29/04/10

Brother Bear


I watched this movie yesterday and I do love it! This movie is really really awesome. I love the soundtracks, and of course, Koda!

Gambarnya juga keren, bagus. Aku suka loh. Apalagi saat adegan di mana 'cahaya menyentuh Bumi' dan aurora! (settingnya memang di Kutub, waktu masih ada mammoth).

Padahal nih film udah lama, tapi aku baru 'membuka mata' sekarang kalo film ini amat sangat keren dan bagus dan indah dan menarik dan lucu. Aku ketawa waktu lihat ekspresi Kenai (yang udah berubah jadi beruang) cemberut gara-gara menghadapi ulah Koda.

Aku udah download soundtracks-nya. Baru tiga sih. Tapi, emang tiga lagu itu yang paling aku suka. Aku download "Look Through My Eyes" (bagus bagus bagus lagunya!), "Welcome", dan "On My Way." Hey, ada nggak sih CD soundtrack-nya di toko? Pengen beli -.-

Ceritanya tuh, ada tiga bersaudara; Sitka, Denahi, dan Kenai. Terus, ada upacara menuju-proses-dewasa gitu deh buat si Kenai (Kenai emang anak yang paling bungsu). Nanti, di upacara itu mendapatkan sebuah totem (benda sebagai petunjuk hidup gitu deh). Dan Kenai mendapatkan totem beruang yang melambangkan kasih sayang. Kenai nggak suka sama totemnya dan Denahi terus ngeledek si Kenai.

Yeah, sebelumnya sih tiga bersaudara itu menangkap ikan sebelum pergi ke upacara. Terus, ikan-ikan itu dimasukkan ke keranjang dan diikat ke pohon. Masalahnya, Kenai nggak mengikat talinya dengan kencang dan keranjang jatuh *dimakan beruang deh*. Kenai jadi marah terus mengejar beruang itu. Dia nggak peduli sama totem-nya.

Dan, akhirnya Kenai diubah sama Sitka, kakaknya (yang mati karena jatuh dari gletser *terus berubah jadi roh*) menjadi beruang. Dan begitulah, Kenai melihat dunia lewat mata beruangnya dan bertemu dengan Koda.

*Maaf deh, aku kelewat malas untuk menuliskan ceritanya di sini.

Tapi, akhirnya Kenai lebih memilih untuk jadi beruang.

24/04/10

We got bored and we didn't open our school books

Seminggu tanpa belajar amat sangat membosankan. Yeah, tentu saja nggak ada kegiatan belajar-mengajar lagi buat kelas 3. Mau belajar apa coba? Buku-buku yang dipinjamkan sama perpus udah dibalikin semua. Ya udah deh, kelas 3 melewatkan hari dengan bosan, bosan, dan bosan. Nggak ada lagi yang bisa dilakukan. Hanya saling menatap muka teman, mengobrol, bergosip, ketawa, main laptop, foto-foto, main hape, baca (maksudku baca novel atau majalah), dan mendapatkan bosan.

Sebenarnya, kelas 3 bebas kok keluar-masuk gerbang. Kelas 3 boleh pulang kapan aja. Kalo nggak masuk sekolah? Hahahahah, boleh banget. Tapi, kelas 3 lainnya pada meliburkan diri waktu akhir-akhir minggu gitu deh. Termasuk aku - oke, aku memang pemalas.

Hari Jumat aku sengaja meliburkan diri. Mau ngapain ke sekolah? Yang ada aku nanti malah mengeluh dan bosan dan bengong dan menatap ke arah lapangan *ngeliatin orang-orang yang sibuk lalu-lalang*. Tapi, siangnya aku datang ke sekolah. Tujuannya sih janjian sama temen ke SC bareng-bareng. Yeah, SC mengadakan bimbingan khusus buat yang pengen melanjutkan ke RSBI.

Sekolah sepi, tentu saja. Kecuali anak-anak kelas 1 yang diwajibkan ikut Pramuka dan anak-anak anggota ekskul Angklung yang latihan. Aku menunggu di halaman depan sekolah. Adem, loh! Banyak pohon dan anginnya seger. Terus, karena lagi sepi, aku iseng aja foto-foto. Liat foto-foto yang aku jepret dengan kamera hapeku di sini.

