30/10/10

Hidup soal essay!

Alhamdulillah, UTS akhirnya selesai, selesai, selesai! Bisa menarik napas lega, kening nggak berkerut lagi ketika membaca soal, nggak ada acara debat jawaban lagi di dalam otak, dan… nggak berkutat dengan setumpuk buku lagi hahaha.

Kalau menurutku sih, lebih mendingan soal bentuk essay. Kenapa? Soalnya bisa mengarang bebas. Kalau soalnya bentuk pilihan ganda, kan bikin bingung – apalagi yang menjawab soal-soalnya itu para remaja yang masih labil gitu deh. Kan lebih baik essay. Hm well, walaupun kadang-kadang ada beberapa soal essay yang susah.

Yang paling penting itu, soal Math HARUS essay.

Salah seorang guru Math pernah bilang, “Cara penyelesaiannya itu yang lebih penting, bukan jawabannya”.

Nah, kalau bentuk soalnya essay, kan cara penyelesaian ala kita masih dihargai walaupun jawabannya salah. Kalau bentuk soal pilihan ganda, ada resiko soal-yang-nggak-ada-jawabannya. Hm, emang sih jadi dianulir, tapi kan udah capek-capek menghitung, menghabiskan berlembar-lembar kertas coretan, ternyata jawabannya nggak tertera dalam soal.

Bahasa Inggris en TIK itu enaknya bentuk soal pilihan ganda. Kenapa? Well, lebih enak aja gitu.

21/10/10

Proyek itu berlanjut...

Still remember about the Islamic Project? Well, akhirnya proyek itu digantung juga di ruang 105, ruang Ekonomi. Sepulang sekolah, aku dan tiga anggota kelompok memasang proyek itu bersama-sama. Nggak semua anggota sih ikut memasang. Tapi, biarin deh, habisnya aku udah bosen melihat tugas itu. Setiap hari berkutat dengannya, menjeratku bagai magnet (astaga, berlebihan juga ya - hm, tentu saja nggak gitu juga). Aku nggak tahu atas dasar apa aku menawarkan diri untuk membawa proyek itu ke rumah. Yah, aku kasihan sama salah seorang anggota yang setiap hari membawa proyek itu melulu. Terus, aku berpikir lagi, kalo misalnya tugas itu dibawa olehku, aku kan jadi bisa mendapatkan foto proyek, jadinya bisa di-uplot ke blog, YEAHAHA.

So, this is the pic;


Well, ini foto strukturnya. Proyek ini nggak mengandung DNA atau RNA atau kapsid #ngomongapaansih. Becanda. Yah, struktur proyek ini hanya terdiri dari kertas dan kardus.

Setelah dipajang, aku lihat kok kayak jadi anak TK sih? Habisnya, berwarna-warni gitu, sih.

16/10/10

...dan sekarang siapkan origami paper, kertas asturo, double tape, dan spidol!

Mrs. T, guru agama, memberi tugas kelompok: membuat hiasan bertuliskan 99 Asmaul Husna. Kelompokku (yang beranggotakan 8 orang) memutuskan untuk membuat hiasan dengan origami paper dan kertas asturo. Terus ditempel di selembar kardus. Hm ya, aku setuju aja sih dengan idenya. Yang penting, jadi deh. Tugasnya dikumpulkan hari Senin minggu depan. Jadi, waktu hari Jumat kami berkumpul untuk diskusi
*tapi bohong*, maksudku pembagian tugas masing-masing anggota. Yang menulis Asmaul Husna dalam bahasa Arab dua orang, yang menulis artinya satu orang, dan yang menulis huruf latinnya satu orang. Sisanya? Hm ya, menempelkan kertas ke kardus, beli ini beli itu, memotong-motong kardus, dan mewarnai huruf Arabnya.

Tapi ternyata, pembagian tugas kayak gitu amat sangat salah. Seharusnya, dalam 8 orang itu, masing-masing menulis Asmaul Husna. Bayangkan ini kawan, dua orang menulis huruf Arab, satu orang menulis artinya, dan satu orang lagi menulis latinnya! Tapi, seperti kertas yang udah digunting, kami dikejar deadline dan berjam-jam kami nongkrong di sekolah untuk mengerjakan tugas.

Ngomong-ngomong tentang pembagian tugas, aku dan salah seorang anggota yang lain kebagian memotong-motong kardus menjadi 100 lembar. Aku 50 lembar, dan anggota yang lain 50 lembar. Di sekolah, aku berkutat dengan double tape
*well, panggil aku Miss Double Tape sekarang #apadehlukik*.
Sebenarnya sih, nggak semuanya kerja full time. Ada yang sibuk ngobrol, sibuk SMS-an sama pacarnya, bahkan sibuk ekskul. Astaga, aku sampai izin nggak masuk English Club loh demi mengerjakan tugas! Well, bukannya sombong ya, hanya aku dan salah seorang temanku yang sibuk mengerjakan tugas ini.

Bagaimana dengan nasib tugasnya sekarang? Apakah udah selesai? Hm yeah, sebenarnya BELUM. Masih banyak kertas asturo yang perlu ditulis huruf Arabnya. Jadinya, cara terbijak sekarang adalah menimpakan tugas itu kepada anggota yang belum kerja secara full time. Dengar ini, aku dan salah seorang temanku itu baru pulang jam tiga sore karena sibuk mengerjakan tugas itu. Sekolah udah sepi. Tapi, ada seorang anggota yang bersedia membantu dan jadinya, tugas itu sedang ada di rumahnya sekarang.

p.s Aku tidak bisa menyertakan gambarnya dikarenakan tugasnya lagi ada di rumah salah seorang anggota kelompok.