mukamu kayak di photo studio. Tapi, cuman pake flash yang dipasang di DSLRnya.

Storyboard kelasku macam-macam. Ada yang tentang ulang tahun, anime, seorang cewek yang ditinggal mati dan blablabla. Storyboard kelompokku tentang seorang siswi SMA yang stress karena belajar (duile, berlebihan bet lah). Jadi, siswi SMA itu duduk di kursi dan di atas meja bertebaran buku (kebanyakan sih buku Math – pis ah Mr. M!). Rambut siswi SMA itu acak-acakan saking stressnya menyelesaikan suatu soal Math. Bukan aku loh yang jadi modelnya hehe. Aku mengajukan diri untuk menjadi FOTOGRAFER. Kau tahu kan maksudku? Jika aku jadi fotografer, itu berarti aku bisa menyentuh DSLR! Brilian banget, kan? #lupakan.

Modelnya udah siap duduk di kursi dan di atas meja buku-buku telah disebarkan dan mulailah Sang Fotografer Amatiran beraksi. Aku langsung mengambil alih kamera sementara Mr. N yang mengarahkan. Ngeng, ternyata kameranya berat. Waktu aku lihat dari viewfinder, si model kelihatan dari situ – #tentusajanorakbangetsihkamuini. Mulutku menggumankan kata “wow” begitu DSLR-nya Mr. N meringkuk di tanganku. Akhirnya seorang-pelajar-berkacamata-kelas-satu-SMA-kelas-sepuluh-sembilan-yang-paling-culun-di-kelas menyentuh, memegang, bahkan memotret dengan DSLR! Hasilnya? Unbelievable deh, beda bet sama hasil dari kamera Dad.

Pengalaman baru berkenalan dengan DSLR.

Oke deh, salam cheese dan click!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya, Kawan. Maaf komennya dimoderasi. ^,^