Apa yang aku lakukan selama di sekolah? Well, untuk mengatasi kebosanan (karena aku udah memprediksikan kalau aku bakalan amat sangat bosan), aku sengaja membawa novel. Yeah, bukan novel baru. Tapi, novel yang sebelumnya udah aku baca. Aku bawa Spiderwick, The Boy Who Eat Stars, dan Ways To Live Forever, dan buku grammar saku-ku. Jadi, pagi-pagi sebelum temen-temenku datang, aku baca aja. Kurasa aku mengganti prinsip-ku; "Selalu ada buku yang bisa dibaca."

Siangnya sepulang sekolah, aku masih saja bosan. Dan aku mengatasinya dengan nonton parade film di komputer (I tell ya, nonton film di komputer lebih seru. Tapi, kalo suara sih seruan di DVD player). Bosan nonton film, dengerin musik aja. Eh, bosan lagi. Yasud, baca buku. Bosan lagi, malah ketiduran. Hahahahah, hidupku yang membosankan -.-

Malamnya, aku mencoba untuk membuka-buka kembali buku pelajaran. Aku sengaja nggak mengerjakan paket-paket soal di buku latihan UN semuanya. Kan buat cadangan nanti test RSBI. Dan, belajar IPA lebih asyik daripada MTK.

22/04/10

The Spiderwick Chronicles


Yeah, sebenarnya dari sebelum filmnya ada, aku udah baca semua bukunya. Tapi, waktu itu aku masih SD dan bacanya masih main-main (maksudku nggak benar-benar diresapi gitu deh, makanya nggak ada satu pun adegan di buku itu yang kuingat).

Suatu hari di siang hari yang panas dan membosankan, aku melihat-lihat koleksi buku. Yeah, sekadar untuk mengagumi saja dan berpikir, kenapa banyak sekali buku yang kumiliki. Tatapanku tertumbuk pada lima buku berjudul Spiderwick Chronicles yang berjejer rapi. Aku mengambil buku seri kesatu dan kubaca. Tiba-tiba terbesit di pikiranku untuk membaca ulang semua bukunya.

Oke, jadi siang itu aku lewatkan dengan membaca semua bukunya, meringkuk di sofa, dan berjam-jam membaca. Sehari itu abis empat setengah buku, loh! So, besoknya aku bawa buku keempat ke sekolah.

Aku suka suka suka banget memandangi gambar-gambarnya. Oh, I wish I could draw those pictures. Aku suka suka suka banget tokoh Jared Grace. Dia keren, oh ya ampun! Setiap berpetualang, dia selalu bawa-bawa ranselnya dan memakai jaket. Huaaaa, keren keren keren banget! Hahaha, ntar kalo berpetualang, bergaya kayak Jared juga, ah!

Aku pengen nonton filmnya, tapi nggak punya VCD-nya. Yasud deh, trailer-nya kutonton berulang-ulang. And guess what? Aku download wallpaper Spiderwick dan kujadikan gambar desktop.

Oh ya, satu hal yang kutahu. Jika ada kucing atau anjing hilang di daerahmu, berarti ada segerombolan goblin di daerahmu. Goblin suka memanggang kucing, terus dimakan. Makanya, mereka suka menangkap anjing dan kucing. Versi goblin di Spiderwick lebih mengerikan, nggak kayak yang aku baca di buku lain.

Dan sekarang, aku sedang membaca ulang lagi buku pertamanya. Oh ya, aku sudah menyelesaikan membaca kelima bukunya hari Rabu kemarin.

19/04/10

My friends made a blog cause of tugas

Aku pernah kan menceritakannya pada kau, hey, pembaca, kalau kelasku punya tugas bikin blog? Well yeah, aku minta alamat blog ke temen-temenku. Nggak semuanya sih. Ada yang search di google pake nama lengkap mereka, ada yang sengaja ngintip-ngintip waktu mereka menuliskan alamat blog. Oh yeah, aku check blog mereka, terus aku komen, hahahah.

