30/08/10

Metamorfosis

Halo readers. Lama yo udah nggak updet. Rasanya udah berminggu-minggu, gitu. Oh iya, sekarang kasus nggak nyebelin amat kok. Pelajaran moral nomor dua: nikmati aja hidup ini ntar lama-lama nggak kerasa nyebelin lagi kok. Yah, sekarang aku udah merasa 'anggota' dari kasus. Sekarang udah mulai becanda, ketawa-ketawa, ngobrol, sama anggota kasus yang lain. Walaupun belum semuanya sih. Dan aku sedang dalam tahap metamorfosis, maksudnya sedang dalam keadaan 'gaul' sama semuanya #apadeh. Ngek. Krik.

Eh iya, kemarin hari Jumat tanggal 27 Agustus buka bareng sama alumni 9G tahun 2010. Tapi, sayang sekali, nggak semuanya datang. Bahkan, si Desi, my-so-extraordinary-and-the-funniest-bestie nggak datang! Huahuahua, padahal udah kangen berat rat rat sama dia! Aku nggak pernah ketemu dia lagi. Aku masuk sekolah pagi, dia masuk sekolah siang.

Dan sayangnya, I didn't take any pictures. Hmmm, ya sudahlah *gaya Bondan Prakoso*. Momen kemarin walaupun tidak terekam secara digital, tapi akan tetap terekam di hati. An everlasting moment.

Eh iya, seperti yang aku ceritakan dalam tumblr-ku yang ter-unyu, aku bawa laptop ke sekolah. Eh, ada kepuasan tersendiri loh bawa laptop ke sekolah walaupun bawaanmu jadi berat dan lama-lama punggungmu seperti paus bungkuk (?) karena keberatan ransel. Kalau pelajaran kosong atau gurunya yang telat datang ke kelas, bisa online sebentar HAHAHAHA. Iya sih, walaupun sinyalnya minta ditonjok tapi kalo pake Opera Browser nggak bakalan lola deh! #promosi. Ngek. Krik.

Dan membawa laptop sebagai ajang show-off blog buatku HUAHUAHUAHUA. Sengaja buka Opera Browser waktu udah konek, terus ketikkan alamat k i k a says di address bar dan tekan enter. Dan voila! K i k a says muncul di layar laptop. Hm, daripada fesbukan gitu - nge-cek notifications, mendingan nge-cek ChatBox en blogrolls kan?

p.s Besok ada ulangan math! AAAAAAAA tidak tidak tidak! (katanya mau masuk IPA, kok males belajar math sih? Ngek. Krik).

22/08/10

Lima tingkatan

Hari Jumat dan Sabtu aku ikut pesantren kilat di sekolah. Pesantrennya full loh, maksudnya dari jam 8 pagi sampai jam 2 siang pesantren kilat terus - gak belajar. Jadi, pesantrennya bergiliran sama kelas lain. Misalnya hari Senin en Selasa itu kelas X-1, X-2, en X-3. Terus, hari Rabu en Kamis kelas X-4, X-5, X-6. Nah, hari Jumat en Sabtu giliran kelas X-7, X-8, en X-9 deh!

Materi pertama itu tahfiz, baca surat-surat Juz Amma. Terus, materi kedua itu tentang fikih, en yang terakhir tentang akhlak. Nah, yang paling seru itu materi tentang akhlak. Soalnya, gurunya juga menerangkannya sampai ke detail-detailnya, pakai contoh pula. Jadinya kan ngerti hihi.

Ada tuh salah satu materi tentang tingkatan orang Islam.

Tingkat pertama itu Muslim, yaitu orang Islam yang mengucapkan dua kalimat syahadat, tapi belum melakukan yang namanya shalat, ngaji, zakat, dll. Tingkat kedua itu Mukmin, yaitu orang beriman. Tingkat ketiga Muhsin, yaitu orang yang selalu merasa diawasi sama Allah dalam kehidupannya. Tingkat keempat Mukhlis, yaitu orang yang ikhlas. Menjadi orang yang ikhlas itu beraaaaat banget, kata Pak S, guru yang menerangkan materi ini. Apapun yang dilakukan hanyalah karena Allah, bukan karena apa-apa. (satu hal yang sekarang aku tahu: Kalo misalnya nih kau ditanya sama orang: “Ikhlas gak nih?” terus, kau jawab: “Ikhlas”, berarti kau nggak ikhlas – ngerti tak?). Jadi, kalo misalnya seseorang yang ikhlas habis menolong orang lain, dia nggak mengingat-ingat lagi apa yang tadi dilakukannya. Soalnya kan, dia menolong orang lain hanya karena Allah. Kata Pak S: penjelasan tentang Mukhlis masih panjaaaaaang #lebay. Tingkat kelima Muttaqin, yang kata Pak S: orang surga yang hidup di dunia. Jadi maksudnya, gak peduli lah sama urusan duniawi. Muttaqin itu pembawaanya tenang, gak mudah stress, gak mudah panik.

Tapi kemarin hari Sabtu nggak sampai full ikut sanlat-nya. Soalnya, aku ikut ICAS sih. Dan FYI, soal-soal ICAS English susyaaaaaaaah-lalala deh. Banyaaaaak banget vocab yang aku nggak tahu. Terus, gaya bahasanya pakai gaya bahasa Australian, bukan American – makanya rada beda, begitulah kata Kang U. (FYI: sehari sebelum ICAS, temen-temen di kelas pada ‘berkonsultasi’ sama Kang U, akang yang kemarin baru pulang dari Amerika). Haha heran sama diri sendiri, kenapa malah pilih English ya bukannya pilih Math -______-“

‘Ke, semoga saja nilai ICAS-ku lumayan #terekjes.

p.s tanggal 27 Ags nanti kelas 9G mau buka bareng, yeaaah! Can’t wait lalala~

18/08/10

Translate Prancis

Le saviez-vous (bahasa Prancis), dalam bahasa Inggris artinya “Did you know” (berdasarkan Google Translate loh, ya). Dan aku menjadikan kata “Le saviez-vous” ini sebagai judul artikel untuk mading. Jadi gini loh, aku bikin artikel untuk mading pake bahasa Prancis. Ujeet, sejak kapan si Kika bisa bahasa Prancis? Uuu, sejak Kika membuka Google Translate (haha, apadeh *krik krik*).

