08/12/09

The Cheater

Mereka berkumpul di satu meja. Masing-masing membawa buku tulis dan pulpen. Tampaknya, mereka berebut sesuatu yang ada di atas meja itu. Aku hanya menatap mereka. Aku hanya duduk diam di bangkuku, berkutat dengan sebuah buku tebal yang sedang kubaca, sama sekali tidak tertarik dengan mereka yang berkumpul itu.

Salah seorang di antara mereka mendekatiku. Dari wajahnya kelihatan, dia sangat berharap sekali kepadaku. Aku sudah menyiapkan jawaban jika dia bertanya.

Dia berdeham, kemudian berkata,

"Er-aku lihat PR Matematika-mu, ya!"

Dia kelihatan sangat gugup. Aku tahu, dia pasti berharap aku mau memberikan buku PR-ku kepadanya. Tapi, aku hanya menggeleng keras. Kemudian, aku sibuk kembali dengan buku tebalku. Dia meninggalkan mejaku dengan wajah kecewa.

Suasana kelasku ramai. Penghuninya sibuk berkeliling mencari contekan PR. Kalau saja tidak mengerjakan PR, aku yakin Bu Fia bakal membunuh kami semua.

Aku sadar diriku aneh. Sementara yang lain sibuk mencari contekan, aku hanya duduk meringkuk di bangkuku, mencoba membaca sebuah buku yang tebalnya minta ampun. Oke, kalau disuruh memilih, aku lebih suka membaca buku tebal daripada berkeliling kelas meminta contekan.

Aku telah berjanji kepada diriku sendiri. Aku TIDAK AKAN MENCONTEK lagi. Waktu ujian, ulangan, bahkan dalam mengerjakan PR sekalipun. Yeah, aku telah berjanji. Aku berusaha. Aku mencobanya. Aku berusaha untuk nggak bergantung kepada kemampuan orang lain. Yeah, setidaknya aku berusaha untuk percaya diri terhadap kemampuanku. Aku lebih memilih nilai jelek atas kemampuan sendiri, daripada nilai bagus atas kemampuan orang lain.

Tentu saja. Mencontek adalah hal yang wajar bagi seorang siswa sekolah. Mencontek adalah hal yang tidak dianggap tabu bagi seorang siswa sekolah. Mencontek adalah satu-satunya jalan agar nilai bagus. Seorang siswa sekolah yang melewatkan masa-masa sekolahnya tanpa mencontek sekali saja, tidak akan berarti untuknya.

Aku tahu aku tidak pintar. Tetapi aku tidak menganggap diriku bodoh.

Dan, aku sedikit demi sedikit mulai percaya dengan kemampuanku sendiri. Bahwa aku bisa tanpa mencontek.

Aku tahu jika aku nggak akan pernah mencontek lagi, gelar "The Cheater" tidak akan melekat dalam diriku lagi. Jika seandainya kita sudah belajar keras, tapi nantinya jadi mencontek? Sia-sia saja belajar keras kalau akhirnya mencontek.

Aku tahu aku tidak lihai dalam mencontek.

Aku tahu kemampuanku biasa saja.

Aku tahu aku bukan pencontek kelas kakap.

Aku tahu. Aku tahu.

Tapi, aku janji : nggak akan nyontek lagi dalam setiap ujian, ulangan, bahkan dalam mengerjakan PR.

1 komentar:

  1. Mantaps. mencontek akan merugikan diri sendiri. diman dirinya telah tersugesti tidak mampu.

    BalasHapus

Terima kasih atas komentarnya, Kawan. Maaf komennya dimoderasi. ^,^