Honestly, postingannya masih dikit, dan template-nya masih pada simple (maksudku masih template dari blogger-nya). Dan, ashwygsdaygdyw! They made their blog on Blogger.com! Semuanya! Oke, good, nggak pada ce-es ya bikin di WordPress. But, never mind. WordPress oke juga kok. Salah satu alasan kenapa nggak pada bikin di WordPress adalah soalnya di Blogger lebih gampang. Yeah, terserah kalian deh.

Tapi, beberapa yang aku baca blog mereka, postingannya kayak search di google. Memang sih. Kata Mr. D, postingannya itu harus artikel bebas. Tapi, belum tentu kan artikel bebas macam gitu? Artikel bebas bisa apa yang ada dalam pikiran, pendapat, dan kebanyakan mereka mengulas tentang berita.

Oke, ogah deh aku posting tentang berita gitu di blog. Aku lebih suka bikin postingan tentang kehidupanku yang aneh bin ajaib dan pendapat-pendapatku. Kadang-kadang, cerita fiksi juga sih!

Lihat aja WordPress-ku. Nggak ada artikel tentang berita gitu. Menyedihkan deh. But hey, daripada nggak ada postingan sama sekali, kan? Kebanyakan aku menulis postingan tentang kehidupanku yang aneh.


Yeah, mudah-mudahan blog-blog mereka nggak dicampakkan begitu aja kayak permen karet. Dan, mudah-mudahan mereka terus updet deh (ps. terus mereka mengganti template blog mereka).

17/04/10

That vampire is Edward and his girlfriend is Bella


I finished read this book this afternoon. Kubawa buku ini ke sekolah selama beberapa hari. Aku beri tahu ya, waktu yang tepat untuk membaca buku di sekolah adalah saat pagi-pagi, saat belum semua orang datang. Di situ sepi. Nggak ada yang berisik, atau lari-larian di kelas, atau nyanyi-nyanyi, atau teriak-teriak di kelas. Dan, ternyata tadi pagi buruk. Sekolahku jadi tuan rumah dalam sebuah acara olahraga gitu deh (se-kabupaten) dan pagi tadi kulewatkan dengan mendengarkan musik yang disetel keras-keras di lapangan (mungkin maksudnya untuk mengisi pagi yang indah, haha). 


Aku berkonsentrasi untuk membacanya dan tebak deh. Aku nggak tahan sama suara musik yang keras itu. Tahu nggak, seolah-olah musik itu mencoba mengalahkanku, dan musik itu menang. Aku menyerah karena nggak bisa konsen sama buku.


Kalau suasananya nggak kayak di perpustakaan gitu, mana bisa aku baca buku dengan damai dan tenang? Tapi, lalu salah seorang temanku datang *sambil bawa buku juga*. Dia cuma baca sebentar novel yang dia bawa, terus berhenti.


Balik ke topik.


Aku suka sama tokoh-tokoh di novel ini. Aku suka sama Bella dan Alice. Tapi, aku nggak terlalu naksir sama si Edward. Aku juga suka sama gaya bahasa yang dipakai. Lebih asyik bacanya. Aku jadi terlarut dalam kehidupan Isabella Swan (tapi mendingan aku panggil Bella aja deh, soalnya Bella lebih suka namanya dipanggil Bella).


Bella itu hampir sama denganku. Dia itu kalem di sekolah dan merasa orang-paling-asing di sekolahnya soalnya dia baru aja pindahan. Dia merasakan tatapan teman-temannya ketika dia berjalan melewati mereka (tentu saja dengan tatapan aneh). Yeah, aku juga pernah merasakan itu.


Dia nggak minta kenalan ke orang duluan. Sama deh kayak aku. Kurasa nanti akan ada orang yang kenalan denganku akhirnya.


Dan tentu saja. Gara-gara baca novel ini, aku jadi beranggapan tiap orang yang berwajah pucat itu vampir. Mungkinkah vampir itu beneran ada? Tapi, Edward bukan vampir kebanyakan yang bisa kau bilang kalo vampir itu berubah jadi kelelawar, tidur di peti mati, keluar hanya di malam hari. Edward nggak gitu kok! Dia emang minum darah, tapi dia berusaha untuk 'lebih bersahabat' dengan manusia dan bisa kusebut Edward-Vampir-Baik. Asal kau tahu saja, Edward memburu binatang, bukan manusia.