Mari Kawan, kujelaskan terlebih dahulu.

Setiap kelas harus mengisi mading. Setiap kelas kebagian tema yang berbeda-beda. Nah, kelasku kebagian tema “Bahasa Asing”. Maksudnya, kelasku harus bikin artikel pake bahasa asing, nggak boleh pake bahasa Inggris (huhuhu pelit deh...). Kenapa aku memilih pakai bahasa Prancis untuk artikelku? Soalnya, aku menderita obsesif-kompulsif terhadap bahasa Prancis (ih, nggak ding, boong!). Ralat, soalnya aku tertarik sama bahasa Prancis. Aku pengen bisa cas-cis-cus pake bahasa Prancis. Dan aku belajar sedikit dari “Edensor”. Setiap kata berbahasa Prancis berakhiran huruf ‘n’, dibaca ‘ng’. Kataku: “Belajar bahasa Prancis itu susah” - dan kata orang bijak: “Nggak ada yang susah kalau kita mau berusaha”. Maklumlah, di otakku kan belum ter-‘install’ bahasa Prancis.

Teman-temanku ada yang pakai bahasa Spanyol, bahasa Jepang, bahasa Jerman, bahasa Korea, dan bahasa-bahasa lainnya deh. Dan tentu saja mereka menggunakan jasa Tuan-Baik-Hati-Si-Google-Translate. *Eh iya, bisa pake bahasa daerah juga loh!*

Artikel tentang apa, nih? Hoho, tentang fakta-fakta mencengangkan gitu deh! (Ketahuan deh, terinspirasi sama rubrik “Boleh Tahu” di majalah Bobo :p). Contoh: “The tongue of a blue whale is as long as an elephant”. Hm, itu juga aku dapat dari browsing di internet. Fakta-faktanya lumayan banyak loh! Ada fakta-fakta tentang hewan, tubuh manusia, dan film dan televisi. Dari puluhan fakta itu, aku eleminasi yang menurutku menarik. Terus, setelah terkumpul sepuluh fakta, aku translate deh! (Tips: biar translate-tan-nya nyambung, sebaiknya ‘bahasa awal’-nya pake bahasa Inggris. Jadinya, kalo di-translate ke bahasa asing jadi nyambung deh! Hihihihi).

p.s. Artikelnya udah di-translate, udah di-print, udah digambarin ilustrasi juga. Tinggal di-publish deh! Semoga para pembaca mading terhibur (?)

04/08/10

Photography lesson

Di Smansa ada pelajaran fotografi loh! Aku kira tuh ekskul, ternyata mata pelajaran. Haa, coba fotografi itu ekskul, pasti ikutan deh! Oke oke, lupakan. Balik lagi ke topik utama.

Nah, jadi waktu pertama kali KBM tuh, langsung teori fotografi gitu. Terus, pertemuan kedua mulai membahas hal-hal tentang fotografi di buku "Black and White Photography" yang ditulis sama Henry Horenstein. Sebenernya, buku dalam format pdf gitu, jadinya pake proyektor deh. Aku udah minta buku pdf-nya di temen hehe (soalnya kan proyektornya disambungkan ke laptop salah seorang temenku, terus buku pdf-nya dicopy deh di laptopnya).

Terus, setelah membahas blabla, Pak N ngasih tugas; buat foto bertema 'dream', 'senja hari', dan foto terbaik yang kita punya (fotonya diambil sebelum hari-diberinya-tugas-fotografi-tersebut).

Nah, kalo foto terbaik itu, aku pilih foto dari-atas-pesawat-itu-loh. Soalnya, aku suka sama foto itu (walaupun jepretan sendiri). Eh, aku jadikan wallpaper di desktop juga loh *terus kenapa gitu?*.

Eh iya, Pak N bilang 'masuk sampah keluar juga sampah'. Maksudnya tuh, jadi foto yang kelihatan jelek, kalo di-edit nggak bakal bisa bagus. Kalo awalnya jelek, walaupun di-edit tetep aja jelek. Begitulah, prinsipnya para fotografer profesional. Mereka berusaha untuk menghasilkan foto yang bagus. Do you get it? Kalo masih nggak ngerti juga, pikirkan deh (halah!).

Nah terus, ada nih kalimat di "Black and White Photography" yang aku temukan; "Good pictures are made by photographers, not cameras, so don’t worry if a complicated camera doesn’t suit your budget or your creative goals. You don’t need the most expensive model or fancy features; many wonderful pictures are made with simple, even primitive equipment."

Eh iya, waktu awal pertemuan, Pak N menunjukkan beberapa foto. Aku kira tuh foto-fotonya bukan hasil jepretan Pak N, soalnya kan kelihatan profesional, detiiiiil banget. Ada foto seekor capung di daun, terus foto motor Harley Davidson. Ternyata eh ternyata, foto-fotonya jepretan Pak N! Huaaaaa keren!

ps. Minggu depan pelajaran fotografi bawa kamera, soalnya buat foto-foto gitu. Asyeeeeek!