Aku nggak pengen menonton filmnya. Baca bukunya aja deh. Dan aku pengen baca kelanjutannya: New Moon.

PS. aku beli yang cover film.

14/04/10

Stuck in the moment with UAS

Has done! Aku langsung berderap dari sekolah untuk cepat-cepat mengetik postingan ini. Oh yeah! Akhirnya aku telah menyelesaikan semua ujian sekolah yang super duper menyebalkan, mengerikan, menyeramkan, dan menjengkelkan itu. Faktanya sih iya, aku nggak perlu datang ke SMPN 1 Karawang lagi untuk ikut ujian. Tapi, ntar akhir bulan Mei aku harus ikut ujian seleksi di Smansa. Hope I can continue my study in Smansa :) *oh, study hard again!*

Kurasa lebih mendingan deh Ujian Nasional daripada Ujian Praktek dan Ujian Sekolah. Pelajaran-pelajaran di Ujian Sekolah itu pelajaran yang kurang aku suka: Agama, PKn, IPS, TIK, Seni Budaya, dan Bahasa Sunda. Really, aku malah nyantai-nyantai aja sepertinya menghadapi si Ujian Sekolah. Tapi, kalo Ujian Nasional kayaknya lebih siap.

Aku membayangkan gimana kalo seandainya pelajaran Bahasa Sunda diganti selamanya jadi pelajaran Bahasa Spanyol atau Bahasa Prancis, ah, pokoknya pelajaran bahasa luar negeri deh! Kan asyik tuh.

Dan, I miss doing homework. Udah cukup deh menghadapi ujian. Aku pengen mengerjakan PR aja. Lebih asyik dan bisa lihat buku.

Oh yeah, aku jadi tertarik lagi bisa memainkan One Time di gitar. Chords-nya sih OK, tinggal search di internet dan tada, tinggal dihapalin deh! Tapi, masalahnya sekarang, gimana cara nge-genjreng senarnya?

10/04/10

Hasta la vista, Ujian Praktek!

Haha, senang sekali rasanya udah melalui si Ujian Praktek yang mengerikan, menyebalkan, mengesalkan, menjengkelkan, dan menyiksa itu. Oh yeah, bener kata temen aku, lebih serem Ujian Praktek daripada ujian tertulis. Soalnya, aku nggak terlalu jago sama yang namanya 'praktek.'

Hari pertama udah disuguhi oleh Agama dan IPA (ini nih si IPA yang super duper menyebalkan!). Agama mah masih mending, hafalan surat-surat pendek, doa-doa shalat jenazah, dan shalat fardhu. Eh, taunya malah praktek shalat fardhu Subuh. Mana pake doa Qunut-nya lagi! Mana aku hapal! Makanya, aku sebisanya aja (padahal mah nggak hapal sama-sekali hahah!). IPA apalagi, praktek menyusun rangkaian listrik.

Praktek Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda, dan Bahasa Inggris lumayan gampang. Ngarang cerita. Bahasa Indonesia menceritakan kembali cerita Malin Kundang yang didengar dari radio, Bahasa Sunda menceritakan dari gambar, dan Bahasa Inggris menceritakan pengalaman (aku menceritakan waktu hilang di sebuah mal).

Dan, ini dia puncaknya.

Praktek olahraga lari keliling stadion 400 meter dan Seni Budaya itu drama. Okay, penyiksaan ini namanya. Lari 400 meter muterin stadion aja capeknya minta ampun. Hampir pingsan di tempat, dan aku hampir aja sampai di finish urutan terakhir!

Seni Budaya apalagi. Don't ask me that tapi lumayan sukses. Ha, I don't care, yang penting dapat nilai dan Ujian Praktek berakhir.

-----------------------------------------------

Oh, and I'm saving the best for the last.

I've bought new JB's album!


Hahahahahah, puasnya diriku! Setelah drama selesai, aku langsung berderap menuju toko CD dan GOTCHA! Si JB's new album udah bersandar manis di rak. Sampai di rumah, langsung aku copy lagu-lagunya ke my lovely computer. Lagu yang aku sukai dari album barunya : Never Let You Go, Stuck In The Moment, Eenie Meenie, That Should Be Me, dan Up.

09/04/10

I wish I could...

1. Bersepeda ke sekolah.
Selain ramah lingkungan, bersepeda ke sekolah juga kayaknya asyik dan seru dan nggak menimbulkan polusi dan nggak membuat Bumi menjadi semakin panas. Oh yeah, daripada motor dan mobil, harga sepeda juga lumayan ramah di kantong kan?

2. Pakai celana ke sekolah.
OK, I know it sounds stupid, tapi aku pengen banget pake celana ke sekolah, bukan pake rok. Why the girls must wear dress and the boys must wear pants? Kalo pake celana kan lebih bebas bergerak, bisa lari-larian di lapangan sekolah, dan nggak bakal tersandung sama rok. Waktu kelas satu, aku sering tersandung gara-gara pake rok panjang dan jalanku jadi lebih lambat.

3. Merawat anjing dan kucing jalanan yang terlantar.
Setelah baca buku "A Dog's Life" karangan Ann. M. Martin, aku jadi bersimpati sama anjing-anjing dan kucing-kucing jalanan yang terlantar. Di jalanan mereka merasa kedinginan, kelaparan, dan menginginkan majikan yang menyayangi mereka. Kadang, mereka bertengkar dengan sesama hewan jalanan lainnya untuk memperebutkan makanan, dan makanan itu biasa mereka cari di tempat sampah.

4. Naik eskalator untuk turun, dan turun eskalator untuk naik.
Oh man, it's a stupid activity, tapi aku juga pengen melakukannya walaupun hanya sekali dalam hidup. Anggap aja deh seperti naik roller-coaster yang panjangnya tujuh kaki :p

5. Punya kamera ala fotografer profesional.
Nanti, di saat jalan-jalan, aku akan membawa sebuah tas kecil berisi kameranya. Lalu, kalo ada hal yang menarik, akan aku abadikan deh!

6. Ngomong pake Bahasa Inggris dengan lancar dan nggak malu-malu lagi ngomong pake Bahasa Inggris.

7. Naik-turun dengan lift dan berulang-ulang menekan tombol dari lantai 1 ke lantai 5 ke lantai 2 ke lantai 6 dan seterusnya, semau aku.

8. Main gitar dengan lancar dan memainkan lagu "One Time" by Justin Bieber berulang kali sampai aku bosan dan jari-jariku sakit.

08/04/10

A robot who named Wall-E

Have you watched this movie? Kemarin aku baru aja nonton, loh! Nonton di VCD lah. Aku nggak nonton di bioskop dan baru bisa nonton sekarang (padahal beli VCD-nya udah kemarin kemarin kemarinnya lagi). Waktu itu lagi nggak tau mau ngapain, yasud nonton VCD aja (tadinya mau dengerin lagu, tapi nggak jadi!).


Dari awal nonton, aku kira nggak bakal ada dialognya. Soalnya kan, Wall-E nggak punya mulut, jadi mana bisa ada dialog? Tapi, ternyata ada.

Oke, jadi Wall-E itu adalah robot pembersih Bumi. Di film ini, Bumi digambarkan penuh lautan sampah. Di mana-mana sampah, dan nggak ada makhluk hidup sama-sekali, kecuali seekor kecoa sahabatnya Wall-E. Sebenernya sih, banyak Wall-E - Wall-E yang lain, tapi rusak dan yang tersisa hanya Wall-E.

Kasihan banget si Wall-E hanya ditemani si kecoa. Biar nggak bosan, dia susun tuh sampah-sampah jadi sebuah gedung, terus dia kumpulkan barang-barang menarik yang dia temukan, dan menonton sebuah film yang isinya seorang cewek dan seorang cowok pegangan tangan. Wall-E jadi pengen juga saling berpegangan tangan. Tapi, masa dia pegangan tangan sama si kecoa, sih?

Terus, muncullah sebuah robot cewek, namanya Eve. Awalnya dia sombong, tapi lama-lama jadi temenan sama Wall-E. Eve terpesona ketika melihat api yang dihasilkan dari sebuah pemantik api punya Wall-E. Karena Eve juga punya tangan, Wall-E pengen menggenggam tangan Eve. Tapi, setiap Wall-E mencoba mendekati tangan Eve, Eve malah menghindar.

Oh ya, karena di film itu Bumi banyak sampah, para manusia pindah deh ke suatu pesawat yang gede banget bernama Axiom. Di situ enak deh. Para manusia nggak perlu jalan kaki, tinggal naik kursi yang bisa terbang aja. Di depan mereka terdapat layar yang memperlihatkan wajah orang yang mereka ajak ngobrol. Tapi, sayangnya, para manusia di sana gendut-gendut dan setiap mereka jatuh dari kursi, mereka nggak bisa bangun, saking nggak pernah mereka melatih otot-otot mereka.

Dan begitulah, di akhir cerita Eve dan Wall-E bisa saling pegangan tangan deh!

06/04/10

Fungsi Tanda ?

Hey, ternyata menurut penemuanku di internet, atau mungkin di status-status facebook, atau di SMS, fungsi tanda tanya atau '?' nggak hanya sebagai tanda tanya aja loh!

Misalnya di salah satu status facebook ini,

Selamat pagi semuanya! Ayo, kita awali pagi ini dengan senyuman....???

Can't believe this. Aku yakin banget nggak salah baca status ini. Tapi, ini beneran loh di akhir kalimatnya pake tanda tanya tiga kali. Kurasa lebih pas kalo tanda tanya tiga kali itu diganti dengan tanda seru tiga kali. Coba aja kau bilang kalimat di atas dengan diakhiri tanda tanya. Terdengar aneh, kan?

Tapi, memang begitulah. Kurasa di penulis sengaja nambahin tanda tanya tiga kali itu. Si penulis nggak bermaksud bertanya ke orang-orang yang baca statusnya, tapi mengajak orang-orang yang baca statusnya untuk mengawali hari dengan senyuman. Dan dia pake tanda tanya tiga kali itu buat hiasan aja kali! Hahahahah...

Ada loh salah seorang temenku yang pernah pake tanda tanya di akhir kalimatnya, padahal dia nggak bermaksud bertanya. Tapi, sekarang dia udah nggak pernah pake tanda tanya di akhir kalimatnya untuk kalimat yang nggak 'bertanya'.

Well,

Kutunggu komen-komen kalian untuk postingan ini...???

05/04/10

Who's your superhero?

Who is your superhero?

Aku pernah mendapatkan pertanyaan itu di inbox formspring.me punyaku. Aku langsung menjawab pertanyaan itu. Siapa superhero-ku? Aku tahu siapa superhero-ku.

Superhero-ku selalu mengajariku macam-macam. Tentang kehidupan, tentang matematika, tentang bahasa, apapun hal yang selalu ingin kutahu. Jika aku tidak mengerti sesuatu hal, aku akan bertanya kepada dia. Soalnya, aku yakin dia pasti tahu jawabannya. Jika misalnya dia nggak tahu jawabannya, mungkin aku bakal mencari di internet.

Superhero-ku selalu mendukungku. Dia selalu ada untukku. Saat aku sedang putus asa atau sedih, dia pasti akan bertanya padaku, "Apa yang terjadi?" dan setelah itu aku akan menceritakannya. Dia pendengar yang baik, loh!

Superhero-ku selalu menceritakan kisah-kisah lucu kepadaku sampai aku tertawa ngakak. Kurasa dia bukan hanya seorang superhero, tapi juga penghibur yang hebat.

Superhero-ku juga selalu menceritakan dongeng kepadaku sebelum tidur. Aku tidak pernah ketiduran ketika mendengar dongeng-nya. Aku selalu mendengarkannya sampai habis, dan sebelum dongengnya habis, ternyata dia sudah tidur duluan. Ya sudah, kalau begitu aku juga ikut-ikutan tidur.

Tapi, kami tidak pernah saling mengucapkan "Aku sayang padamu." Rasanya aneh jika aku mengucapkan itu kepadanya. Dia juga tidak pernah mengucapkannya. Tapi, tanpa diucapkan pun, aku tahu, dia sayang padaku.

Aku ketik jawaban untuk pertanyaan itu.

My superhero is my Dad.

02/04/10

Why do people love Facebook?

Everytime, everywhere, people love update their status on Facebook. Everytime, everywhere, people always check their Facebook on Blackberry. Why do people love Facebook? Padahal kan, Facebook cuma gitu-gitu doang. Add temen, wall-wall-an, chatting, liat-liat foto terus komen, updet status, tapi kok orang-orang pada cinta mati sama Facebook? Bahkan, ada loh beberapa orang temenku yang masih sempet-sempetnya updet status (padahal kan mau ujian!). Kata mereka sih, ntar mau vakum menjelang ujian, eh, taunya masih updet juga.

Ah yeah, dulu aku juga punya akun Facebook. Tapi, aku hapus. Lagipula, duniaku bukan Facebook. Nggak bakalan deh aku eksis di Facebook, status di-like banyak orang, foto dikomentarin seratus orang, temen berjumlah tiga ribu orang. Masa bikin akun Facebook hanya untuk bisa maen Pet Society doang sih?

My adorable sista, Lila, juga lagi doyan-doyannya maen game di Facebook. Semua game dicoba sama dia (tapi, kebanyakan game tentang hewan piaraan gitu deh!). Udah banyak banget hewan piaraan yang dia adopsi di Facebook. Bahkan, kalau lagi ada laptop en speedy nganggur, bakal dia pake tuh buat mengurus hewan-hewannya.

Momma juga nih. Tiap kali kulihat pasti lagi asyik Facebook-an di BB-nya. Hahah, kalau dilihat-lihat, sayang juga sih orang-orang pada beli BB hanya untuk Facebook-an. Mending sekalian beli laptop. Layarnya lebih gede. Tapi, BB Momma nggak hanya untuk Facebook sih. BB Momma juga digunakan seperti kebanyakan hape lainnya (baca: telpon, SMS).

Sampai kapan ya demam Facebook?

Gimana kalau demam Facebook digantikan oleh demam nge-blog? Whoa, it will be really awesome xD

01/04/10

I've passed the UN!

Hahahahah, akhirnya terbebas juga dari si UN dan aku berhasil melaluinya! Akhirnya bisa updet blog, bisa online lagi, udah bebas dari si UN! Ahahahahah... (bukannya aku yang nari-nari kegirangan, malah jari-jariku yang nari-nari di keyboard).


Yeah, sekarang tinggal menghadapi si Ujian Praktek dan Ujian Sekolah. Kenapa sih mereka harus ada? Ujian Praktek minggu depan dan Ujian Sekolah minggu depannya lagi. Untung aja mata pelajaran Ujian Sekolahnya cuma enam (haha, cuma?!). Oh yeah, bersiap-siaplah untuk menghadapi IPS dan PKn -.-

Alhamdulillah deh UN udah selesai. Alhamdulillah juga banjirnya udah surut sejak hari Minggu. Alhamdulillah juga aku bisa belajar di rumahku yang nyaman daripada belajar di tempat pengungsian sementara.

Kalo aku boleh berkata, soal-soal UN-nya susah-susah-gampang sih.

B.Indonesia : umm...OK.
B.Inggris : OK.
Matematika : oh, don't ask me that! :p
IPA : quite OK.

Nggak nyangka deh, soal-soal Math kayak begitu. Tanganku sibuk menghitung di kertas buram dan kertas buram-nya penuh angka. Sampai-sampai, perutku lapar gara-gara pusing menghitung. Aku coba berkali-kali, eh, jawabannya nggak ada di soal. Hitung lagi deh. Akhirnya lama-lama desperado, yasud lah, pake cara lama. Asal jawab. Hey, aku nggak mau pake cara biasa ya *baca: nyontek.* Mendingan asal jawab aja deh daripada nyontek.

Itu juga milih jawaban berdasarkan feeling dan yang paling COCOK. Hahahahah...

Oke, tinggal nunggu hasil. Moga aku lulus deh. Amin.